AJAKLAH MEREKA KE JALAN TUHANMU DENGAN HIKMAH DAN PENUH KASIH SAYANG

Minggu, 15 Januari 2017

PAIF Gending Audiensi Dengan Penyuluh Non PNS

Kab. Probolinggo (Inmas) Minggu, 15 Januari 2017 Penyuluh Agama Islam Fungsional Kecamtan Gending melakukan Audiensi dengan para penyuluh agama Islam Non PSN yang berjumlah 8 orang. Audiensi tersebut dilaksanakan di Rumah Ketua Madin di Desa Pikatan Gending, KH Haris dengan agenda menindak lanjuti hasil copy flashdis pada pertemuan dan pembinaan Penyuluh Agaama Islam Fungsional dan Non PNS di Aula Kankemenag Kabupaten Probolinggo, Rabu (11/1) kemaren.

Sekalipun suasana gerimis audiensi tersebut berjalan lancar sesuai harapan. Muzayyin Penyuluh Agama Fungsional memberikan sedikit arahan kepada para penyuluh agama non PNS untuk meluruskan niat demi syiar Islam yang harus terus disuarakan. Di mana dekadensi moral remaja saat ini sudah bergeser dari yang seharusnya, maka posisi kita harus tetap on the trak dalam mengajak mereka ke jalan yang benar dan diridhoi Allah, tandasnya.

Sekaligus membagi tugas-tugas kepenyuluhan sesuai dengan yang telah ditentukan oleh Bimas Islam Kankemenag Kabupaten Probolinggo. (Ansori).

Sabtu, 14 Januari 2017

Penyuluh Kotaanyar Bekali Santri Ilmu Bisnis

Probolinggo (Pesantren) Dalam rangka untuk meningkatkan program pendidikan ekxtra Ponpes At-tarbiyatut Tijaniyah Kotaanyar Probolinggo, Sabtu, 14 Januari 2017 santri pondok tersebut patut bergembira setelah apa yang telah ditanamnya beberapa waktu lalu bisa dipanen.

Panin raya budi daya jamur yang mereka lakukan saat ini merupakan buah dan hasil usaha para santri binaan Bpk Yupno salah seorang Penyuluh Agama Islam Fungsional Kankemenag Kabupaten Probolinggo.

Di era sekarang, bagi pesantren kecil memang harus selalu melakukan terobosan-terobosan yang sekiranya bisa meningkatkan perekonomian pesantren atau minimal untuk kebutuhan konsumsi mereka. Yupso berharap “Semoga apa yang mereka lakukan bisa bermanfaat dan para  santri bisa mengembangkan usaha/bisnis  jamur tersebut ketika sudah kembali ke kampung halamannya”.

Bahkan Yupno juga menawarkan hasil paninnya kepada masyarakat yang membutuhkan atau berkeinginan untuk mengembangkan bisnis Budi daya jamur tersebut bisa menghubunginya sewaktu-waktu untuk menularkan ilmunya kepada siapa saja.


Pria yang sehari-harinya sibuk dengan kegiatan penyuluhan juga berupaya mengembangkan bisnis kecil-kecilan demi untuk mendidik para santrinya berdaya dalam ekonomi. Bahkan ia menjelaskan harga perkilo gram jamurnya bisa mencapai Rp.20.000. Ini langkah bagus bagi lembaga pesantren sebagai wujud nyata pemberdayaan. (Ansori).

Jumat, 13 Januari 2017

Gandeng Forkopincam, YMK Kuripan Gelar Bhakti Sosial

Probolinggo (Humas) Yayasan Bani Agung merupakan salah satu yayasan yang bergerak di bidang pendidikan islam yang berlokasi di desa Menyono Kecamatan Kuripan Kabupaten Probolinggo. Yayasan tersebut membawahi beberapa lembaga pendidikan, diantaranya RA-MI. Miftahul Ulum, MTs-MA dan Pondok Pesantren Miftahul Khoir.

Jum’at pagi, 13/1/2017 Muspika Kecamatan Kuripan bersama pengasuh dan para siswa di lembaga tersebut menggelar Bhakti Sosial Jum’at bersih yang salah satu tujuannya membangun sinergi dengan masyarakat dan lembaga pendidikan sekaligus membangkitkan semangat santri dalam mengamalkan prinsip “An-Nadhofatu minal iman” kebersihan itu sebagian dari iman, ungkap Sholehudin, Kiai muda yang alumnus Pascasarjana Universitas Islam Malang tersebut.

Sejak menduduki posisi sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Kuripan, tokoh yang sebelumnya sebagai Ketua PC Lembaga Pendidikan Ma’arif Kabupaten Probolinggo ini aktif juga di LAKPESDAM.

Dalam pernyataannya, beliau menyampaikan bahwa upaya untuk membangun animo masyarakat terhadap lembaga pendidikan dengan merangkul semua komponen masyarakat terutama mampu bersinergi dengan aparat pemerintahan seperti jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopincam) setempat, selain itu pemerintahan desa juga kita rangkul sebaik mungkin, jelasnya.

Selain itu sebagai salah satu pengurus di Pokjawas Kankemenag Kabupaten Probolinggo tidak membuatnya merasa lelah dalam melakukan pembenahan pendidikan. Karena sesuai niatnya “hidup adalah perjuangan, termasuk dalam gerak langkah memajukan dunia pendidikan. Karena itu ia menginginkan agar para siswa siswinya dibentuk karakter kepemimpinan dasar untuk bisanya menjadi manusia yang kelak bisa menjawab tantangan zaman.


Tampak hadir pada acara tersebut, Bpk Adi yang ditemani Danramil Kecamatan Kuripan, kepala madrasah, guru serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat. (Ansori)

Rabu, 11 Januari 2017

H. Santoso : Penyuluh Agama Garda Terdepan Kementerian Agama

Kab. Probolinggo (Inmas) Sejak adanya pengumuman kelulusan Para Penyuluh Agama Islam Non PNS beberapa waktu lalu, Kankemenag Kabupaten Probolinggo melalui Seksi Bimas Islam menggelar Rapat Koordinasi dan Komunikasi perdana, Rabu (11/1). Rapat dihadiri langsung oleh Kepala Kankemenag Kabupaten Probolinggo, H. Santoso, Kasubag TU, H. Fausi, Kasi Bimas Islam, H. A. Wafi, Para penyuluh agama Islam Fungsional dan para calon penyuluh agama Non PNS se Kabupaten Probolinggo.

Kasi Bimas Islam Kankemenag, H. A. Wafi mengajak para penyuluh agama baik yang fungsional maupun penyuluh agama Non PNS sebagai Muballigh-Muballighah, Da'i-Da'iyah terus berjuang dalam mensyiarkan agama islam hingga ke pelosok desa yang mencakup delapan (8) hal yang memang menjadi program kemenag RI.

Delapan jenis penyuluhan tersebut adalah pembinaan baca tulis Alqur'an, aliran radikalisme dan sempalannya, kerukunan umat beragama, produk halal, zakat, waqaf, keluarga sakinah, narkoba dan HIV/Aids.

Demi tercapainya tujuan, menurut Wafi melalui rakor ini juga membahas tentang Kebijakan penyuluh agama kedepannya yang tentunya tetap mengarah pada kebijakan pusat dan melalui pengembangan potensi dan kebutuhan di daerah, dan hingga saat ini kita akan menunggu Juknis dari Kanwil Kemenag Jatim.

SementaraKepala Kankemenag Kab. Probolinggo, H. Santoso menyampaikan bahwa penyuluh agama merupakan garda terdepan kementerian agama.Para Penyuluh agama dan para calon Penyuluh agama Non PNS yang akan segera menerima SK dari Kantor Kemenag, jelas H. Santoso, nantinya benar-benar mempersiapkan diri mereka dalam berkhidmat untuk negeri, Bangsa dan Negara tercinta Indonesia.

Untuk meningkatkan peran dan kualitas penyuluh agama, Santoso menuturkan perlu adanya regulasi yang mengatur tentang penyuluh Agama. Permasalahan yang dihadapi antara lain sebaran/distribusi penyuluh agama yang tidak merata dan tidak mempertimbangkan geografis Sehingga. Rekruitmen penyuluh agama khususnya non PNS, kemenag Probolinggo telah melaksanakannya beberapa bulan lalu dengan penuh kehatian-hatian dan serius sehingga pelaksaannya berhasil dengan baik. Dan sebagaian besar dari para pemuka agama/tokoh agama dengan mempertimbangkan keahlian/kompensasi dan kualitas pendidikan, peran dalam kegiatan organisasi sosial keagamaan yang berakulturasi dengan budaya lokal.


Santoso juga menambahkan bahwa sesuai SK yang diterima pertanggal Januari 2017, maka secara otomastis para penyuluh sudah harus bekerja sesuai dengan yang ditugaskan kepadanya. Kuasa Juknisnya dan strategi penyuluhan serta materi yang mencukupi kebutuhannya. Tidak salah misalnya masyarakat bertanya tentang prasyarat pendaftaran haji, manajemen madin dan pondok pesantren atau hal lain yang bersentuhan dengan agama dan keagamaan, penyuluh harus bisa menjawab semuanya. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan pembinaan materi dan bahan Bimbingan Penyuluhan (BP), tata cara membuat laporan kegiatan BP disampaikan oleh Staf Bimas Yazid Zain. (Ansori).

Selasa, 03 Januari 2017

Pesan Menag Agar ASN Senantiasa Menjaga Marwah Kemenag

Kab. Probolinggo (Inmas) - Bertempat di Halaman MAN Pajarakan, Selasa (3/1) Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama mengikuti Upacara Bendera Dalam Rangka Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama RI ke-71.

Selain, Kepala Kemenag, hadir pula Kasubag Tata Usaha, Para Kasi & Penyelenggara dan semua pejabat dan aparatur Kementerian Agama yang lain, baik struktural maupun fungsional. Sebagai Instruktur Upacara Kepala Kankemenag, H. Santoso dalam amanat pembina upacara, H. Santoso membacakan Sambutan Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin semua peserta upacara sangat hikmat mendengarkan sambutannya.

Mengawali mukaddimahnya, ASN diajak untuk selalu bersyukur kehadirat Allah SWT karena saat ini memperingati HAB Ke-71 Kementerian Agama RI. Tujuh puluh satu tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 3 Januari 1946, Pemerintah atas usul dari Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) membentuk Kementerian Agama dan mengangkat Menteri Agama yang pertama yaitu Haji Mohammad Rasjidi. Pembentukan Kementerian Agama merupakan peristiwa penting dan bersejarah bagi 2 Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai negara religius yang nasionalis.

Menurut Menag RI, agama tidak dapat dipisahkan dari kehidupan bangsa dan negara kita. Semangat dan motivasi keagamaan adalah sumber kekuatan kita dalam meraih kemerdekaan, mempertahankan kedaulatan nasional, dan menjaga keutuhan NKRI. Agama mendapatkan kedudukan terhormat dalam tata kehidupan masyarakat, sehingga dijadikan sebagai salah satu sumber pembentukan hukum nasional. Agama menjadi ruh kehidupan kebangsaan kita sesuai dengan dasar Ketuhanan Yang Maha Esa.

Tahun 1950, Hadji Agus Salim, salah satu pejuang kemerdekaan dan tokoh pendiri Republik Indonesia dalam tulisannya yang berjudul "Kementerian Agama dalam Republik Indonesia", menjelaskan benang merah politik agama di Republik Indonesia yang berbeda dengan politik di masa kolonial. Menurutnya, jabatan dan tugas Kementerian Agama sungguh besar dan mulia karena sangat menentukan nasib bangsa ini. Kesatuan kebangsaan kita akan terpelihara secara kokoh dan tidak dapat dipecah belah amatlah tergantung pada kebijakan dan kecakapan aparatur Kementerian Agama.

Agama yang diyakini dan diamalkan oleh umatnya masing-masing harus menjadi unsur pembentuk Nation and Character Building bangsa Indonesia yang majemuk ini. Karena itu, seluruh umat beragama harus menyadari dan disadarkan bahwa nilai-nilai agama merupakan unsur perekat integrasi nasional. Dalam kaitan ini pula saya ingin mengingatkan, toleransi dan kerukunan bukan milik sesuatu golongan umat beragama semata, tetapi harus menjadi milik semua golongan dan berlaku untuk semua pemeluk agama. Saling menghormati dan saling menghargai identitas keyakinan antarumat beragama harus terus dijaga dalam upaya melindungi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sejalan dengan tema Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke-71 tahun 2017 yaitu "Bersih Melayani" dan motto "Lebih Dekat Melayani Umat", saya berharap peringatan ulang tahun Kementerian 4 Agama ini semakin memperkuat komitmen kita semua terhadap integritas dan etos kerja sebagai pelayan masyarakat dan pengayom semua umat beragama.

ASN Kemenag harus senantiasa mengembangkan wawasan serta meningkatkan ketrampilan dan kesigapan dalam bertugas. Ego sektoral, sektarianisme, dan sejenisnya harus disingkirkan dari lingkungan kerja Kementerian Agama. ASN diharap bersikap sebagai agamawan sekaligus negarawan yang menempatkan kepentingan umat dan bangsa di atas kepentingan pribadi dan kelompok. Di tengah cepatnya perubahan sosial dan pesatnya teknologi informasi, juga harus menjadi pelayan publik yang dapat diandalkan.

Kita bersyukur publik kini semakin menilai positif kinerja Kementerian Agama. Sebagian besar program telah mulai memenuhi harapan sehingga kinerja kita dianggap cukup baik dalam sejumlah survei. Indeks kepuasan jemaah haji terus naik, indeks kerukunan umat beragama juga masih tinggi, dan indeks reformasi birokrasi kita naik peringkat dari CC menjadi B yang berimplikasi naiknya tunjangan kinerja dari 40 menjadi 60 persen.

Beberapa waktu lalu, kita juga mendapatkan sejumlah penghargaan seperti; penghargaan dari Presiden sebagai Penyedia Layanan BLU dengan Akses Terjangkau, dan Penghargaan dari Kemenkeu sebagai 5 Kementerian dengan Kontribusi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) terbesar dalam APBN. Selain itu Kementerian Agama juga mendapatkan penghargaan ganda terkait ekonomi syariah, yaitu sebagai Pemrakarsa Proyek Infrastruktur Berbiaya Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan Investor Utama Sukuk Negara Domestik.

Berbagai langkah baik tidak akan berjalan mulus tanpa sinergitas dan kebulatan hati. Saya berharap, 5 Nilai Budaya Kerja makin dijiwai dalam sanubari setiap kita, serta dilengkapi dengan semangat kerja sama yang apik. Insyaallah, hasilnya akan nampak nyata dan jadi berkah bagi kita semua. Inilah sesungguhnya hakikat dari bekerja dengan berlandaskan agama.


Di akhir sambutannya, Menag berpesan agar kepada seluruh jajaran Kementerian Agama agar senantiasa menjaga marwah kementerian yang kita cintai sebagai organisasi yang sarat dengan nilai, kultur, dan tradisi baik. (Ansori).