INTEGRITAS

MEMBANGUN BANGSA DENGAN CINTA

PROFESIONALITAS

MEMBANGUN BANGSA DENGAN CINTA

INNOVASI

MEMBANGUN BANGSA DENGAN CINTA

TANGGUNGJAWAN

MEMBANGUN BANGSA DENGAN CINTA

KETELADANAN

MEMBANGUN BANGSA DENGAN CINTA

Sabtu, 02 Desember 2017

Ansori : Teladani rekam jejak Rasulullah, guna membentuk karakter bangsa

Kab. Probolinggo (Pokjaluh) Keluarga besar SD Negeri Tunggak Cerme Kecamatan Wonomerto menggelar kegiatan keagamaan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw dengan menghadirkan beberapa tokoh masyarakat setempat. Acara dibuka dengan pembacaan Ummul Qur’an yang dipandu Ibu Barkahtiah Nia Hapsari yang kemudian dilanjutkan dengan penampilan seni islami “Ummi” dengan tarian khas islam. (2/12/2017).
Dalam sambutannya Kepala SDN Tunggak Cerme Drs. Kusudiharsono, M.Pd meminta kepada para siswa untuk menyimak dengan baik dan tenang sehingga apa yang dilakukan saat ini akan memberikan dampak positif bagi mereka para generasi bangsa. Kepada panitia dan semua guru menyampaikan banyak terima kasih sehingga acara demi acara bisa berjalan baik.
Kegiatan ini untuk meneguhkan kembali kecintaan kepada Rasulullah Saw, meneladani sifat-sifat dan perilakunya serta melestarikan ajaran dan misi perjuangannya sebagai gerakan penguatan pendidikan karakter (PPK) dan sebagai upaya gerakan nasional revolusi mental. Inpres 12/2016 dan Perpres 87/2017.
Sudah 14 abad silam Rasulullah Saw Sang Nabi dan Rasul pilihan, Insan Mulia telah lahir ke dunia guna merombak kebobrokan moral menuju moralitas agamis yang berkemanusiaan. Jika mengaca rekam jejak Rasulullah Saw, terdapat banyak pelajaran yang dapat kita jadikan teladan dalam kehidupan ini saat ini. Melalui peringatan Maulid Nabi Saw. dapat kita simpulkan beberapa hal untuk dapatnya membentuk karakter bangsa dalam bingka generasi muda.
Pertama, meneguhkan kembali kecintaan kepada Rasulullah SAW. Orang yang benar-benar beriman kepada Allah Swt. akan besar rasa cintanya kepada Rasulullah Muhammad Saw sebagai konsekuensi dari keimanan. Kecintaan pada Nabi Muhamma Saw sebagai utusan Allah harus berada di atas segalanya, melebihi kecintaan pada anak dan isteri, kecintaan terhadap harta, kedudukannya, bahkan kecintaannya terhadap dirinya sendiri. Kedua, meneladani perilaku dan perbuatan mulia Rasulullah SAW. dalam setiap gerak kehidupan kita. Allah SWT. bersabda : Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. Al-Ahzab: 21). Ketiga, melestarikan ajaran dan misi perjuangan Rasulullah, dan juga para Nabi. Sesaat sebelum menghembuskan nafas terakhir, Rasul meninggalkan pesan pada umat yang amat dicintainya ini. Beliau bersabda : “Aku tinggalkan pada kalian dua hal, kalian tidak akan tersesat dengannya, yakni Kitabullah dan sunnah Nabi-Nya sallallahu alaihi wa sallam” (HR. Malik).
Selain itu, sebagai bagian dari umat Islam, selayaknyalah kita menyerahkan kepatuhan dan loyalitas pada para ulama’ sebagai pewaris Rasul dan pelanjut misi beliau. Kepatuhan dan loyalitas tiada lain merupakan wujud ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya.
Generasi muda harus kita tempa dengan hal-hal baik sebagai modal dalam menata kehidupan mereka kelak saatnya menjadi pemimpin atau apapun agar bisa memberikan kontribusi dan manfaat bagi kehidupan. Tidak keliru jika upaya mewujudkan perubahan dan perbaikan maindset kemudian Presiden RI Bapak Joko Widodo menandatangani Inpres Nomor 12 tahun 2016 tentang “Gerakan Nasional Revolusi Mental” dan kemudian September kemarin juga menandatangani Perpres Nomor 87 tahun 2017 tentang “Penguatan Pendidikan Karakter”.
Revolusi mental sebagai gerakan untuk menggembleng manusia Indonesia agar menjadi manusia baru, yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat elang rajawali, berjiwa api yang menyala-nyala." Dan itu semua bisa dilakukan dengan membangun karakter melalui proses dengan melakukan pembinaan, perbaikan dan pembentukan tabiat, watak, jiwa, akhlak (budi pekerti), masyarakat sehingga menunjukkan perangai dan tingkah laku yang baik berdasarkan nilai-nilai Pancasila yang selanjutnya dicirikan dengan; Saling menghormati dan saling menghargai, memiliki rasa kebersamaan dan tolong menolong, persatuan dan kesatuan sebagai suatu bangsa, rasa peduli dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, memiliki moral, akhlak yang dilandasi oleh nilai-nilai agama, adanya kelakuan dan tingkah laku yang senantiasa menggambarkan nilai-nilai agama, nilai-nilai hukum dan nilai-nilai budaya, tukas Ansori saat menyampaikan materi di lembaga tersebut.
Ansori juga menambahkan bahwa untuk membangun bangsa yang berkepribadian diperlukan pula nilai-nilai; kejuangan, semangat, kebersamaan dan gotong-royong, solidaritas, sopan santun, persatuan dan kesatuan, kekeluargaan dan tanggung jawab yang hal ini dapat dikita sarikan dari sifat-sifat Rasulullah Muhammad Saw. tutupnya.

Kegiatan ini juga dihadiri jajaran dewan guru SDN Tunggak cerme, komite sekolah, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat. Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan penampilan seni islami dan jafen Aceh. (Ansori).

Senin, 23 Oktober 2017

Kakanwil Kemenag Jatim Turut Hadiri HSN III Nurul Jadid

Probolinggo (Inmas) Santri sebutan kaum terpelajar muslim yang mampu menjaga identitasnya. Mereka tercirikan dengan tiga hal berikut; Memperhatikan kewajiban-kewajiban fardhu ‘Ain  (al-Ihtimam bil-Furudhil ainiyah), Mawas diri dengan meninggalkan dosa-dosa besar (al-Ihtimam bitarkil kabaair), Berbudi luhur kepada Allah dan Makhluq (Husnul adab ma’allah wa ma’alkholqi) sebagaimana statemen Pendiri dan Pengasuh I Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Al-Maghfurlah KH. Zaini Mun’im yang selanjutnya dikenal dengan sebutan Trilogi Santri.
Kiprah kaum santri sudah sangat teruji dalam mengokohkan pilar-pilar NKRI berdasarkan Pancasila yang bersendikan Bhineka Tunggal Ika. Santri sanggup berdiri di garda sebagai benteng NKRI. Berikut kami jelaskan; 1936, kaum santri menyatakan Nusantara sebagai Dârus Salâm merupakan legitimasi fiqih berdirinya NKRI berdasarkan Pancasila, tahun 1945, kaum santri setuju menghapuskan tujuh kata dalam Piagam Jakarta demi persatuan dan kesatuan bangsa. Tahun 1953, kaum santri memberi gelar Waliyyul Amri ad-Dlarûri bis Syaukah, (Pemimpin sah yang harus ditaati) kepada Presiden Indonesia pertama, Ir. Soekarno. tahun 1965, kaum santri berdiri di garda depan menghadapi rongrongan ideologi komunisme. Tahun 1983/1984, menjadi pelopor penerimaan Pancasila sebagai satu-satunya asas dalam kehidupan berbangsa-bernegara dan menyatakan bahwa NKRI sudah final sebagai konsensus nasional, mu’âhadah wathaniyyah.
Selepas reformasi, kaum santri menjadi bandul kekuataan moderat sehingga perubahan konstitusi tidak melenceng dari khittah 1945 bahwa NKRI adalah negara-bangsa—bukan negara agama, bukan negara suku—yang mengakui seluruh warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama, tanpa diskriminasi berdasarkan suku, ras, agama, dan golongan. Sehingga akhirnya, merujuk pada Resolusi Jihad dan hasil musyawarah dari kalangan ulama dan ormas islam, pada tanggal 22 Oktober 2015 Presiden Jokowi menetapkan tanggal tersebut sebagai hari santri nasional dengan Keputusan Presiden nomor 22/2015.
Peringatan hari santri di Probolinggo ada yang digelar di halaman Eks Pemkab malam (21/10) dengan pembacaan Surat Yasin Tahlil, Istighosah dengan diakhiri Sholawat Nariyah, di beberapa madrasah dan pondok pesantren juga mengalir kegiatan yang sama, seperti PP. Kamalkuning, PP. Zainul Hasan Genggong, PP. Nurul Jadid Paiton serta pondok-pondok yang lain. Sholawat Nariyah juga menggema di kalangan siswa MIN 1-2, MTs.N1-2, MAN 1-2 Probolinggo menggelar pembacaan Sholawat Nariyah (21/10) dan Upacara (22/10) dan dimungkinkan masih banyak yang lain yang tidak sempat terpantau media.
Pelaksanaan HSN di pesantren Nurul Jadid Paiton diikuti sekitar 12.297 dari 18 pondok pesantren se kabupaten Probolinggo. Kakanwil Kemenag Jatim Bapak Drs. H. Syamsul Bahri, M.Pd berkenan hadir di pesantren Nurul Jadid yang beliau tercatat sebagai alumni di besar yang diasuh KH. Zuhri Zaini tersebut. Selain Kakanwil hadir pula Ketua DPRD Jatim, Abdul Halim Iskandar; Wakil Ketua Komisi VIII DPR-RI, Abdul Malik Haramain, Ketua Komisi C DPRD Jatim, Thoriqul Haq, Anisah Sakur, Haikal Atiq Zamzani dan sejumlah kiai turut menikmati sajian nasi tabheg (makanan khas  pesantren) sejumlah 1025 bersama KH. M. Zuhri Zaini; Kepala Pesantren, KH. Abdul Hamid Wahid dengan ribuan santri hingga memecahkan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) yang sertifikatnya diserahkan oleh Senior Manager MURI, Sri Widiyati kepada Pesantren Nurul Jadid dan IPNU Jatim  sebagai penyelenggara.
 “Dengan acara ini, kita diajak untuk kembali ke budaya pesantren. Gak terasa meski terik matahari, karena kita bisa kumpul dan makan bersama para santri se-Jatim, meski tidak saling kenal. Inilah yang membuat kita bangga luar biasa. Saya berharap acara semacam ini akan digelar setiap tahunnya, apa lagi ponpes Nurul Jadid ini telah mencatat Rekor MURI dunia,” tutur Zaskia, usai makan nasi tabheg bersama.
Kegiatan ini menurut Kepala Kepesantrenan Nurul Jadid KH. Abdul Hamid Wahid “Bertujuan untuk meneguhkan dan mengokohkan kembali kemandirian santri dan pondok pesantren serta diharapkan bisa berkontribusi untuk kemajuan bangsa. “Dalam sejarahnya, santri telah memberikan kontribusi berharga terhadap bangsa dan negera. Ke depan dengan tantangan berbeda dan barang kali perlu reaktualisasi. Hal itu yang selalu kita inginkan dan kita teguhkan kembali,” ujarnya. (Ansori).

Sabtu, 21 Oktober 2017

Sambut HSN, Guru dan Siswa MTs.N 2 Probolinggo Baca Sholawat Nariyah

Kab. Probolinggo (MTs) Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Probolinggo, Sabtu (21/10/2017) menagendakan dua kegiatan dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional (HSN) tahun ini. Kegiatan tersebut merujuk pada tema HSN “Wajah Pesantren, Wajah Indonesia”.Sabtu, (21/10)  akan digelar pembacaan 1 Milliar Sholawat Nariyah dan Minggu, (22/10) pelaksanaan upacara peringatan hari Santri.
MTsN 2 Probolinggo akan turut memperingati hari santri dengan melaksnakan pembacaan Sholawat Nariyah yang diawali dengan istighotsah bersama dengan diikuti semua siswa dan dewan guru”. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenang, meneladani, dan melanjutkan perjuangan para santri bersama kyai dalam menumpas penjajah dan mempertahankan NKRI.
Dalam sambutanya, Bapak Mudakkir merujuk pada Trilogi Santri yang digagas oleh Al-Maghfullah KH. Zaini Mun’im Pendiri dan Pengasuh PP. Nurul Jadid Paiton yang sekaligus tokoh pejuang kemerdekaan yang seera dengan Al-Maghfurlah KH. As’ad Syamsul Arifin Sukorejo pembawa tongkat estafet dari Hadratus Syaikh KH. M. Kholil Bangkalan diserahkan kepada Hadratus Syaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari Pendiri Nahdlatul Ulama yang kemudian dikenal dengan Rais Akbar NU.
Trilogi Santri tersebut adalah; 1. al-Ihtimam bil-Furudhil ainiyah (Memperhatikan kewajiban-kewajiban fardhu ‘Ain), 2. al-Ihtimam bitarkil kabaair (Mawas diri dengan meninggalkan dosa-dosa besar), 3. Husnul adab ma’allah wa ma’alkholqi (Berbudi luhur kepada Allah dan Makhluq). Baca pula: Biografi dari KH Zaini Mun’im; http://ulama.top/?p=186.
Selain itu menurutnya, seorang santri (pelajar islam) harus memiliki dan mengamalkan tiga hal penting lainnya, yaitu; menjaga Iman, Islam dan Ihsan. Semua ilmu tentang Iman, Islam dan Ihsan dipelajari di madrasah (pesantren) menjadi seorang santri yang dapat beriman kepada Allah secara sungguh-sungguh, berpegang teguh kepada aturan islam, serta dapat berbuat ikhsan kepada sesama. Hal yang sama juga disampaikan Ust. Achmad Zamroni menggugah, menyemangati para siswa terus komitmen mengembangkan potensi keilmuwannya hingga akan benar-benar menjadi santri/  pelajar yang mumpuni, cerdas fikir dan kuat dzikir.
Peringatan hari santri besok juga akan digelar di banyak tempat di Indonesia; seperti tahun-tahun sebelumnya pesantren salafiyah maupun modern akan menggelar kegiatan yang sama. Kalangan Nahdlatul Ulama juga tidak bisa dilepaskan dari kegiatan ini sebagai rasa syukur atas usulan tanggal 22 Oktober 1945 sebagai hari Resolusi Jihad secara resmi ditetapkan oleh Presiden jokowi menjadi hari santri.
Pemerintah kabupaten Proboliggo bersama jajaran Nahdlatul Ulama akan menggelar Apel Akbar di Alun-Alun Kota Kraksaan, Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton juga melakukan hal yang sama yakni Apel 10.000 santri dan pemecahan “Rekor MURI” Live on di TV9 tepat jam 07.30 WIB. hal ini juga sesuai dengan Instruksi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tertanggal 4 oktober Nomor : 1551/C.I.34/10/2017. (Aan).

Kamis, 19 Oktober 2017

Didampingi Ketua Pokjaluh, Subdit Kemasjidan Bimais Lakukan Ferivikasi Ke Daerah


Kab. Probolinggo, 18/10/2017 (Inmas) Masjid tidak hanya sebagai tempat beribadah seperti sholat namun sekaligus sebagai institusi sosial dan pemberdayaan umat islam; masjid bisa menjadi taman pendidikan Al-Qur’an, bisa pula wahana membangun ekononomi dan politik keumatan sebagaimana di era keemasan Islam Andalusia.
Di zaman Rasulullah Saw. Masjid juga dipergunakan sebagai madrasah untuk syiar Islam, menjadi balai pertemuan untuk mempersatukan berbagai unsur kekabilahan. Masjid juga berfungsi sebagai tempat musyawarah dalam menjalankan roda pemerintahan. Bahkan kala itu Masjid bisa dikatakan sebagai institusi modern yang mampu membangun peradaban umat Islam. Masjid saat itu juga dilengkapi dengan Perpustakaan keislaman yang bisa diakses sekaligus basis kaum intelektual.
Melihat fungsi masjid yang sangat peting, Kementerian Agama sangat konsen memikirkan masjid hingga ke pelosok-pelosok desa. Optimalisasi peran masjid sebagai pemberdayaan keumatan terus saja bergulir. Misalnya, selama dua hari rabu – kamis, 18-19 oktober 2017 Kepala Sub.ditjen Kemasjidan Bimas Islam Kementerian Agama R.I Bpk. Drs. H. Ahmad Zamroni dengan ditemani Ketua Pokjaluh Kemenag Suharto, meninjau lima titik; 4 masjid dan 1 musholla di probolinggo. Keempat titik masjid tersebut adalah : Masjid al-Hiayah desa Pesisir Sumberasih, Masjid al-Falah desa Kerpangan Lecces, Masjid bin Aminudin, Desa Rangkang Kraksaan, Masjid Nurul Istiqlal desa Sumbercenteng Kotaanyar dan Mushollah Nurul Qur’an, desa Banyanyar Lor Gending.
“Kegiatan ini dalam rangka monev dan ferivikasi pengajuan bantuan sarana masjid dan musholla demi meningkatan kualitas tempat peribadatan baik dari segi kelayakan maupun daya tampung sehingga menjadi representatif bagi kebutuhan jamaah”, jelas Suharto. (Aan/Kindy).

Rabu, 18 Oktober 2017

Sambut HSN, IGRA Probolinggo Gelar Festival Anak Sholih-Sholihah

Kab. Probolinggo, 18/10/2017 (IGRA) – Di pagi yang cerah ini halaman Kankemenag kabupaten Probolinggo dipenuhi anak-anak, dan guru Raudlatul Athfal (RA) dalam acara mengikuti pagelaran “Festival Anak Sholih-Sholihah” yang dilaksanakan oleh Ikatan Guru Raudlotul Atfal (IGRA) Kabupaten Probolinggo. Acara yang dibuka di halaman Aula Al-Ikhlas ini dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional (HSN) dan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama Yang ke 72.
Ketua penyelenggara dalam laporannya menyampaikan; bahwa tujuan dari kegiatan ini untuk mengembangkan bakat kreatifitas dan kemampuan Anak didik agar menjdi Anak yang sholih dan sholihah. Dengan menyertakan kegiatan lomba untuk murid dan guru. Perlombaan yang akan diikuti siswa RA se kabupaten Probolinggo meliputi lomba Tahfidz, Futsal dan Melukis di gerabah. Sedangkan perlombaab untuk guru-guru RA pengembangan inovasi pembelajaran. Hal ini tentunya sudah keputusan bersama antara Ketua IGRA Kabupaten Probolinggo bersama pengurus dan panitia.
Kepala Kankemenag Bapak H. Santoso berkenan membuka kegiatan Festival ini dengan didampingi Kasi PendMa H. Taufik, Staf PendMa Hj. Lilik S., jajaran Pengawas RA/Madrasah, pengurus IGRA tingkat kabupaten dan kecamatan.
“Sebagai Kepala Kantor saya sangat bangga dan memberikan appresiasi khusus kepada pengurus IGRA dan panitia sehingga kegiatan cerdas ini bisa terlaksana. Saya sebut kegiatan cerdas karena merupakan inovasi yang mengupayakan generasi bangsa yang baik, generasi sholih-sholihah, generasi paripurna, penyempurna karakter era mendatang. Tema menyambut Hari Santri Nasional (HSN) dan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama.”
Hari Santri Nasional (HSN) telah ditetapkan Presiden Jokowi pada tanggal 22 Oktober 2015 di Masjid Istiqlal dengan Kepres RI. Nomor 22 Tahun 2015 tiga tahun yang lalu dengan dihadiri ribuan santri dari pelosok negeri. Ini sangat membanggakan kita semua yang penetapan HSN merupakan bentuk penghargaan Pemerintah terhadap peran para santri dan Ulama dalam memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia. Yang juga ditujukan untuk mengenang tokoh-tokoh pejuang Islam seperti KH. Hasyim Asy’ari dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU), KH. Ahmad Dahlan dari Muhammadiyah, Ahmad Soorhati dari Al-Irsyad, Mas Abdul Rahman dari Matlaul Anwar, A. Hassan dari Persis dan juga 17 perwira pembela tanah air (PETA) serta tokoh-tokoh yang lainnya.
Hal ini juga tidak lepas dari dari Resolusi Jihad yang dicetuskan Ulama pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH. Hasyim Asyari pada tanggal 22 Oktober 1945 di Surabaya guna mengatasi kembalinya tentara Kolonial Belanda atas nama NICA. Seruan Resolusi Jihad ini adalah “Membela tanah air dari penjajah hukumnya fardlu‘ain wajib bagi setiap Individu”. Sementara Penetapan Kementerian Agama pada tanggal 3 Januari 1946 M / 29 Muharram 1365 H pada Kabinet Sjahrir II merupakan hasil perjuangan panjang. Karena sejak tanggal 19 Agustus 1945 dalam sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) sudah dibicarakan pembentukan kementerian/departemen, namun belum disepakati PPKI. yang salah satu menterinya adalah K.H. A. Wahid Hasjim ayah dari Presiden RI keempat KH. Abdurrahman Wahid.
“Bahagia kita, bahagia kita, Jadikan festival sebagai wahana anak usia dini untuk menunjukkan apresiasi terhadap bakat dan minatnya dalam berbagai bidang yang nantinya akan kita lombakan. Sehingga potensi bakat-minat yang dimiliki benar-benar berkembang baik”, tutupnya.(Aan/Wan).

Selasa, 17 Oktober 2017

Pejabat Struktural dan Fungsional Kemenag Ikuti Sosialisasi Tahapan Pemilu

Kab. Probolinggo (Inmas) Setelah selesai melaksanakan Apel Bendera dan Binkarsital di Aula Al-Ikhlas Kankemenag, semua Aparatur Sipil Negara (ASN) tetap bertahan untuk mengikuti acara “Sosialisasi Tahapan Pemilu Bupati dan Wakil Bupati 2018” oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Probolinggo. Tim KUPD terdiri dari Pimpinan KPU H. Muhammad Zubaidi, M.PdI bersama komisariat, serta Jajaran Intel Kodim 0820 turut hadir memantau jalannya sosialisasi. (17/10/2017).
Pimpinan teras Kankemenag H. Santoso, S.Ag. M.PdI. (Ka.Kankemenag), H. Fausi, SE. M.HI. M.PdI (Kasubag TU), Para Kasi Penyelenggara, Kepala KUA, Kepala Satker, Penyuluh Agama dan PPAI se kabupaten Probolinggo turut serta meramaikan jalannya sosialisasi tahapan pemilu tahun depan. Acara dipandu khusus oleh Kasi Pais Kemenag H. Moh. Barzan, M.PdI demi memberikan layanan prima kepada salah satu unsur penyelenggara pemilihan umum yang merupakan program nasional.
Ketua KPU Kabupaten Probolinggo H. Muhammad Zubaidi menjelaskan; bahwa KUP berkewajian untuk memberikan sosialisasi kepada semua warga kabupaten Probolinggo. Baik di zona Birokrasi pemerintahan, di lingkungan dinas maupun di lembaga sosial kemasyarakatan. Tujuannya agar masyarakat mengerti tahapan-tahapan pemilu dengan benar tidak ada indikasi yang mengarah pada pengkondisian.
Menurutnya, ada beberapa Dasar Hukum Pemilihan diantaranya; UUD 1945, Pasal 18 (4) Kepala daerah dipilih secara demokratis, PERPPU  No. 1/2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota, UU No. 1/2015 Tentang Penetapan PERPPU No. 1/2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati  & Walikota menjadi UU, UU No. 8/2015 Tentang Perubahan atas UU No. 1/2015 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati  & Walikota, UU No. 10/2016 Tentang Perubahan Kedua atas UU No. 1/2015 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati  & Walikota, UU No.7/2017 Tentang Pemilihan Umum dan Peraturan KPU.
Kita membutuhkan 120 orang PPK dengan rincian 5 orang kali 24 kecamatan, 990 orang PPS, 3 orang perdesa kali 330 desa, dan 15.300 orang TPS (KPPS & Petugas Keamanan) 9 orang kali 1700 TPS. Dengan jumlah badan Adhoc 18.110 orang dan Sekretariat 1.062 Orang. Dan daerah penyelenggara Pemilu serentak 2018 ada 115 kabupaten, 39 kota dan 17 provinsi sehingga total keseluruhan berjumlah 171 daerah se Indonesia, rinci Zubaidi.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa peserta Pemilihan Serentak di Jawa Timur (27 juni 2018) meliputi 18 Kabupaten/Kota (Bupati/Walikota) serta Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur. Ke 18 kabupaten / kota tersebut adalah sebagai berikut; 1. Kabupaten Tulungagung, 2. Kabupaten Lumajang, 3. Kabupaten Bondowoso, 4. Kabupaten Probolinggo, 5. Kabupaten Pasuruan, 6. Kabupaten Jombang, 7. Kabupaten Nganjuk, 8. Kabupaten Madiun, 9. Kabupaten Magetan, 10. Kabupaten Bojonegoro, 11. Kabupaten Bangkalan, 12. Kabupaten Sampang, 13. Kabupaten Pamekasan, 14. Kota Malang, 15. Kota Mojokerto, 16. Kota Probolinggo, 17. Kota Kediri dan yang ke 18. Kota Madiun. Yang tahapannya sebagai berikut; Tahapan, Program dan Jadwal, Pembentukan PPK & PPS tanggal 12 Oktober s/d 11 nopember 2017, Penyerahan syarat dukungan perseorangan (25-29 Nopember 2017), pendaftaran pasangan calon (8-10 Januari 2018), pemutakhiran dan penetapan daftar pemilih (20 Januari s/d 11 Pebruari 2018), penetapan pasangan calon (12 Pebruari 2018), Kampanye (15 Pebruari s/d 23 Juni 2018), penetapan daftar pemilih tetap (DPT) 13-19 April 2018), Masa tenang (24-26 Juni 2018), Pungut dan hitung (27 Juni 2018) dan penetapan pasangan calon terpilih (27 Juni s/d 6 Juli 2018).
Sementara Data Perangkat Operasional pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo tahun 2018 sebagai berikut; Jumlah Pilpres DPT 2014 sebanyak 857.511 orang, hasil Mutarlih Berkelanjutan 860.878 orang, Estimasi Pemilihan Bupati dan Wakil Probolinggo Tahun 2018 sebanyak 900.387 orang (5% dari DPT) dengan Jumlah Penduduk (DAK2 Pilkada Serentak 2018) 1.103.442 Jiwa yang tersebar di 330 desa dari 24 kecamatan se kabupaten Probolinggo. Semnetara Jumlah TPS yang telah ditetapkan berjumlah 1.700 TPS dengan jumlah kursi DPRD 45. Sesuai dengan Pasal 54 C UU 10/2016, Pasangan Calon bisa berangkat dari Partai Politik / gabungan partai politik serta perseorangan yang tentunya harus memenuhi persyaratan. Dan jika calon tersebut seorang PNS, anggota DPR/DPRD, BUMN/D, TNI/Polri maka yang bersangkutan harus mengundurkan diri terlebih dahulu, tutupnya. (Ansori).

ASN Kemenag Ikuti Apel Bendera Hingga Binkarsital

Kab. Probolinggo (Inmas) Hari ini semua Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo  melaksanakan Apel Bendera dan sebagai Inspektur Upacara H. Moh. Haris HK Penyelenggara Syariah. (17/10/2017).
Dalam amanah upacara Haris menyampaikan tiga hal yang harus menjadi perhatian para ASN yang pertama; khusus disampaikan kepada Penyuluh Agama terkait adanya aplikasi e-PAI sebagai salah satu upaya pemerintah untuk menertibkan keberadaan penyuluh agama non PNS. Kedua banyaknya pemberitaan Hoax yang banyak tersebar di Media Sosial (Medsos) tidak serta merta menjadi rujukan. Sebagai orang yang bergelut dalam ranah pemerintahan hendaknya kita bisa menyaring mana berita positif dan negatif. Ketiga Birokrasi. Dalam menjalankan amanah dan tugas ASN harus menjalankan 5 Budaya Kerja Kementerian Agama; Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tanggungjawab dan Keteladanan.
Kemudian dilanjutkan dengan acara Binkarsital di ruang Aula Al-Ikhlas Kemenag. Secara bergiliran dari pimpinan hingga para Kasi-Penyelenggara mendapatkan bagian menyampaikan opini, pengarahan serta informasi penting terkait kemenag yang dipandu langsung Kasubag TU H. Fausi. Kepala Kemenag H. Santoso menyampaikan kedisiplinan PNS merujuk pada PP. 53/2010 dan UU ASN Nomor 5/2014. Kasi Penda membahas seputar persiapan pencairan TPP pasca verifikasi BPKP. H. Mukhlason menjelaskan tatacara mendaftaran jamah haji. (Ansori).

Senin, 16 Oktober 2017

Kepala Kemenag Probolinggo Lantik 54 ASN K1-K2

Kab. Probolinggo (Inmas) Kepala Kankemenag Bapak H. Santoso, S.Ag. M.Pd hari ini, Senin (16/10/2017), melantik dan mengambil sumpah 54 Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag dari Honorer K1-K2. Seremonial pelantikan  digelar di di Aula Al-Ikhlas Kankemenag Probolinggo.
Acara penting ini dihadiri Kasubag Tata Usaha Kemenag H. Fausi, SE. M.HI. M.PdI dan Analis Kepegawaian Abdul Hadi, S.Sos serta para Pejabat Struktural dan Fungsional di lingkungan Kemenag turut hadir menyaksikan prosesi pengambilan sumpah yang dipandu oleh Kasi Staf Kemenag dilengkapi dengan saksi dari Kasi Bimais Drs. H. A. Wafi, M.PdI.
Tepat pukul 09.00 WIB ke 54-ASN tersebut telah dilakukan pengangkatan sumpah sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) oleh Kepala Kemenag Bapak H. Santoso, S.Ag. sesuai dengan surat undangan yang ditandatangani pimpinan, tertanggal 13 Oktober 2017 dengan Nomor : B-2835/Kk.13.8/1/Kp.00.3/10/2017 tentang pengangkatan Sumpah PNS dari tenaga honorer K1 dan K2. Mereka yang dilantik terdiri dari; 9 guru MAN Karanganyar Paiton (MAN 1 Probolinggo), 5 guru MAN Pajarakan (MAN 2 Probolinggo), 10 guru MTs.N Karanganyar Paiton (MTs.N 1 Probolinggo), 2 guru MTs.N Pajarakan (MTs.N 2 Probolinggo), 2 guru MIN Brani Kulon Kecamatan Maron (MIN 2 Probolinggo), 10 orang Penyuluh Agama Islam Fungsional pada KUA kecamatan dan sisanya 18 orang sebagai Tenaga Administrasi; 3 orang di Subbag TU dan Bimais Kemenag, 8 orang di Satker dan 7 orang di KUA Kecamatan.
Yang rinciannya sebagai berikut; 1. Drs. Muslikhul Amali Guru MAN Paiton, 2. Drs. I. Ulumuddin Guru MAN Paiton, 3 Drs. Dayat Sumartoyo Guru MAN Paiton, 4. Suki Suharyanto, A.Ma Pengadministrasi KUA Sumberasih, 5. Edy Hermawanto, S.Sos Pengadministrasi MTs.N Pajarakan, 6. Sutarji Pengadministrasi KUA Wonomerto, 7. Moh. Dhafir Guru MTs.N Paiton, 8. Rosidi, S.Pd Guru MAN Paiton, 9. K. Budianto SA. S.PdI Penyuluh Agama Islam Wonomerto, 10. Muhammad Is Afandi Penyuluh Agama Kec. Gading, 11. Fathul Guru MTs.N Paiton, 12. Hasan Basri, A.Ma Penyuluh Agama Kec. Bantaran, 13. Aan Dwi Karyanto, S.Pd Guru MAN Pajarakan, 14. Hari Susanto Pengadministrasi MTs.N Pajarakan, 15. Drs. Sudarto Pengadministrasi MAN Pajarakan, 16. Teguh Pambudi, A.Ma. Pd Guru MIN Maron, 17. Imam Muhdi Guru MAN Paiton, 18. Samsul Arifin, A.Ma Penyuluh Agama Kec. Kraksaan, 19. Hermawan Pengadministrasi Subbag TU, 20. Saiful Ulum Penyuluh Agama Kec. Pajarakan, 21. Nur Halim, S.Ag Guru MTS.N Paiton, 22. Ahmad Fauzan, Guru MAN Pajarakan, 23. Romadhon Pengadministrasi MAN Pajarakan, 24. Samsuddin Guru MTs.N Paiton, 25. Yunus Pengadministrasi Seksi Bimais, 26. Ali Wafa Guru MTs.N Paiton, 27. Saifuddin Guru MAN Paiton, 28. Samsul Arifin Penyuluh Agama Kec. Sumberasih, 29. Abdus Salam Pengadministrasi MTs.N Pajarakan, 30. Khairil Wafa Pengadministrasi KUA Kec. Tiris, 31. Ahmad Fausi Pengadministrasi KUA Kec. Besuk, 32. M. Ansori Hadiwijaya Penyuluh Agama Kec. Tegalsiwalan, 33. Reny Dwi Endarwanty, SS. Guru MAN Pajarakan, 34. Indah Susilowati Pengadministrasi MTs.N Pajarakan, 35. Sri Indahyanti, SE Pengadministrasi KUA Kec. Wonomerto, 36. Sukijah Pengadministrasi KUA Kec. Tongas, 37. Rukhaya, S.PdI Guru MTs.N Pajarakan, 38. Subairiyah Pengadministrasi MTs.N Paiton, 39. Bundamsiari, S.PdI Guru MAN Pajarakan, 40. Dra. Nur Hayati Penyuluh Agama Kec. Pakuniran, 41. Dra. Azizah Penyuluh Agama Kec. Kotaanyar, 42. Duniyati Pengadministrasi MAN Paiton, 43. Ponisah, Pengadministrasi KUA Kec. Tongas, 44. Naserussani Emayanti, Pengadministrasi Subbag TU, 45. Kholilati, S.Ag.  Guru MTs.N Paiton, 46. Halimatus Sa’diyah Guru MTs.N Paiton, 47. Elok Khumaida, SS Guru MAN Paiton, 48. Enny Mahmudah, Penyuluh Agama Kec. Gading, 49. Siti Khodijah, S.PdI Guru MAN Pajarakan, 50. Elmina, Guru MIN Maron, 51. Nur Cahyaningsih, Guru MTs.N Paiton, 52. Evi Masfufah, Guru MTs.N Paiton, 53. Asia, Guru MTs.N Paiton dan 54. Mukmina, Guru MTs.N Pajarakan.
Dalam sambutannya, Kepala Kankemenag mengingatkan kepada ASN yang dilantik untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT. yang dibuktikan dengan pelaksanaan kinerja yang baik. Pahami tugas dan fungsinya serta substansi ruang lingkup yang membidanginya, baik jadi guru, penyuluh agama maupun tenaga administrasi. Marilah kita menjadi pelayan yang baik dengan senantiasa menjaga amanah dengan penuh keikhlasan agar rizqi yang kita peroleh Barokah. Pahami pula urgensi keterkaitan satu tugas dengan lainnya, karena hakekatnya bekerja itu pengelolaan yang saling berkaitan dalam wadah tata kelola rumah tangga kementerian agama, tutupnya. (Ansori).

Minggu, 15 Oktober 2017

Kasubag TU Kemenag Hadiri Penutupan MQK V Jatim

Kab. Probolinggo (Inmas) Saking bangganya mendengar utusan dari kabupaten Probolinggo ada yang meraih juara dalam MQK V Jatim, Kasubag TU Kankemenag H. Fausi berkenan menghadiri penutupan gebyar ajang santri se Jawa Timur tersebut. Dengan wajah cerita orang nomor dua Kemenag ini sempat berpose di depan pentas Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) V yang digelar oleh Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. (15/10/2017).
Yang menarik adalah Motto yang terpampang dalam Background “Dari Pesantren Untuk Penguata Karakter dan Kepribadian Bangsa”. Kegiatan MQK ini dapat menumbuhkembangkan kecintaan santri dalam mempelajari kitab kuning, serta mampu menguatkan peran pesantren dalam mencetak kader ulama dan tokoh masa depan, ucapnya.
Alhamdulillah Probolinggo meraih beberapa cabang lomba baik di Marhalah Ula, Marhalah Wustha, Marhalah Ulya dan Debat Bahasa Asing. Mereka adalah; 1. Fikri Ali Yasin, Santri PP. Mambaul Ulum Leces, Juara I lomba Kitab Balaghah. 2. M. Abrori, Santri PP. Mambaul Ulum Leces, Juara I Kitab Usul Fiqih  3. Abu Yazid, Santri PP. Darul Lughah Wal Karomah Kraksaan, Juara II Kitab Akhlaq 4. Wildan Muhlisin, Santri PP. Darul Lughah Wal Karomah Kraksaan, Juara II Kitab Hadis 5. Muzdalifah, Santri PP. Nurul Qadim Paiton, Juara III Kitab Tauhid  dan yang ke 6. Debat Bahasa Inggris Putri (Diyah Ayu Rike Prasetyo, Wilda Ismi Azizah dan Anisatul Fajriyah) dari PP. Nurul Jadid Paiton berhasil meraih Juara II. Saya memang hadir dalam penutupan karena pembukaannya sudah dihadiri langsung oelh Kepala Kankemenag yang menyertai Kafilah sejak awal tutupnya. (Ansori).

Melalui MQK Jatim, Raih Prestasi Masa Depan Generasi Bangsa

Kab. Probolinggo (Inmas) Pelaksanaan Musabaqah Qiroatil Kutub (MQK) Ke V Tingkat Provinsi Jawa Timur yang digelar di PP. Amanatul Ummah Pacet Mojokerto memberikan kebahagiaan tersendiri kepada Official Kafilah Probolinggo. (15/10/2017).
Dimana berkat usaha yang sungguh-sungguh baik dari santri yang diutus, pondok pesantren yang telah mempersiapkan sejak lama ditopang dengan komonikasi inten dari Seksi PD. Pontren Kemenag kabupaten Probolinggo serta pengurus FKDT turut memberikan kontribusi suksesnya kafilah ini mendapatkan beberapa kejuaraan dalam MQK tahun ini. Sedikitnya 6 cabang lomba berhasil mengharumkan nama baik Probolinggo.
Berikut prestasi yang telah mereka peroleh; 1). Fikri Ali Yasin (Santri PP. Mambaul Ulum Leces Probolinggo) meraih Juara I dalam lomba Kitab Balaghah di Marhalah Ulya. 2). M. Abrori (Santri PP. Mambaul Ulum Leces Probolinggo) juga meraih Juara I Kitab Usul Fiqih pada Marhalah yang sama. 3). Abu Yazid (Santri PP. Darul Lughah Wal Karomah Kraksaan Probolinggo) meraih Juara II Kitab Akhlaq untuk Marhalah Ula. 4). Wildan Muhlisin (Santri PP. Darul Lughah Wal Karomah Kraksaan Probolinggo) Juara II kitab Hadis untuk Marhalah Wustha. 5. Muzdalifah (Santri PP. Nurul Qadim Paiton), Juara III Kitab Tauhid Marhalah Ulya dan 6). Debat Bahasa Inggris Putri (Diyah Ayu Rike Prasetyo, Wilda Ismi Azizah dan Anisatul Fajriyah) dari PP. Nurul Jadid Paiton berhasil meraih Juara II.
“Kami patut bersyukur, karena dari 10 santri yang dikirim untuk lomba Baca Kitab berhasil meraih juara sebanyak 5 orang, dan untuk debat Bahasa inggris memang mendelegasikan satu group Putri dan juga berhasil meraih juara II. Kita patut berbangga pulang tidak sia-sia”, ungkap Ulumuddin, salah seorang perwakilan Seksi PD. Pontren Kemenag.
Selain itu menurut Ulumuddin, dalam MTQ Jatim ke XXVII yang digelar di Lapangan Chandra Wilwatikta Pandaan Pasuruan dua minggu lalu, Probolinggo juga berhasil mendapatkan juara diantaranya; 1. Saidah Asriyah (PP. Fatahillah Ibnu Nizar Sumberkerang) Juara II Tafsir Bahasa Indonesia 2. Sabilil Maula (PP. Riyadlus Sholihin Rangkang Kraksaan) Juara II – 30 Juz Putra 3. Sholihah (PP. Nurul Qur’an Kedungsari Maron) Juara harapan I-Qiroah Tuna Netra 4. Warosati (PP. Nurul Qur’an Patokan Kraksaan) Juara harapan I Tafsir Bahasa Inggris dan yang ke 5. Muhammad Kamil (PP. Nurul Qur’an Patokan) Juara harapan I Kaligrafi Nashah.
Inilah yang cukup membanggakan baik dalam MTQ dan MQK Probolinggo tetap menorehkan tinta sejarah dari Khazanah Ilmiyah di kalangan Santri Pondok Pesantren. Bahkan Kepala Kankemenag kabupaten Probolinggo, mengantarkan langsung Kafilah MQK sebagai wujud kepedulian kepada calon pemimpin masa depan ini. Menurutnya; “Bahwa generasi muda yang islami dengan benar-benar memahami keilmuan tentang keislaman diyakini mampu merubah peradaban masa depan, semoga dan semoga”. (Ansori).

Jumat, 13 Oktober 2017

Kepala Kemenag, Antarkan Langsung Kafilah MQK Probolinggo Menuju Pacet Mojokerto

Kab.Probolinggo (PD. Pontren) Kegiatan demi kegiatan terus saja bergulir di lingkungan kementerian agama baik di tingkat Daerah Kabupaten, Provinsi hingga ke tingkat nasional. Seperti KSM, Olympiade MIPA, Aksioma, Pemilihan Guru dan Kepala Madrasah Teladan, Pemilihan Penyuluh Teladan, Pentas PAI, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan saat ini Musabaqah Qiro’atil Kutub (MQK) tingkat Provinsi yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto yang diasuh Romo Yai Asep. (12/10/2017).
Beberapa minggu lalu kegiatan MTK Ke XXVII tingkat Provinsi Kepala Kemenag berkenan hadir bersama Kafilah Probolinggo yang sebelumnya dilepas secara resmi oleh Bupati Probolinggo dengan didampingi anggota DPR-RI Komisi VIII Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si. Kemudian berlanjut dengan acara Pentas PAI VIII Tingkat Nasional di Banda Aceh baru tiga hari lalu beliau datang menemani Kakanwil serta Kafilah Jatim.
Hari ini walaupun pastinya sangat kelelahan Kepala Kankemenag kabupaten Probolinggo, Bapak H. Santoso, S.Ag. M.Pd kembali harus berangkat ke Pacet Mojokerto untuk mengawal Kafilah Probolinggo untuk mengikuti Musabaqah Qiroatil Kutub (MQK) V tingkat Provinsi.
Delegasi probolinggo terdiri dari 14 pesera yang merupakan santri dari  PP. Nurul jadid, PP. Darul Lughah walkaromah  Kraksaan, PP. Nurul Qadim Kalikajar Paiton dan PP. Mambaul ulum Leces Probolinggo. Sebagai pendamping (Official) staf PD. Pontren Ulumuddin dan Hasan, Abdul Bahar dan M. Fikri serta pengurus FKDT Probolinggo Muzammil dan Syarief Hidayah dengan menyertakan Dewan Juri KH. Abdul Hadi (Pegasuh PP. Nurul Qadim Paiton Probolingg)dan DR. Musholli M.Pd dari kab Bondowoso.
Probolinggo termasuk Wilker Malang juga mengirim Kafilah dalam memeriahkan giat MQK Jatim Ke V yang digelar di Pacet Mojokerto. Kafilah tersebut terdiri dari beberapa marhalah; Marhalah Ula, mengirimkan peserta lomba Kitab Tarikh atas nama Ahmad Faiz, peserta lomba Kitab Akhlaq atas nama Abu Yazid keduanya berasal dari satu pondok pesantren Darul Lughah Wal Karomah Kraksaan Probolinggo.
Marhalah Wustha, peserta lomba Kitab Hadits (Wildan Mukhlisindari Pondok Pesantren Darul Lughah Wal Karomah Kraksaan Probolinggo dan Kitab Balaghah (Ratna Juwita) dari Pondok Pesantren Nurul Qadim Kalikajar Paiton Probolinggo. Marhalah Ulya, peserta lomba Kitab Balaghah (Fikri Ali Yasin)Kitab Usul fiqh (M. Arori), Kitab Tafsir (Fathorrosi) ketiganya berasal dari pondok pesantren Mambaul Ulum Leces Probolinggo. Kitab Ilmu Hadits (Ubaidillah) dari pondok pesantren Mambaul Ulum Leces, Kitab Tauhid (Ahmad Faisal) sebagai utusan putra dari Pondok Pesantren Nurul Qadim Paiton dan utusan putri untuk kitab yang sama atas nama Muzdalifah juga di pondok yang sama, yakni PP. Nurul Qadim Paiton.
Sedangkan untuk Lomba Debat Bahasa Inggris hanya mengirim utusan putri sebanyak tiga orang yaitu; Diyah Ayu Rike Prasetyo, Wilda Ismi Azizah dan Anisatul Fajriyah dari Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo.
“Kegiatan ini bertujuan guna menumbuhkan kecintaan para santri untuk mempelajari kitab kuning, serta untuk menguatkan peran pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam dalam mencetak kader ulama dan tokoh masyarakat di masa depan, sebagai generasi masa depan, Peran santri sangat penting nanti bisa jadi pemimpin di NKRI agar mereka tidak kalah bersaing dengan yang lulusan dari luar pesantren” sebagaimana dalam sambutan Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur Drs. H. Syamsul Bahri, M.Pd saat membuka secara resmi MQK Ke V tadi sore.
Selain dihadiri Jajaran Pimpinan Teras di Pemprov Jatim dan Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, MQK V Jatim juga dihadiri Kepala Bidang Pd. Pontren Kanwil Kemenag Bapak Dr. Mas’ud, M.Pd selaku Ketua Panitia, para Kepala Kankemenag dan Kasi PD. Pontren kabupaten/Kota se Jawa Timur. Kafilah-kafilah turut meramaikan pagelaran MQK yang kemudian ditutup dengan doa oleh Ketua MUI Mojokerto. (Ansori).

Kamis, 12 Oktober 2017

Setelah menunggu dua hari, BNPT-BPS Temui Kepala Kemenag

Kab. Probolinggo (Inmas) Bereselang dua hari sejak selasa (10/10/2017) pasca audensi Tim BNPT-BPS dengan Kasubag TU Kemenag. Tim kembali melakukan audensi dengan Pimpinan Kemenag langsung. (Kamis, 12/10/2017). Hal ini dikarenakan Kepala Kemenag mendampingi salah seorang peserta Pentas PAI VIII Tingkat Nasional di Banda Aceh.
Tim yang terdiri tiga orang tersebut diterima langsung Kepala Kankemenag Kabupaten Probolinggo Bapak H. Santoso, S.Ag. M.Pd di ruang kerjanya dengan didampingi salah seorang penyuluh agama fungsional. Maksud dan tujuannya sebagai tindak lanjut crossceck data BNPT terkait Survei Ormas Radikalisme dan Anti Radikalisme di Kabupaten Probolinggo.
H. Santoso secara mendetail menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh ketiga tim yang memang sangat membutuhkan validitas data yang faktual. Seperti yang disampaikan sebelumnya oleh Kasubag TU Kemenag, Kepala menjelaskan bahwa situasi Probolinggo hingga saat ini sangat kondusif belum ditemukan adanya aliran-aliran radikal yang bisa meresahkann masyarakat.
“Saya memang baru di Probolinggo, terhitung sebelas bulan lalu menggantikan H. Busthami kepala Kemenag sebelumnya, Namun kami memiliki banyak penyuluh agama yang tersebar di 24 kecamatan, 27 penyuluh agama fungsional ditambah 192 penyuluh agama non PNS dan di masing-masing kecamatan ada seorang penyuluh agama yang bertugas pada penanganan Aliran Radikalisme dan sempalannya. Alhamdulillah hingga saat ini laporan terkait aliran yang dilarang pemerintah tersebut tidak ada, jelas Santoso.
Suasana kekeluargaan sangat terasa, keakraban ketiga tim tersebut cukup memberikan nilai positif dalam komonikasi aktif, yang kemudian berkembang banyak usulan diantaranya ketika seorang penyuluh menjelaskan kronologi perjalanan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Koordinasi lintas sektoral antara Pemerintah Kabupaten Probolinggo secara keseluruhan baik melalui Kesbangpol-Linmas, Organisasi Islam dan Sosial serta jajaran SKPD dan Kemenag bisa terjalin dengan baik sehingga memudahkan konsolidasi dan kondusifnya situasi di sini. (Ansori).

Gelar Rakor Di Pulau Gili Ketapang, Pengurus KKMD-FKDT Berlayar Arungi Lautan

Kab. Probolinggo (PD. Pontren) Optimalisasi kegiatan keagamaan dan singkronisasi data binaan, Seluruh Ketua Kelompok Kerja Madrasah Diniyah (KKMD)/ Forum Komonikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT)  dan Ketua Pokja PPS se kabupaten Probolinggo gelar rakor di Gili Ketapang Kecamatan Sumberasih. Sebanyak 24 orang ditambah staf PD. Pontren berlayar mengarungi lautan di bagian utara Probolinggo dengan dikomandani Ketua Pokja PPS Ust. Muzammil, S.PdI.(11/10/2017).
Pembahasan berkisar pada penataan program kegiatan Pokja PPS dan KKMD kedepan serta untuk memaksimalkan perannya dalam penataan madrasah dan pondok pesantren lebih terarah dan sinergi dengan program yang telah dicanangkan kementerian agama, jelas Muzammil.
Madrasah diniyah sebagai cikal bakal pondok pesantren perlu penataan lebih lanjut agar keberadaannya tidak dipandang sebelah mata, karena tidak bisa dipungkiri pembentukan karakter bangsa juga tidak pernah lepas dari peran madrasah dan pondok pesantren, ulas salah seorang staf PD. Pontren yang turut hadir di acara tersebut.
Setelah acara selesai, rombongan juga menyempatkan berkunjung ke salah satu wisata di pulau tersebut yakni Gua Kucing. Sebuah tempat bernama Goa Kucing yang berbentuk rumah dengan goa didalamnya merupakan makam salah seorang ulama yang berperan dalam penyebaran agama Islam di sana bernama Syech Ishaq, konon ulama tersebut  memiliki ribuan kucing sehingga makamnya pun disebut dengan nama Goa Kucing. Tak jauh dari lokasi goa ini terdapat lagi pantai yang meski dipenuhi dengan batu-batu karang namun tetap terlihat bagus dengan airnay yang berwarna biru jernih. Bahkan pantainya memiliki keindahan tersendiri. Bukan hanya orang pribumi bahkan dari manca negara juga sering menyempatkan diri berkunjung ke pulau kecil destinasi Jatim ini setelah berlibur ke Bali dan Bromo. (Ansori).

Rabu, 11 Oktober 2017

Kakanwil Bersama Tim Dampingi Kafilah Jatim Di Ajang Pentas PAI VIII Provinsi Aceh


Jatim (Inmas) 11/10/2017 Pentas PAI Ke 8 Tingkat Nasional di Taman Sri Ratu Safiatuddin, Banda Aceh,  resmi dibuka Menteri Agama, Bapak H. Lukman Hakim Saifuddin (LHS) hari Senin, (9/10/17) dengan didampingi Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf setelah ditandai pemukulan rapai pada malam tersebut.
LHS menjelaskan, Pentas PAI merupakan sebuah kebutuhan anak-anak Indonesia. Melalui kegiatan Pentas PAI kita dapat mengukur kemampuan minat dan bakat mereka dalam bidang agama Islam. Sementara bagi guru dapat menjadi kebutuhan meningkatkan keilmuan dalam agama Islam. Bagi pemerintah kegiatan itu harus dapat menjadi agenda pembinaan dan pemantauan pendidikan agama Islam secara nasional, sejak pelaksanaan pentas PAI pertama 2008 Ini yang pertama kita laksanakan di luar Jawa, tandasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf di hadapan para peserta mengajak masyarakat untuk menjunjung tinggi nilai keberagaman dalam kehidupan. dan agama Islam sangat menghargai keberagaman. Ia menyebutkan, di Indonesia para pejabat negara, polisi dan TNI diisi oleh mayoritas muslim. Dengan kondisi itu, ia mengajak agar mayoritas dapat melindungi kaum minoritas dimana pun berada. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak bersifat defensif (bertahan), karena sikap defensif menunjukkan sikap orang yang tertekan. Ia menambahkan, kaum mayoritas harus mampu melindungi minoritas. Selanjutnya mengajak peserta Pentas PAI dari seluruh Indonesia untuk dapat menikmati objek wisata yang ada di Banda Aceh dan kedatangan para peserta ke Aceh akan menimbulkan kesan yang baik dan dapat mempromosikan Aceh ke daerah masing-masing.
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur Drs. H. Syamsul Bahri, M.Pd bersama Tim Kanwil dan semua Kepala Kankemenag se Jawa Timur turut hadir dalam Pentas PAI VIII Aceh. Hadir pula Kepala Kankemenag Kabupaten Probolinggo H. Santoso menemani Kafilah Jatim hingga hari terakhir kegiatan. Gebyar Pentas PAI kali ini diikuti sekitar 1.200 peserta dari 34 provinsi yang akan berlangsung hingga tanggal 14 oktober 2017.
Dan yang akan dilombakan dalam Pentas PAI tahun ini meliputi delapan cabang yaitu Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Lomba Pidato PAI (LPP), Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ), Lomba Cerdas Cermat PAI (LCP), Lomba Kaligrafi Islam (LKI), Lomba Seni Nashid (LSN), Lomba Debat PAI (LDP), dan Lomba Kreasi Busana (LKB), sebagaimana disampaikan oleh Kepala Kankemenag Probolinggo Via Whatsapp dari Hotel Sulthan Aceh saat menemani Ananda Asghar Kandaz siswa SD Zainul Hasan Genggong Probolinggo. (Ansori).

Selasa, 10 Oktober 2017

Kasubag TU Kemenag Terima Tamu Bahas Radikalisme

Kab. Probolinggo (Inmas) Selasa siang (10/10/2017) Kasubag TU Kankemenag Bapak H. Fausi, SE. M.HI. M.PdI menerima kunjungan dua orang dari petugas Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan BPS Kabupaten Probolinggo untuk melakukan Survei Ormas Radikalisme dan sempalannya yang ada di Kabupaten Probolinggo. Menurut BPS upaya ini dilakukan untuk mengetahui secara mendetail terkait maraknya Radikalisme yang ada di Indonesia. Sebagai amanah dalam menjalankan tugas kita akan melakukan koordinasi dan komonikasi dengan berbagai pihak seperti Kementerian Agama yang memiliki otoritas keagamaan, Ormas Islam dan lembaga yang lain seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) serta beberapa Instansi terkait.
Kasubag TU Kemenag Bapak H. Fausi, SE. M.HI. M.PdI menjawab secara gamblang bahwa untuk melakukan komonikasi kita tunggu Kepala Kemenag Bapak H. Santoso, S.Ag. M.Pd yang sekarang masih menemani Kafilah Jatim di Petas PAI ke VIII Tingkat Nasional di Banda Aceh. Crossceck data juga perlu dilakukan dengan berkomonikasi dengan Kesbangpol-Linmas, Polres dan Kodim 0820 selain itu baru ke lembaga dan ormas terkait agar datanya benar-benar valid, jelas Fausi.
Selama ini Probolinggo tidak ada hal yang perlu dirisaukan, Alhamdulillah Probolinggo tetap kondusif berkat koordinasi dan komonikasi lintas sektoral yang berjalan dengan baik, tambahnya. Sementara kedua tim yang terdiri dari perwakilan BNPT Ibu Yenita Malang dan Nur Rahman mewakili BPS Probolinggo, menjelaskan bahwa survei ini untuk melakukan crossceck data ormas anti radikalisme, aksi-aksi yang dilakukan ormas islam dalam menanggulangi adanya radikalisme serta issu-issu yang berkembang. Dimana kita harus mengetahui secara mendetail potensi-potensi ke arah sana, ini semua dilakukan untuk menghindari adanya konflik keagamaan, jelas Yenita.
Sebenarnya untuk menanggulangi hal tersebut sudah banyak dilakukan di kabupaten ini, seperti; (9/4/2015 Tolak Paham Radikalisme PC. Gerakan Pemuda Ansor Probolinggo Membentuk Densus 99 dan Majelis Dzikir Rijalul Ansor, (29/01/2016) NU-MUI Tapal Kuda Tolak Syi’ah dan Wahabi (Dialog-Halaqah) Pondok Pesantren Nurul Qodim Kalikajar, Paiton, Kabupaten Probolinggo, sebagai tanggapan serius adanya gerakan aliran sesat, dengan mengandeng PCNU tiga wilayah, yang dihadiri para ulama Kota/Kabupaten Probolinggo dan beberapa ulama dari luar daerah, se tapal kuda. (1/6/2016) PC GP. Ansor dan Banser menggelar apel kesetiaannya terhadap Pancasila dan NKRI, dan tanda tangan ikrar kesetiaannya pada NKRI. Tak hanya pengurus Ansor, tapi juga pengurus badan otonom, lajnah dan lembaga NU. (14/6/2016) Tangkal Radikalisme, LTMNU Probolinggo Segera Labelisasi Masjid bertempat di Masjid Ar-Raudloh Kraksaan. (4/9/2016) ISNU Jatim dan Ulama NU Tapal Kuda Gelar Pertemuan di Jember sebagai antisipasi Gerakan Radikalme. (23/9/2016), Temu Tokoh Agama dan Ormas, Menghasilkan Empat Rekomendasi bertempat di Aula Al-Ikhlas Kemenag kabupaten Probolinggo. (21/12/2016) Antisipasi Radikalisme, Kapolda Jatim Gelar Tiga Pilar Plus di Gedung Islamic Center Probolinggo, Ahad, (08/01/2017) Maraknya Radikalisme, IPNU Inzah Genggong Perkuat Identitas NU, (13/2017), Jaga Keutuhan NKRI, NU Probolinggo Gencar Konsolidasi meliputi Probolinggo, Lumajang dan Jember, Senin, (01 Mei 2017) Fatayat NU Harus Mampu Bentengi Pemudi dari Aliran Radikal pada giat puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-67 Fatayat NU sekaligus peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang digelar Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Probolinggo di Gedung Djojolelono Kabupaten Probolinggo, Sabtu (29/4).
BNPT dan Kemenag Kerja Sama Agar Penyuluh Agama Bisa Meredam Paham Radikalisme (Dialog Penyuluh Agama Pencegahasan Paham Radikalisme Se Jawa Timur) di Hotel Vasa Surabaya pada tanggal (15/6/2017) beberapa waktu lalu. Selanjutnya Bertempat di Makodim 0820, Jum’at (14/7/2017) Kodim 0820 Gelar Silaturahim Cegah Radikalisme (25/7/2017) Orasi Ilmiyah oleh Gus Ipul : Penyuluh Agama Harus Paham Radikalisme, Agama Islam Secara Benar dan Hidup di Indonesia (Dalam acara Jambore Penyuluh Agama Se Jawa Timur di Senduro Lumajang). (8/8/2017, Bersama Anggota DPR-RI Komisi VIII, Kemenag turut hadir dalam Silaturrahim Ulama-Umaro di Pendopo Kecamatan Krejengan. Minggu, (24/9/2017) Cegah Paham Radikalisme, Warga Sumberasih Canangkan Gerakan Satu Rumah Satu Kentongan.
Sementara Kemenag seperti telah melakukan upaya dengan mengangkat 192 penyuluh agama islam se Kabupaten Probolinggo perkecamatan 8 orang penyuluh yang salah satunya bertugas untuk bidang “Aliran Radikalisme dan Sempalannya” Jadi se kabupaten ada 24 penyuluh agama yang membidanginya ditambah 27 penyuluh agama islam fungsional siap diterjunkan untuk memberikan sosialisasi terkait. Sebagaimana pengumuman Kelulusan PAI-NPNS, (9/12/2016). Ini semua dilakukan sebagai upaya untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (Ansori).

Sabtu, 07 Oktober 2017

Bentuk Generasi Mutakhir, MTs.N2 Probolinggo Gembleng Siswa-Siswinya Dengan Metode ESQ

Kab. Probolinggo (MTs) Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Probolinggo yang dinahkodai Drs. A. Mudakkir terus melakukan inovasi dalam berbagai hal. Tidak hanya dalam bidang Kurikuler yang namun ektrakurikuler terus dilakukan. (6/10/17).
Jum’at (6 Oktober 2017 ada terpantau beberapa kegiatan yang terpublis melalui medsos facebook dari Kepada Madrasah yang cukup energik tersebut. Misalnya penerapan satu metode ESQ yang merupakan penggabungan Emotional Quotients (EQ) dan Spiritual Quotients (SQ), yakni pengendalian kecerdasan emosi dan spiritual digabungkan, melalui rangkaian kegiatan rutin seperti; pembiasaan 💎Solat Dhuha berjamaah bagi guru dan siswa dengan diawali pembacaan Al-Qur’an dan Asmaul Husna bersama setiap pukul 06.40 Wib. dilanjutkan dengan Kultum (kuliah 7 menit) oleh siswa.
Selain itu acara Istigotsah juga rutin dilaksanakan di madrasah tersebut. 💎Klinik Alqur’an menjadi salah satu perpustakaan jiwa untuk pembiasaan mereka mempelajari mengamati dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari tidak lepas dari upaya dalam meningkatkan moralitas mereka. Selanjutnya seperti madrasah yang lain kegiatan belajar mengajar dengan pengetatan Supervisi Pelaksanaan Pembelajaran baik bagi guru dan siswa.
Pada saat itu pula, juga dilakukan evaluasi hasil penilaian tengah semester Program SKS/ Program Peserta Didik Cerdas Istimewa (PDCI) MTsN 2 Probolinggo Tapel 2017/2018 dengan pemateri Zamroni, M.Pd. Sistem pembelajaran yang diterapkan cukup dinamis dan progresif. Penanaman jiwa Qur’ani diterapkan melalui “Kegiatan ayo ngaji menghafal Al-Qur’an” dengan menyediakan satu lembaga Rumah Tahfidz yang dilaksanakan setiap Ba’da Sholat Jum’at dengan bimbingan khusus oleh Ust. Ya’kub Imam Besar Masjid Arraudlah Kraksaan dibantu Ustadz-Ustadzah yang lain. Bahkan saat ini menurut Mudakkir, M.Pd sedang merancang dan menyiapkan program membaca cepat kitab kuning, madrasah literasi, adiwiyata dengan sarananya yang sudah siap dan sudah melakukan MoU dengan Ipmomi dan SMAN Kraksaan, ditambah dengan melakukan studi ke beberapa lembaga madrasah di Kota Malang MTs.N Lawang, MTs.N 2 Kediri untuk menuju madrasah riset dan MTs.N Kanigoro Kediri menuju madrasah adiwiyata, jelasnya. (Ansori).

Kamis, 05 Oktober 2017

​H. Santoso : Layani siapapun dengan muka manis

Kab. Probolinggo (Pendis) Upaya untuk terus melakukan perbaikan dalam pelayanan prima. Kementerian agama kabupaten Probolinggo rapatkan barisan untuk mensinergikan program pendis. Untuk itu Kepala Kankemenag Bapak H. Santoso dan Kasubag TU melakukan rapat dinas terkait optimalisasi program Pendidikan agama (PendMa) dan Pais.(5/10/2017).
Dalam rapat dibahas pula penuntasan TPP terhutang dengan memerintahkan para kasi membangun komonikasi inten dengan Kanwil Kemenag Jatim yang membidangi. Pelayanan prima akan membangun image pelayanan kita, ungkapnya.
Mantan Kepala Kankemenag Banyuwangi ini juga menambahkan bahwa nilai Integritas yang telah ditandatangani Kepala Kemenag dan Bidang Pelayanan Pendis. TPP Guru Pendma dan GPAI Pais baik terhutang dan yang belum terbayar semoga bisa terbayarkan yang tentunya harus memenuhi dan sesuai dengan prosedur yang ada seperti validitas data sudah terverifikasi oleh tim auditor. Karena itu hak mereka para pendidik yang mengabdi pada negeri dalam mencerdaskan generasi bangsa selama masih aktif mengajar dan belum pensiun.
Dalam memberikan pelayanan kita harus ikhlas, bermuka manis kepada siapapun tidak bermuka muram apalagi cemberut. Layani dengan baik dan penuh tanggungjawab. Semua pegawai tidak boleh meminta atau menerima uang dari siapapun terkait dengan hal tersebut diatas, pintanya. (Ansori).

Rapat Dinas Bimais Harapkan Penyuluh Agama Cintai Al-Qur’an dan Pecinta Al-Qur’an

Kab. Probolinggo (Bimais) Rapat dinas Bimas Islam bersama pengusus Pokjaluh kabupaten Rabu (4/10/2017) di Ruang Bimais yang dipimpin langsung Ketua Pokjaluh kabupaten mengajak para penyuluh agama peduli sesama serta memberikan support positif dalam berbagai upaya keumatan. Di mana saat ini kita memasuki tahun baru Islam 1439 H. Pada bulan Muharram ini banyak aneka kegiatan yang telah dilakukan masyarakat islam baik di kalangan Pesantren, Madin, Tokoh lintas instansi seperti juga yang dilakukan penyuluh agama dengan memberikan santunan anak yatim piatu. (4/10/2017).
Bahkan Pemerintah daerah kabupaten Probolinggo setiap tahunnya selalu memberikan santunan kepada ribuan anak yatim piatu ini kita tiru walaupun tidak sama namun harus berbuat, ungkap A. Wafi Kasi Bimais Kankemenag.
Beliau mengingat bahwa budaya ini sebenarnya budaya pesantren yang terus menerus dilakukan. Dan saat ini sudah menjadi budaya nasional. Terkait dengan kegiatan MTQ ke XXVII Provinsi Jawa Timur yang dibuka tanggal 30/9/2017 tempo hari oleh Bapak Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo bersama Bapak Kakanwil Drs. H. Syamsul Bahri, M.Pd di Gedung Chandra Wilwatikta Pandaan Pasuruan Jawa Timur merupakan acara gebyar islami yang harus selalu kita dukung walaupun hanya berupa support nyata kepada delegasi dan peserta kita dari Probolinggo, tambahnya.
Pengurus Pokjaluh kabupaten Probolinggp dijadwalkan akan mengunjungi para peserta dalam kegiatan MTQ Jatim tersebut pada hari kamis (5/10/2017) dan Minggu (8/10/2017) sementara pada acara penutupan nanti Pokja KUA in sya Allah semuanya akan hadir pula sebagai wujud kerjasama yang bbaik lintas instansi di kabupaten ini. Menurut Dosen IAI Nurul Jadid Paiton ini dukungan moral sangat diperlukan demi memberikan semangat juang sekaligus kita belajar untuk saling membangun iklim dinamis yang islami serta berkelanjutan. Beliau bersama pimpinan kemenag Bapak H. Santoso (Kepala) dan H. Fausi (Kasubag TU) telah bersama-sama hadir pada acara pembukaan 29 september 2017 lalu.
Selain itu kunjungan ini sebagai langkah nyata para penyuluh untuk menjadikan pembelajaran agar kita mengerti akan pelaksanaan MTQ XXVII sebagai perbaiakan MTQ tingkat kabupaten kedepannya. Penataan program kepenyuluhan kedepan sebisa mungkin harus memasukkan program-program cinta Al-Qur’an tutup Wafi. (Ansori).
http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html