AJAKLAH MEREKA KE JALAN TUHANMU DENGAN HIKMAH DAN PENUH KASIH SAYANG

Sabtu, 06 Mei 2017

Peringati Hardiknas, Lembaga Pendidikan Ma’arif Gelar Lomba Mewarnai

Probolinggo (LP. Ma’arif) Sekitar 400 siswa Raudlatul Athfal (RA) Kecamatan Leces turut meramaikan lomba mewarnai yang digelar oleh Pimpinan Cabang Lembaga Pendidikan (PC. LP. Ma’arif) Kabupaten Probolinggo bertempat di Gedung PCNU, Sabtu (6/5/2017).

Lomba yang digelar dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) 2017 ini dibuka secara resmi oleh Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH. Jamaluddin Alhariri. Hadir pula Pengurus PC. Lembaga Pendidikan Ma’arif, Pengawas RA/Madrasah Kecamatan Leces, Kepala dan Guru RA untuk mendampingi siswa-siswinya. Bahkan para wali murid juga hadir untuk memberikan dukungan moril kepada anak-anak mereka.

Dalam sambutannya KH. Jamaluddin mengapresiasi PC LP. Ma’arif yang mampu membangun kerjasama dengan lembaga pendidikan Islam walau sekelas Raudlatul Athfal semoga kedepannya bisa bekerjasama dengan madrasah dan lembaga di atasnya yang tujuannya tiada lain untuk meningkatkan kreatifitas siswa dalam mengembangkan bakat anak. Tanpa dikembangkan maka bakat dan kreatifitas anak didik kita akan stagnan, sangat disayangkan kalau generasi keemasan mereka tidak kita kembangkan, ungkap Rais Syuriah.

“Anak-anak harus kita pupuk sejak dini agar potensi yang dimilikinya berkembang sesuai fitrahnya”. Merekalah generasi bangsa  era mendatang yang harus siap dan matang.”

Hal senada disampaikan Pengawas RA/Madrasah Salma, “melalui kegiatan ini kita asah bakat dan minat anak sejak usia dini, melalui pendidikan mereka akan mampu mewujudkan bakat, minat sesuai potensi dan kreatif mereka”. Hal ini bukan tanpa alasan sebagaimana Pidato Mendikbud tanggal 2 Mei 2017 kemaren, dengan tema Hardiknas : “Percepat pendidikan yang merata dan berkwalitas”, pungkasnya.


Sementara Ketua Panitia Yuli menyampaikan terima kasih kepada Pengurus PCNU dan semua panitia. Kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik berkat kerjasama dan dukungan dari semua pihak. PCNU telah memberikan dukungannya terhadap Pimpinan Cabang LP. Ma'arif baik moril maupun materiil semoga kedepan kita bisa melaksanakan kegiatan yang lebih baik lagi, harapnya. (Mp).

Kamis, 27 April 2017

Pada Puncak Harlah Ke-67, Fatayat NU Probolinggo Hadirkan KH. Badrus Shodiq Sebagai Pembicara Ilmiyah

Probolinggo, Kamis, 27/4 (KMP) Bertempat di Gedung Joyolelono Kabupaten Probolinggo, Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (PC. Fatayat NU) Kabupaten Probolinggo melaksanakan kegiatan puncak harlah Fatayat yang ke 67 sekaligus memperingati Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW.
Acara ini dihadiri sekitar 700 undangan terdiri dari pengurus PC Fatayat NU Kabupaten, pengurus PAC dan Ranting Fatayat NU Se Wilker PCNU Kabupaten Probolinggo. Hadir pula Ketua Tanfidziyah PCNU Probolinggo, beberapa perwakilan Lembaga dan Banom dan MWCNU. Undangan kehormatan Bupati Probolinggo diwakili Kepala Dinas Sosial.
Sebagai pembuka lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh sahabat Holila dilanjutkan dengan pembacaan Sholawat Nahdiyyah dan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Fatayat serta Ya Ahlal Wathon. Lantunannya mampu membuat khidmat para undangan bahkan ada sebagian diantara mereka yang meneteskan air mata.
Dalam sambutannya Ketua  Fatayat NU Kabupaten Probolinggo Elysa Chanda menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini untuk menjalin silaturrahim seluruh pengurus PC, PAC hingga Ranting fatayat bisa bersambung dengan baik. Karena hanya dengan sambungan itulah kemaslahatan ukhuwah bisa bermakna, jelas Lisa.
Lisa berharap melalui kegiatan-kegiatan fatayat mampu membentuk  Pemimpin perempuan cerdas yang bisa mengaplikasikan Islam Nusantara dalam kehidupan bermasyarakat dengan tetap berpegang pada ajaran Aswaja. Peningkatan ekonomi produktif melalui pelatihan-pelatihan kita bersinergi dengan Satker terkait yang harapannya dapat memberdayakan sahabat muda Fatayat NU berkreativitas dan mandiri berdaya saing SEHAT disegala sektor. Pembangunan.
Sementara Ketua PCNU Probolinggo KH. Abdul Hadi Saifullah menyatakan fatayat NU sebagai organisasi basis pemudi NU harus bisa maju dan berkembang dalam membentengi kaum mudi dari arus perkembangan zaman dan aliran-aliran radikal yang marak beredar akhir-akhir ini.
Abdul Hadi mengappresiasi PC Fatayat NU Probolinggo dengan melaksanakan harlah fatayat yang sekaligus memperingati Isro’ Mi’roj Rasulullah SAW sebagai hari ulang tahun sholat lima waktu, In Sya Allah ada hikmah yang besar dibalik keduanya.
Kalau bisa PC Fatayat NU melakukan turba ke PAC dan ranting secara bergiliran dengan tempat yang telah ditentukan namun harus diplanning dengan baik. Selain itu sebagai ajang belajar bersama untuk memperkuat keislaman dengan ngaji bareng penceramah, ulasnya. Di saat yang sama juga diserahkan hadiah pemenang lomba oleh Ibu Retno Kepala Dinas Sosial Pemkab yang selanjutnya membacakan sambutan Bupati probolinggo.
Terakhir Mauidhotul Hasanah disampaikan KH. Badrus Shodiq dari Jember Jawa Timur sekaligus ditutup dengan doa. Semoga melalui kegiatan ini akan membangkitkan ghiroh para fatayat NU untuk selalu berkiprah dalam khazanah ilmiyah, islamiyah dan membangun peradaban. (Ansori).

Sabtu, 22 April 2017

Semarak KSM 2017 Diappresiasi Kasi PendMa Kemenag

Kab. Probolinggo (PendMa) Berdasarkan Surat dari Kanwil Kemenag Jatim Nomor : B-1483/Kw.13.2/4/PP.00.6/03/2017 tanggal 13 Maret 2017 dan SK Dirjen Pendis 391 tahun 2017 tentang petunjuk teknis KSM 2017
dengan Tema : “ Sehat Unggul dan Berdaya Saing Global” yang bertujuan untuk menyediakan wahana menyangkut bakat minat di bidang Sains, memotivasi budaya kompetitif dan mengapresiasi siswa berprestasi. (22/4).

Seksi PendMa sejak Jum’at, 7 April 2017 lalu telah membuka pendaftaran kegiatan ini dengan bagi Juara 1 dan 2 KSM seleksi tingkat KKM yang dibuktikan dengan surat keterangan/piagam dan Copy raport yang dilegalisir. Peserta maksimal kelas 5 MI, kelas 8 MTs, kelas 11 MA. Berkas yang telah diterima Seksi PendMa masih akan diverifikasi sebelum dilakukan penetapan sebagai calon peserta Seleksi KSM Tingkat Kabupaten.

Dalam sambutannya Kasi PendMa memberikan appresiasi kepada Panitia dan Jajaran Pokjawas serta KKM yang telah bersinergi dalam mensukseskan acara seleksi Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat kabupaten, semoga melalui ajang ini akan mampu mengembangkan minat bakat para anak didik baik dari MI, MTs maupun MA, sehingga harapannya kelak mereka akan menjadi generasi yang sehat, unggul dan memiliki daya saing, ungkap H. Taufik.


Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dari semua tingkatan baik untuk MI, MTs dan MA dilaksanakan satu hari penuh bertempat di Aula Al-Ikhlas Kemenag. Tingkat MI dilaksanakan pada dari Pukul 08.00 s.d. 11.00 Wib sedangkan tingkat MTs dan MA dilaksanakan dari Pukul 12.30 s.d. 15.30 Wib. Dan pada waktu yang sama juga akan diumumkan para Pemenang tepatnya pada Pukul 16.00 Wib. Dan yang telah dinyatakan menang dalam seleksi KSM hari ini 10 Mei 2017 datanya akan dikirimkan ke Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur untuk mengikuti seleksi tingkat Provinsi. (Mp).

Kamis, 20 April 2017

H. Moh. Nurhasan : Selain Mencegah Perbuatan Keji dan Mungkar Sholat Juga Berfungsi Bagi Kesehatan

Probolinggo (KMP) Bimbingan Rohani Islam di lingkungan kementerian agama kabupaten Probolinggo telah berjalan dua kali sejak diprogramkan oleh Kasubag TU Bapak H. Fausi. Yang bertujuan untuk membiasakan ASN kemenag untuk senantiasa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Swt. Dan mampu mensinergikan amaliyah bathiniyah dengan amaliyah yaumiyah. (20/4).
Dalam kesempatan tersebut H. Moh. Nurhasan selaku Kasi PD. Pontren mengangkat tema : Sholat dalam perspektif sosial dan kesehatan. Beliau membacakan : Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Ankabut: 45)
Ayat diatas, Allah memerintahkan manusia untuk membaca kitabNya (al-Quran) dan juga memerintahkan manusia untuk mendirikan shalat. Kemudian disebutkan bahwa shalat mampu mencegah manusia dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar. Dan juga disebutkan bahwa shalat memiliki keutamaan-keutamaan tersendiri dibandingkan dengan ibadah lainnya.
Shalat ternyata tidak hanya menjadi amalan utama di akhirat nanti, tetapi gerakan-gerakan shalat paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Bahkan dari sudut medis, shalat adalah gudang obat dari berbagai jenis penyakit. ibadah shalat merupakan ibadah yang paling tepat untuk metabolisme dan tekstur tubuh manusia. Gerakan-gerakan di dalam shalat pun mempunyai manfaat masing-masing.
Takbiratul Ihram, yaitu berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah. Gerakan ini bermanfaat untuk melancarkan aliran darah, getah bening (limfe), dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.
Ruku’, ruku’ yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang. Gerakan ini bermanfaat untuk menjaga kesempurnaan posisi serta fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat saraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi untuk merelaksasikan otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah sarana latihan bagi kemih sehingga gangguan prostate dapat dicegah.
I’tidal merupakan variasi dari postur setelah ruku’ dan sebelum sujud. Gerakan ini bermanfaat sebagai latihan yang baik bagi organ-organ pencernaan. Pada saat I’tidal dilakukan, organ-organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Tentu memberi efek melancarkan pencernaan.
Posisi sujud berguna untuk memompa getah bening ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Oleh karena itu, sebaiknya lakukan sujud dengan tuma’ninah, tidak tergesa-gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Posisi seperti ini menghindarkan seseorang dari gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik ruku’ maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.
Duduk setelah sujud terdiri dari dua macam yaitu iftirosy (tahiyat awal) dan tawarru’ (tahiyat akhir). Perbedaannya terletak pada posisi telapak kaki. Pada saat iftirosy, tubuh bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan saraf nervus Ischiadius. Posisi ini mampu menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarru’ sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (uretra), kelenjar kelamin pria (prostate) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan dengan benar, posisi seperti ini mampu mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iftirosy dan tawarru’ menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.
Salam, yaitu gerakan memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal. Salam bermanfaat untuk bermanfaat untuk merelaksasikan otot sekitar leher dan kepala, menyempurnakan aliran darah di kepala sehingga mencegah sakit kepala serta menjaga kekencangan kulit wajah.
Dalam menjalankan kehidupan sosial dan hubungan dengan orang lain, manusia membutuhkan serangkaian etika yang sangat penting demi menjaga pergaulan dengan orang lain. Lebih dari itu, kondisi juga harus dipertimbangkan dalam mengambil langkah karena hal itu juga menentukan dalam menggapai kesuksesan.
Ajaran-ajaran agama memperhatikan etika dalam seluruh perilaku, dan mendorong manusia supaya menjaga nilai-nilai dalam berperilaku. Shalat adalah salah satu di antara pekerjaan yang mempunyai etika khusus. Untuk itu, manusia sepatutnya memperhatikan hal-hal tersebut.

Untuk mencapai hakikat shalat dan menggapai nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam ibadah ini, seseorang sudah sepatutnya menjaga kondisi shalat dengan baik. Sangatlah jelas bahwa shalat mempunyai efek-efek konstruktif dan berharga yang dapat mendorong manusia ke arah kedewasaan dan kesempurnaan seutuhnya. Sebaliknya, manusia akan mengalami dekadensi dan kehilangan rahmat Allah Swt saat tidak memperhatikan kondisi shalat, ulas Nurhasan. (Mp).

Jumat, 14 April 2017

Semarak Harlah NU-94, PCNU Probolinggo Gelar Istighosah dan Gebyar Sholawat

Probolinggo (KMP) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo memeriahkan harlah NU ke 94 dengan Tumpengan dan Istighosah bersama jajaran pengurus PCNU, Pimpinan Cabang Lembaga dan Badan Otonom, MWC hingga PRNU. (14/4).
Acara yang dihadiri sekitar 140 orang ini juga dihadiri jajaran PCNU, Rais Syuriah KH. Jamaluddin Alhariri, Katib Syuriah KH. Masrur Nashor, Ketua Tanfidziyah PCNU KH. Abdul Hadi Saifullah, Sekretaris PCNU, Ketua PC. Gerakan Pemuda Ansor-Satkorcab Banser, Ketua PC. LWP, Ketua PC. JQH, Ketua PC/PAC Fatayat-Muslimat serta para pengurus yang lain.
Tawassul oleh Rois Syuriyah PCNU KH. Jamaluddin mengawali acara istighosah dilanjutkan dengan Orasi Ilmiyah oleh Ketua Tanfidziyah PCNU KH. Abdul Hadi Saifullah. Dalam orasinya Abdul Hadi mengajak semua pengurus NU untuk merenung dan berfikir, bahwa “kita adalah para pengurus NU yang sebenarnya sedang memikul amanah dari para Ulama NU.”
“Apa yang telah kita perbuat untuk NU, sudahkah kita memberikan manfaat kepada NU, atau jangan-jangan kita telah mengorbankan dan memanfaatkan NU untuk kepentingan diri sendiri.
Sudahkah kita berkorban untuk NU atau mungkin kita telah mengorbankan NU untuk kepentingan kita. Sudah pantaskah kita menjadi santrinya Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asyari dan tidak memalukan Hadratus Syaikh. Semoga kelak kita akan dikumpulkan dalam rombongannya.
Menjadi pengurus NU sebenarnya adalah pesuruh NU yang senantiasa mengharap barokah. Untuk itu melalui kegiatan Harlah NU ke 94 ini kita terus berupaya introspeksi diri sebagai upaya untuk memperbaiki diri.
Sebagai Jam’iyah Nahdlatul Ulama; “Teruslah berpacu menata diri, meraih prestasi yang diridhoi Ilahi. Kibarkanlah panji-panji Nahdlatul Ulama agar terus bersinar, sebagai pengawal keutuhan dan tegaknya NKRI”, tutupnya.
Selain Istighosah yang dipimpin KH. Ghozali dengan doa dari Rois Syuriyah dan Katib Syuriyah PCNU, juga dilakukan penyerahan Piala dan penghargaan pemenag lomba Hifdzil Qur’an. Juara 1. M. Kholilurrohman, MI Nurul Hikmah Bantaran, dengan nilai 95, Juara 2. Rafiudin Shabri MI. Darun Najah Dringu, dengan nilai 94, Juara 3. M. Khoirur Roziqin, SD Unggulan Rohmatul Ummah Bantaran, dengan nilai 93 dan para juarawan lainnya.
Sekretaris PCNU Choirul Islaq juga melaporkan bahwa untuk demi semaraknya harlah NU tahun ini, PCNU Probolinggo selain turut serta mensukseskan Istighosah Kubro yang di Glora Delta Sidoarjo minggu lalu juga menyelanggarakan serangkaian kegiatan diantaranya; 1. Festival minat dan bakat, bertempat di SD. Unggulan Rohmatul Ummah Bantaran yang dilaksanakan oleh PC. Muslimat NU pada tanggal 6 April 2017, 2. Sarasehan Polemik Tradisi NU dan Politik Kebangsaan di Era Modern, dilaksanakan oleh PC. IPNU-IPPNU pada tanggal 8 April 2017 bertempat di SMA Wali Songo Sumberasih, 3. Lomba Diniyah, Sholawat Nahdliyah bertempat di Kantor PCNU pada tanggal 8 April 2017 dengan pelaksana PC. Fatayat NU, 4. Musabaqah Hifdzil Qur’an dilaksanakan oleh PC. Lembaga Pendidikan Ma’arif, pada tanggal 11 April 2017 bertempat di Kantor PCNU, 5. Festival Hadroh AlBanjari, oleh PC. Lesbumi tanggal 14 April 2017 bertempat di Kantor PCNU dilanjutkan 6. Tasyakkuran Harlah NU dengan tumpengan, 7. Istighosah dan Gebyar Sholawat Nabi di Kantor PCNU dan terakhir  Gebyar Sholawat dengan Radad ISHARI, tanggal 21 April mendatang yang in sya Allah akan dilaksanakan di Ex Pemkab Probolinggo. Semoga acara  demi acara lancar dan memberikan barokah bagi semua, harap Ishaq. (Ansori).

Rabu, 12 April 2017

Dalam Rangka Kaderisasi Da’i Aswaja, PC. Asnuter dan MWCNU Sepakati Muhadlarah Rutin

Probolinggo (KMP) Melihat perkembangan situasi dan kondisi di berbagai daerah semakin hari semakin memprihatinkan, banyaknya pemahaman yang memerlukan tanggapan dan penjelasan mendetail serta perlunya penguatan peran da'i dan tokoh agama. Selasa kemarin 11 April 2017 Pimpinan Cabang Aswaja NU Center (PC. ASNUTER) Kabupaten Probolinggo melaksanakan Rapat Koordinasi dengan Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Wilayah barat. (11/4).

Pertemuan yang bertempat di kediaman Sdr Fathurrozi Amien Sekretaris PC. Asnuter ini bertujuan untuk menyikapi perkembangan keagamaan sekaligus menyamakan persepsi dalam mengambil langkah perbaikan.

PC. Asnuter bersama Pengurus MWCNU Wilayah barat berhasil merumuskan beberpa keputusan; 1. Menyepakati Muhadlarah Rutin bulanan pengurus MWCNU dalam rangka kaderisasi Da'i Aswaja 2. Muhadlarah dilakukan setiap hari rabu manis, berpindah dari satu MWC ke MWC lain 3. Perumusan materi Muhadlarah menjadi tanggungjawab Asnuter PCNU 4. Peserta Muhadlarah dari masing-masing MWC adalah Ketua MWC bersama minimal 3 orang kader Da'i Aswaja 5. Narasumber ditentukan oleh Asnuter PCNU, setelah beberapa kali Muhadlarah akan diisi bergantian oleh kader Da'i dari masing-masing MWC 6. Dapat dilakukan pengembangan program berdasarkan kesepakatan dalam kegiatan muhadlarah.


Itulah beberapa keputusan rapat koordinasi antara Pimpinan Cabang Aswaja Nahdlatul Ulama Center (PC Asnuter) dengan Pengurus MWCNU se wilayah kerja PCNU Kabupaten Probolinggo, semoga diridhoi Allah Swt dan bisa berjalan dengan baik, harap Teguh Mhz. (Mp/Tm).

Rasulullah Saw Teladan dan Panutan Umat Manusia, RA. Kartini Sang Pelopor Kebangkitan Perempuan Indonesia

Kab. Probolinggo(DWP) Dharma Wanita Persatuan Kankemenag Kabupaten Probolinggo gigih dalam memperjuangkan nasib kaum hawa. Dalam bulan lalu Pengurus DWP Kemenag gencar mensosialisasikan “Perempuan Anti Korupsi” melalui program “SPAK”.

Kali ini, Rabu, 12 April 2017 Ibu-Ibu Perempuan Kemenag Probolinggo ini menggelar kegiatan “Menyambut Isro’ Mi’roj Rasulullah SAW dan Hari Kartini Ra.” dengan mengangkat tema : “Dengan Peringatan Isro’-Mi’roj Nabi Muhammad Saw Kita tingkatkan Keimanan dan Ketaqwaan Kepada Allah Swt. sebagai landasan moral dan etika”.

Dalam sambutannya, Ketua DWP Kemenag Ibu Hj. Muzayyanah Santoso menghimbau semua anggota untuk aktif dalam berbagai kegiatan dan selalu berbenah dalam memperbaiki diri.  Peringatan Isra Miraj dan hari Kartini hendaknya bisa kita teladani kebaikannya, Rasulullah Saw teladan dan panutan seluruh umat manusia yang mampu mencerahkan kehidupan, Rasulullah Saw lentera yang menyinari jagat dengan sinar keimanan, sinar islam yang terang benderang hingga akhir zaman. Rasulullah Saw menjadi panutan kita dalam beragama, menata bangsa dan negara.  Sedangkan RA Kartini mampu menginspirasi wanita Indonesia untuk bangkit dari keterpurukan menuju pencerahan, menuju dunia yang seimbang, menuju emansipasi yang memperjuangkan hak-hak kewanitaan. Kartinilah “Sang Pelopor  Kebangkitan Perempuan Indonesia” bahkan bukunya yang berjudul “Habis Gelap terbitlah Terang” sangatlah fenomenal.

Sementara Penceramah dipercayakan kepada Kepala KUA Banyuanyar, H. Mufti Agus Prihatin secara detail beliau mengupas tentang “Pentingnya menjaga sholat dalam kehidupan sehari-hari sebagai upaya memantapkan langkah kita dalam berkhidmat kepada Allah Swt dalam memperbaiki diri “hablun minallah wa hablun minannas”.


Acara yang dipusatkan di Aula Al-Ikhlas Kemenag ini diikuti sekitar 120 anggota Dharma Wanita Kemenag. Selain dihadiri Ketua DWP, juga hadir Ibu Wakil Ketua Hj. Kholifah Fausi serta pengurus yang lain dari DWP masing-masing kecamatan. (Ansori).

Selasa, 11 April 2017

Wujud Cinta Al-Qur’an, 75 Siswa SD-MI Probolinggo Ikuti Lomba Hifdzil Qur’an Yang Digagas Lembaga Pendidikan Ma’arif

Probolinggo (KMP) Menyambut Harlah NU ke 94, banyak pengagungan yang diekpresikan oleh warga dan banom dan lembaga NU. Kalau minggu kemarin (9/4) kira ramai-ramai berkumpul di Stadion Gelora Delta Sidoarjo dalam bentuk Istighosah Kubro yang dihadiri sekitar 1,5 Juta orang. Satu hari sebelumnya Pimpinan Cabang Fatayat NU Probolinggo, Sabtu (8/4) merayakannya dengan menggelar tiga lomba; Lomba Da’iyah, Sholawat An-Nahdliyah dan Berdongeng.

Hari ini Selasa, 11 April 2017 Pimpinan Cabang Lembaga Ma’arif NU Kabupaten Probolinggo memeriahkannya dalam bentuk yang berbeda pula. Lembaga ini memeriahkannya dengan menggelar Lomba Hafalan Al-Qur’an Juz 30 bagi siswa SD/MI walaupun tentunya kemarin pimpinan dan pegurusnya juga hadir di Delta Sidoarjo.

Sebanyak 75 siswa dari Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se Wilayah PCNU Kabupaten Probolinggo menjadi peserta lomba Hifdzil Qur’an ini diantar guru-guru mereka dengan tabah mengikuti pembukaan hingga akhir acara.

Pembukaan dihadiri Sekretaris PCNU, Chairul Ishaq, SH, Ketua PC LP. Ma’arif Bapak Musyafik, S.Ag. SH. M.Pd, Wakil Ketua, M. Mushlih, M.PdI, Ketua PC. Pergunu M. Mujib, S.PdI, Ketua LTN-NU, Ansori yang sekaligus Wakil Ketua Pelaksana Kegiatan, H. Tamzis, S.PdI dan Miskun Effendi Ketua dan Sekretaris Pelaksana lomba, Jajaran pengurus Ma’arif Cabang dan MWC serta Panitera dan Hakim yang diantaranya KH. Sun’an Hadi Al-Hafidz, Ust. Sujono dan Hasan Basri.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia Musabaqah Hifdzil Qur’an H. Tamyis menyatakan bahwa tujuan kegiatan ini untuk memupuk generasi muda berjiwa Qur’ani sejak dini. Penanaman mental Qur’ani sangat dibutuhkan mereka dalam menyiapkan generasi bangsa yang agamis, scientis dan reformis.


Sekretaris PCNU Choirul Ishaq dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berupaya tulus, mengerahkan fikiran hingga berkorban tenaga dan dana demi suksesnya acara. PCNU amat bangga kepada para pengurus yang telah benar-benar mendermakan fikiran dan tenaganya demi syiar agama, era sekarang jauh berbeda dengan zaman dahulu kita muda, untuk itu, di era informasi teknologi yang amat cepat seperti saat ini alangkah indahnya jika kita juga cepat mempersiapkan generasi muda kita dalam berbagai aspek kehidupan utamanya aspek Penanaman nilai-nilai Qur’ani dalam jiwa generasi muda agar mereka kuat dalam fikirannya untuk membentengi diri dari hal-hal yang bertentangan dengan agama mereka, baik sekarang dan mendatang, tutupnya. (Ansori).

Senin, 10 April 2017

KEMENAG TURUT HADIRI RAKERDA TP-UKS/M PROBOLINGGO

Kab. Probolinggo (KMP) Bertempat di Ruang Pertemuan Tengger Lt. 3 Pemkab Probolinggo, hari ini Kamis, 6 April 2017 Pemerintah Kabupaten Proboliggo menggelar Rapat Kerja Daerah Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (Rakerda TP-UKS/M) kabupaten Probolinggo diikuti sekitar 150 orang dari masing masing SKPD.

Dalam laporannya Kabag Kesra, Syarifuddin menyampaikan terima kasih atas kehadirannya semua undangan, kita niati semata mata untuk memberikan masukan dan saran demi sukseskan program TP UKS/M ini  selanjutnya atas nama sekkab PT UKS mohon maaf yang sebesar besarnya atas segala keterbatasan.

Ibu Ir. Dewi Korina, M.M.A selaku Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Probolinggo mengharapkan para undangan dari semua SKPD bisa mengikuti acara demi acara dengan komitmen tinggi agar hasil dalam sidang sidang komisi bisa sesuai harapan. Selanjutnya dengan menyebut Basmalah rakerda TP UKS/M Kabupaten Probolinggo dibuka serempak hadirin memberikan uploas.

Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Kabupaten Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (TP UKS/M) Kabupaten Probolinggo Bapak H. Syarifuddin, S.Ag M.Si yang sekaligus Kabag Kesra Pemkab Ptobolinggo, Kepala Dinas Pendidikan, Ibu Ir. Dewi Korina, M.M.A, Kasubag TU Kemenag H. Fausi, Bappeda, Dinas Kesehatan dan beberapa SKPD terkait.

Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Probolinggo Nomor : 441.5/146/426.32/2017 tentang Pembentukan Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah Kabupaten Probolinggo, tertanggal 12 Januari 2017. Sesuai SK TP UKS/M ini memiliki beberapa bidang, diantaranya;

a. Bidang perencanaan dengan koordinator Kabid Sosial Budaya dan Pemerintahan pada BAPPEDA yang anggotanya Kabid Anggaran pada Keuangan Daerah, Kasi Kesehatan Keluarga, Kasubag perencanaan pada dinas lingkungan hidup, Kasubag perencanaan pada dinas Pendidikan, Kasubag perencanaan pada dinas Kesehatan kabupaten Probolinggo.

b. Bidang Pendidikan,dengan koordinator Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo, Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas lingkungan hidup pada dinas lingkungan hidup, Kasi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat pada dinas kesehatan, Kasi Kesehatan lingkungan, kesehatan kerja dan olahraga pada dinas kesehatan, Kasi PendMa pada Kemenag, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten, Ketua Forum CSR Kabupaten Probolinggo.

c. Bidang Pelayanan Kesehatan, dengan koordinator Kabid Pelayanan Kesehatan pada Dinkes Kabupaten, yang beranggotakan Kabid Pembinaan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Kabid Kesehatan Masyarakat pada Dinkes, Kasi Pelayanan Kesehatan Rujukan, Kasi Surveilans dan Imunisasi, Kasi pelayanan kesehatan primer, Kasi Kesehatan keluarga dan gizi, Kasubag TU Kemenag.

d. Bidang hubungan sektoral dan kelembagaan, yang dikoordinatori Kepala Dinas Komonikasi, Informatika, Statistik dan Persalinan Kabupaten Probolinggo, dengan keanggotaan Kasubag Bantuan Hukum pada Bagian Hukum Sekda Kabupaten, Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular pada Dinkes dan Staf Humas Kemenag Kabupaten Probolinggo.


Setelah pelaporan rakerda, sambutan dan pengarahan dilanjutkan dengan sidang komisi yang menghasilkan beberapa sehingga berakhirlah kegiatan rakerda. Semoga semua upaya baik ini akan membawa perbaikan madani, dengan menggali, memanfaatkan dan memaksimalkan semua potensi sumber daya yang tersedia melalui peningkatan kemitraan dalam menyusun rencana program kegiatan tahun 2017 sebagai upaya terobosan guna mempercepat tercapainya tujuan UKS di kabupaten ini. (Mp).

Sabtu, 08 April 2017

Peringati Harlah ke 67, Fatayat NU Probolinggo Gelar Lomba Daiyah, Sholawat dan Dongeng

Probolinggo (KMP) Sabtu (8 April 2017), Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Probolinggo menggelar tiga lomba sekaligus; lomba Da’iyah, Sholawat An-Nahdliyah dan Berdongeng. Kegiatan ini sebagai wujud syukur kepada Allah Swt. di hari ulang tahun Fatayat NU yang ke 67 dan sekaligus menyambut hari ulang tahun Nahdlatul Ulama ke 94. Yang peserta kegiatan lomba adalah utusan PAC Fatayat NU se Kabupaten Probolinggo.

Ketua PC. Fatayat NU, Elysa dalam laporannya menyampaikan kegiatan ini murni bertujuan sebagai bentuk kesetiaan kita kaum perempuan kepada NU dan Negara, karenanya tema yang kita usung “Meneguhkan Islam Nusantara Melalui Penguatan Organisasi Perempuan”. Di mana para wanita NU turut berpesan aktif dalam berbagai momen kedaerahan maupun nasional, ulas Elysa.

Menurut Lisa, Lomba Daiyah dipilih perannya Fatayat NU bisa berkiprah secara maksimal dalam bidang pendampingan kemasyarakat, sehingga membutuhkan skill khusus dalam penguasaan retorita dakwah, lomba Sholawat An-Nahdliyah sesuai dengan tema harlah sedangkan lomba mendonging di mana para fatayat NU juga banyak memberikan peran pendidikan PAUD, TK dan RA.

Sementara Katib Syuriyah PCNU, KH. Masrur Nashor dalam sambutannya banyak mengupas sejarah berdirinya Fatayat NU. Menurutnya berdirinya Fatayat tidak lepas dari peran tiga tokoh perempuan yang dikenal dengan “Tiga Serangkai Perintis Fatayat”, yaitu : Murthasiyah, Khuzaimah Mansur, dan Aminah. Berdirinya Fatayat NU tidak bisa dilepaskan dari sejarah berdirinya Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi induknya, dan sejarah Indonesia sebagai tanah airnya.

Penjajahan selama bertahun-tahun telah menyebabka bangsa Indonesia Indonesia terpuruk. Perjuangan melawan keterbelakangan, kemiskinan, kebodohan, dan keterpurukan akibat penjajahan ini kemudian mengkristal dan melahirkan semangat kebangkitan di seantero negeri hingga mencapai puncaknya pada tahun 1908 yang dikenal sebagai tahun Kebangkitan Nasional.

Kalangan pesantren merespon spirit ini dengan membentuk berbagai organisasi pergerakan, seperti Nahdlatul Wathan (Kebangkitan Tanah Air) pada tahun 1916, Tanwirul Afkar atau dikenal juga dengan Nadlatul Fikri (Kebangkitan Pemikiran) pada 1918 yang bergerak di bidang pendidikan sosial politik, Nahdlatut Tujjar (Kebangkitan Kaum Saudagar) yang dijadikan basis untuk memperbaiki perekonomian rakyat.

Kebangkitan perempuan NU juga membakar semangat kalangan perempuan muda NU yang dipelopori oleh tiga serangkai, yaitu Murthasiyah (Surabaya), Khuzaimah Mansur (Gresik), dan Aminah (Sidoarjo). Pada Kongres NU ke XV tahun 1940 di Surabaya, juga hadir puteri-puteri NU dari berbagai cabang yang mengadakan pertemuan sendiri yang menyepakati dibentuknya Puteri Nahdlatul Ulama Muslimat

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kemudian menyetujui pembentukan Pengurus Pusat Puteri NUM yang diberi nama Dewan Pimpinan Fatayat NU pada tanggal 26 Rabiul Akhir 1939/14 Februari 1950. Selanjutnya Kongres NU ke-XVIII tanggal 20 April-3 Mei 1950 di Jakarta secara resmi mengesahkan Fatayat NU menjadi salah satu badan otonom NU. Namun berdasarkan proses yang berlangsung selama perintisan hingga ditetapkan, FNU menyatakan dirinya didirikan di Surabaya pada tanggal 24 April 1950 bertepatan dengan 7 Rajab 1317 H.


Hasil akhir penilaian para juri dari ketiga lomba tersebut adalah untuk Lomba Daiyah, Juara I diraih oleh PAC. Fatayat NU Wonomerto Sinati Hasanah dengan nilai 850, Juara II PAC Fatayat NU Sumberasih dengan nilai 835 dan Juara III PAC Fatayat NU Lumbang dengan nilai 690. Lomba Sholawat An-Nahdliyah, Juara I diraih oleh PAC. Fatayat NU Kec. Sukapura, dengan nilai 745, Juara II PAC Fatayat NU Leces dengan nilai 700 dan Juara III PAC Fatayat NU Lumbang dengan nilai 660. Lomba Mendonging, Juara I diraih oleh PAC. Fatayat NU Sumberasih dengan nilai 590, Juara II PAC Fatayat NU Wonomerto dengan nilai 574 dan Juara III PAC Fatayat NU Dringu dengan nilai 550. Acara berjalan lancar dan sukses sebagaimana yang kita harapkan bersama, semoga bisa bermanfaat bagi kemajuan Fatayat NU secara khusus, dan umumnya bagi Warga NU dan seluruh masyarakat INDONESIA. (Ansori).

Minggu, 15 Januari 2017

PAIF Gending Audiensi Dengan Penyuluh Non PNS

Kab. Probolinggo (Inmas) Minggu, 15 Januari 2017 Penyuluh Agama Islam Fungsional Kecamtan Gending melakukan Audiensi dengan para penyuluh agama Islam Non PSN yang berjumlah 8 orang. Audiensi tersebut dilaksanakan di Rumah Ketua Madin di Desa Pikatan Gending, KH Haris dengan agenda menindak lanjuti hasil copy flashdis pada pertemuan dan pembinaan Penyuluh Agaama Islam Fungsional dan Non PNS di Aula Kankemenag Kabupaten Probolinggo, Rabu (11/1) kemaren.

Sekalipun suasana gerimis audiensi tersebut berjalan lancar sesuai harapan. Muzayyin Penyuluh Agama Fungsional memberikan sedikit arahan kepada para penyuluh agama non PNS untuk meluruskan niat demi syiar Islam yang harus terus disuarakan. Di mana dekadensi moral remaja saat ini sudah bergeser dari yang seharusnya, maka posisi kita harus tetap on the trak dalam mengajak mereka ke jalan yang benar dan diridhoi Allah, tandasnya.

Sekaligus membagi tugas-tugas kepenyuluhan sesuai dengan yang telah ditentukan oleh Bimas Islam Kankemenag Kabupaten Probolinggo. (Ansori).

Sabtu, 14 Januari 2017

Penyuluh Kotaanyar Bekali Santri Ilmu Bisnis

Probolinggo (Pesantren) Dalam rangka untuk meningkatkan program pendidikan ekxtra Ponpes At-tarbiyatut Tijaniyah Kotaanyar Probolinggo, Sabtu, 14 Januari 2017 santri pondok tersebut patut bergembira setelah apa yang telah ditanamnya beberapa waktu lalu bisa dipanen.

Panin raya budi daya jamur yang mereka lakukan saat ini merupakan buah dan hasil usaha para santri binaan Bpk Yupno salah seorang Penyuluh Agama Islam Fungsional Kankemenag Kabupaten Probolinggo.

Di era sekarang, bagi pesantren kecil memang harus selalu melakukan terobosan-terobosan yang sekiranya bisa meningkatkan perekonomian pesantren atau minimal untuk kebutuhan konsumsi mereka. Yupso berharap “Semoga apa yang mereka lakukan bisa bermanfaat dan para  santri bisa mengembangkan usaha/bisnis  jamur tersebut ketika sudah kembali ke kampung halamannya”.

Bahkan Yupno juga menawarkan hasil paninnya kepada masyarakat yang membutuhkan atau berkeinginan untuk mengembangkan bisnis Budi daya jamur tersebut bisa menghubunginya sewaktu-waktu untuk menularkan ilmunya kepada siapa saja.


Pria yang sehari-harinya sibuk dengan kegiatan penyuluhan juga berupaya mengembangkan bisnis kecil-kecilan demi untuk mendidik para santrinya berdaya dalam ekonomi. Bahkan ia menjelaskan harga perkilo gram jamurnya bisa mencapai Rp.20.000. Ini langkah bagus bagi lembaga pesantren sebagai wujud nyata pemberdayaan. (Ansori).

Jumat, 13 Januari 2017

Gandeng Forkopincam, YMK Kuripan Gelar Bhakti Sosial

Probolinggo (Humas) Yayasan Bani Agung merupakan salah satu yayasan yang bergerak di bidang pendidikan islam yang berlokasi di desa Menyono Kecamatan Kuripan Kabupaten Probolinggo. Yayasan tersebut membawahi beberapa lembaga pendidikan, diantaranya RA-MI. Miftahul Ulum, MTs-MA dan Pondok Pesantren Miftahul Khoir.

Jum’at pagi, 13/1/2017 Muspika Kecamatan Kuripan bersama pengasuh dan para siswa di lembaga tersebut menggelar Bhakti Sosial Jum’at bersih yang salah satu tujuannya membangun sinergi dengan masyarakat dan lembaga pendidikan sekaligus membangkitkan semangat santri dalam mengamalkan prinsip “An-Nadhofatu minal iman” kebersihan itu sebagian dari iman, ungkap Sholehudin, Kiai muda yang alumnus Pascasarjana Universitas Islam Malang tersebut.

Sejak menduduki posisi sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Kuripan, tokoh yang sebelumnya sebagai Ketua PC Lembaga Pendidikan Ma’arif Kabupaten Probolinggo ini aktif juga di LAKPESDAM.

Dalam pernyataannya, beliau menyampaikan bahwa upaya untuk membangun animo masyarakat terhadap lembaga pendidikan dengan merangkul semua komponen masyarakat terutama mampu bersinergi dengan aparat pemerintahan seperti jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopincam) setempat, selain itu pemerintahan desa juga kita rangkul sebaik mungkin, jelasnya.

Selain itu sebagai salah satu pengurus di Pokjawas Kankemenag Kabupaten Probolinggo tidak membuatnya merasa lelah dalam melakukan pembenahan pendidikan. Karena sesuai niatnya “hidup adalah perjuangan, termasuk dalam gerak langkah memajukan dunia pendidikan. Karena itu ia menginginkan agar para siswa siswinya dibentuk karakter kepemimpinan dasar untuk bisanya menjadi manusia yang kelak bisa menjawab tantangan zaman.


Tampak hadir pada acara tersebut, Bpk Adi yang ditemani Danramil Kecamatan Kuripan, kepala madrasah, guru serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat. (Ansori)

Rabu, 11 Januari 2017

H. Santoso : Penyuluh Agama Garda Terdepan Kementerian Agama

Kab. Probolinggo (Inmas) Sejak adanya pengumuman kelulusan Para Penyuluh Agama Islam Non PNS beberapa waktu lalu, Kankemenag Kabupaten Probolinggo melalui Seksi Bimas Islam menggelar Rapat Koordinasi dan Komunikasi perdana, Rabu (11/1). Rapat dihadiri langsung oleh Kepala Kankemenag Kabupaten Probolinggo, H. Santoso, Kasubag TU, H. Fausi, Kasi Bimas Islam, H. A. Wafi, Para penyuluh agama Islam Fungsional dan para calon penyuluh agama Non PNS se Kabupaten Probolinggo.

Kasi Bimas Islam Kankemenag, H. A. Wafi mengajak para penyuluh agama baik yang fungsional maupun penyuluh agama Non PNS sebagai Muballigh-Muballighah, Da'i-Da'iyah terus berjuang dalam mensyiarkan agama islam hingga ke pelosok desa yang mencakup delapan (8) hal yang memang menjadi program kemenag RI.

Delapan jenis penyuluhan tersebut adalah pembinaan baca tulis Alqur'an, aliran radikalisme dan sempalannya, kerukunan umat beragama, produk halal, zakat, waqaf, keluarga sakinah, narkoba dan HIV/Aids.

Demi tercapainya tujuan, menurut Wafi melalui rakor ini juga membahas tentang Kebijakan penyuluh agama kedepannya yang tentunya tetap mengarah pada kebijakan pusat dan melalui pengembangan potensi dan kebutuhan di daerah, dan hingga saat ini kita akan menunggu Juknis dari Kanwil Kemenag Jatim.

SementaraKepala Kankemenag Kab. Probolinggo, H. Santoso menyampaikan bahwa penyuluh agama merupakan garda terdepan kementerian agama.Para Penyuluh agama dan para calon Penyuluh agama Non PNS yang akan segera menerima SK dari Kantor Kemenag, jelas H. Santoso, nantinya benar-benar mempersiapkan diri mereka dalam berkhidmat untuk negeri, Bangsa dan Negara tercinta Indonesia.

Untuk meningkatkan peran dan kualitas penyuluh agama, Santoso menuturkan perlu adanya regulasi yang mengatur tentang penyuluh Agama. Permasalahan yang dihadapi antara lain sebaran/distribusi penyuluh agama yang tidak merata dan tidak mempertimbangkan geografis Sehingga. Rekruitmen penyuluh agama khususnya non PNS, kemenag Probolinggo telah melaksanakannya beberapa bulan lalu dengan penuh kehatian-hatian dan serius sehingga pelaksaannya berhasil dengan baik. Dan sebagaian besar dari para pemuka agama/tokoh agama dengan mempertimbangkan keahlian/kompensasi dan kualitas pendidikan, peran dalam kegiatan organisasi sosial keagamaan yang berakulturasi dengan budaya lokal.


Santoso juga menambahkan bahwa sesuai SK yang diterima pertanggal Januari 2017, maka secara otomastis para penyuluh sudah harus bekerja sesuai dengan yang ditugaskan kepadanya. Kuasa Juknisnya dan strategi penyuluhan serta materi yang mencukupi kebutuhannya. Tidak salah misalnya masyarakat bertanya tentang prasyarat pendaftaran haji, manajemen madin dan pondok pesantren atau hal lain yang bersentuhan dengan agama dan keagamaan, penyuluh harus bisa menjawab semuanya. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan pembinaan materi dan bahan Bimbingan Penyuluhan (BP), tata cara membuat laporan kegiatan BP disampaikan oleh Staf Bimas Yazid Zain. (Ansori).

Selasa, 03 Januari 2017

Pesan Menag Agar ASN Senantiasa Menjaga Marwah Kemenag

Kab. Probolinggo (Inmas) - Bertempat di Halaman MAN Pajarakan, Selasa (3/1) Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama mengikuti Upacara Bendera Dalam Rangka Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama RI ke-71.

Selain, Kepala Kemenag, hadir pula Kasubag Tata Usaha, Para Kasi & Penyelenggara dan semua pejabat dan aparatur Kementerian Agama yang lain, baik struktural maupun fungsional. Sebagai Instruktur Upacara Kepala Kankemenag, H. Santoso dalam amanat pembina upacara, H. Santoso membacakan Sambutan Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin semua peserta upacara sangat hikmat mendengarkan sambutannya.

Mengawali mukaddimahnya, ASN diajak untuk selalu bersyukur kehadirat Allah SWT karena saat ini memperingati HAB Ke-71 Kementerian Agama RI. Tujuh puluh satu tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 3 Januari 1946, Pemerintah atas usul dari Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) membentuk Kementerian Agama dan mengangkat Menteri Agama yang pertama yaitu Haji Mohammad Rasjidi. Pembentukan Kementerian Agama merupakan peristiwa penting dan bersejarah bagi 2 Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai negara religius yang nasionalis.

Menurut Menag RI, agama tidak dapat dipisahkan dari kehidupan bangsa dan negara kita. Semangat dan motivasi keagamaan adalah sumber kekuatan kita dalam meraih kemerdekaan, mempertahankan kedaulatan nasional, dan menjaga keutuhan NKRI. Agama mendapatkan kedudukan terhormat dalam tata kehidupan masyarakat, sehingga dijadikan sebagai salah satu sumber pembentukan hukum nasional. Agama menjadi ruh kehidupan kebangsaan kita sesuai dengan dasar Ketuhanan Yang Maha Esa.

Tahun 1950, Hadji Agus Salim, salah satu pejuang kemerdekaan dan tokoh pendiri Republik Indonesia dalam tulisannya yang berjudul "Kementerian Agama dalam Republik Indonesia", menjelaskan benang merah politik agama di Republik Indonesia yang berbeda dengan politik di masa kolonial. Menurutnya, jabatan dan tugas Kementerian Agama sungguh besar dan mulia karena sangat menentukan nasib bangsa ini. Kesatuan kebangsaan kita akan terpelihara secara kokoh dan tidak dapat dipecah belah amatlah tergantung pada kebijakan dan kecakapan aparatur Kementerian Agama.

Agama yang diyakini dan diamalkan oleh umatnya masing-masing harus menjadi unsur pembentuk Nation and Character Building bangsa Indonesia yang majemuk ini. Karena itu, seluruh umat beragama harus menyadari dan disadarkan bahwa nilai-nilai agama merupakan unsur perekat integrasi nasional. Dalam kaitan ini pula saya ingin mengingatkan, toleransi dan kerukunan bukan milik sesuatu golongan umat beragama semata, tetapi harus menjadi milik semua golongan dan berlaku untuk semua pemeluk agama. Saling menghormati dan saling menghargai identitas keyakinan antarumat beragama harus terus dijaga dalam upaya melindungi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sejalan dengan tema Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke-71 tahun 2017 yaitu "Bersih Melayani" dan motto "Lebih Dekat Melayani Umat", saya berharap peringatan ulang tahun Kementerian 4 Agama ini semakin memperkuat komitmen kita semua terhadap integritas dan etos kerja sebagai pelayan masyarakat dan pengayom semua umat beragama.

ASN Kemenag harus senantiasa mengembangkan wawasan serta meningkatkan ketrampilan dan kesigapan dalam bertugas. Ego sektoral, sektarianisme, dan sejenisnya harus disingkirkan dari lingkungan kerja Kementerian Agama. ASN diharap bersikap sebagai agamawan sekaligus negarawan yang menempatkan kepentingan umat dan bangsa di atas kepentingan pribadi dan kelompok. Di tengah cepatnya perubahan sosial dan pesatnya teknologi informasi, juga harus menjadi pelayan publik yang dapat diandalkan.

Kita bersyukur publik kini semakin menilai positif kinerja Kementerian Agama. Sebagian besar program telah mulai memenuhi harapan sehingga kinerja kita dianggap cukup baik dalam sejumlah survei. Indeks kepuasan jemaah haji terus naik, indeks kerukunan umat beragama juga masih tinggi, dan indeks reformasi birokrasi kita naik peringkat dari CC menjadi B yang berimplikasi naiknya tunjangan kinerja dari 40 menjadi 60 persen.

Beberapa waktu lalu, kita juga mendapatkan sejumlah penghargaan seperti; penghargaan dari Presiden sebagai Penyedia Layanan BLU dengan Akses Terjangkau, dan Penghargaan dari Kemenkeu sebagai 5 Kementerian dengan Kontribusi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) terbesar dalam APBN. Selain itu Kementerian Agama juga mendapatkan penghargaan ganda terkait ekonomi syariah, yaitu sebagai Pemrakarsa Proyek Infrastruktur Berbiaya Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan Investor Utama Sukuk Negara Domestik.

Berbagai langkah baik tidak akan berjalan mulus tanpa sinergitas dan kebulatan hati. Saya berharap, 5 Nilai Budaya Kerja makin dijiwai dalam sanubari setiap kita, serta dilengkapi dengan semangat kerja sama yang apik. Insyaallah, hasilnya akan nampak nyata dan jadi berkah bagi kita semua. Inilah sesungguhnya hakikat dari bekerja dengan berlandaskan agama.


Di akhir sambutannya, Menag berpesan agar kepada seluruh jajaran Kementerian Agama agar senantiasa menjaga marwah kementerian yang kita cintai sebagai organisasi yang sarat dengan nilai, kultur, dan tradisi baik. (Ansori).