AJAKLAH MEREKA KE JALAN TUHANMU DENGAN HIKMAH DAN PENUH KASIH SAYANG

Rabu, 16 Desember 2015

RIBUAN WARGA WONOMERTO BANJIRI SAFARI MAULID NABI BERSAMA BUPATI PROBOLINGGO

Kab. Probolinggo (Humas) Bertempat di Areal Desa Tunggak Cerme Wonomerto tadi pagi (16/12) Berlangsung acara Safari Maulid Nabi Muhammad SAW. yang dihadiri Bupati Probolinggo (Ibu. Hj. P. Tantriana Sari, SE) bersama Anggota DPR-RI (Bapak Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si), Forkopimda, Forkopimcam Kecamatan Wonomerto, KUA (Penghulu dan Penyuluh Agama Islam), PCNU, MWCNU, Banom, Lajnah dan Lembaga, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta masyarakat sekitar.
Acara yang diawali dengan Pembaan ayat suci Al-Qur’an ini kemudian dilanjutkan dengan sambutan kepala desa Tunggak crème. Yang dalam sambutannya Kepala Desa menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada Pemerintah Daerah yang telah menghadiri acara dimaksud dengan harapan semoga akan mampu memberikan perubahan bagi masyarakat wonomerto dalam penataan kelembagaan dan kegiatan kegamaan bisa meningkatkan taraf kehidupan bermasyarakat yang islami, mandiri dan berperadaban.

Kepala Desa (Bapak Nantu Hermanto juga menjelaskan profil dan potensi Desa Tunggak Cerme, peran serta Forkopimcam, mulai dari Camat dan jajarannya, Puskesmas dan KUA serta Para Kepala Desa bersatu dalam mewujudkan pembangunan karakter Bangsa secara berkesinambungan. Peran-peran tersebut bisa berkembang dengan baik kalau didukung pemerintah daerah untuk mengarahkan, mengawasi roda pemerintahan hingga ke pelosok desa.

Acara juga dimeriahkan dengan Tarian Khas Probolinggo perwakilan siswa SDN Tunggak Cerme sebagai salah satu bentuk penampilan kebudayaan daerah yang sudah lama berkembang dan tetap terpelihara hingga kini. Pembacaan Sholawat Simtutduror yang dilantunkan oleh Santri Pondok Pesantren Albarokah Asuhan KH. Muh. Hasan Sidik Ketua MWCNU Wonomerto juga tidak kalah menariknya ketika suara-suara emas para santri tersebut bergema memenuhi nuansa khalayak yang ikut bersalawat bersama para warga dan jamaah dari berbagai daerah di wonomerto. Namun ada juga yang mengharukan bagi kita saat penyematan dan pemberian penghargaan oleh Anggota DPR-RI (Bapak Drs. Hasan Aminuddin, M.Si) kepada ananda Mustaqim Peraih Juara II Kejuaraan Atlit Tingkat Nasional yang berasal dari Penduduk Desa Tunggak Cerme.

Pemberian santunan kepada fakir miskin dan janda tua oleh Ibu Bupati Probolinggo juga mewarnai gebyar safari maulid ini. Bupati yang jadwal kegiatannya sangat padat pada hari tersebut; mulai dari membuka kegiatan Hari Ibu di Pendopo Kabupaten, menghadiri latihan menembak Jatri TRW 4 Tahun 2015, menghadiri Safari Nabi Muhammad Saw di Desa Tunggak Cerme Wonomerto dan Safari Maulid Nabi Muhammad Saw di desa Karanganyar Bantaran. Namun kegiatan demi kegiatan bisa berjalan dengan lancar dan sukses.

Sedangkan KH.Hasan Adzkiya’ dalam orasi ilmiyahnya menyampaikan bahwa kita yang berkumpul disini tidak ada maksud dan tujuan selain ikut gembira, senang atas kelahiran Nabi Muhammad SAW. Maulid Nabi mau ditaruh dimanapun tetap pantas. Dalam segala kontek dan aspek kehiduan, kita membacakan maulid nabi dan sejarahnya untuk menjadi uswah hasanah bagi kita umat manusia karena Rasulullah saw bukan manusia biasa akan tetapi manusia luar biasa.

Ada hal nyata bagi Rasulullah yang sama sekali berbeda dengan manusia lainnya, kalau nabi tidur hatinya tidak tidur akan tetapi tetap bersambung kepada Allah SWT. Suatu saat Rasulullah tidur dari badannya keluar keringat, oleh istrinya ibnu Tsurain keringatnya dimasukkan botol dan dijadikan pengharum ruangan. Kelanjutan maulid nabi bukan hanya masalah mempersiapkan makanan akan tetapi hikmah dan atsar apa yang kita peroleh tentunya perubahan kebaikan pada diri kita untuk dapat mencontoh Rasulullah saw.

Dan siapa yang dekat dengan Rasulullah saw maka derajatnya akan tambah tinggi dihadapan Allah dan akan dijamin keselamatannya baik di dunia maupun di akhirat kelak. Ada 7 kesunnatan Rasulullah yang selalu beliau lakukan, dan sebisa mungkin kita upayakan untuk meneladaninya. Yaitu ; sholat berjamaah, bershodaqah, memperbanyak baca Qur’an dan Sholawat kepada nabi, Istighfar, Dawaamul wudhu’ dan sholat Malam.

Dalam orasi Ilmiyahnya Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si (Anggota DPR-RI) dan sekaligus Mustasyar PCNU Probolinggo menyimpulkan bahwa manusia yang hidup hari ini lebih cenderung menggunakan logika dalam menyikapi berbagai kejadian di sekitarnya. Begitu juga kita berbicara maulid nabi juga bisa menggunakan logika, namun kita warga NU hendaknya menjadikan Aqidah Ahlussunnah wal Jamaah sebagai naqliyah pemahaman dan pemaknaan. Dalam memperingati hari kelahiran Rasulullah Muhammad Saw. tidak ada larangan bagi kita untuk mengkultuskan Nabi Muhammad Saw. sebagai panutan bagi hidup ini bahkan merupakan anjuran Allah karena Akhlak Rasulullah Saw merupakan Intisari dari Al-Qur’an.

Yang tidak boleh adalah menganggap nabi muhammad sebagai tuhan. Apa yang disampaikan oleh KH. Gus Musthofa Hasan Adzkiya bahwa islam di Indonesia sangat berbeda dengan islam di Cecsnia dan Tunisia, karena islam di Indonesia disampaikan dengan cara yang damai dan santun oleh para Wali Songo melalui budaya yang berkembang di Indonesia saat itu sebagaimana seni tari khas Probolinggo yang ditampilkan Siswa SDN Tunggak Cerme tadi. Seni budaya harus tetap terjaga dan terpelihara, budaya dapat menjadi pelajaran dalam kehidupan.

Namun yang terpenting adalah uswah hasanah bagi umat manusia. Utamanya akhlak dan etika rasulullah tentunya dengan memperbanyak membaca al-Quran yang terdiri dari 6666 ayat tersebut dibiasakan untuk dibacanya dan diamalkan seluruh isinya. Ambillah sebagai teladan semua yang baik dari Rasulullah Saw.

Ada sebuah cerita disaat Rasulullah wafat. Mertunya datang kepada anaknya Siti Aisyah dia bertanya ? apa kekurangan ayahmu terhadap ibadah yang sesuai dengan baginda Rasulullah Saw. Aisyah merasa kesulitan untuk menjawab pertanyaan sang ayah, ia hanya menjawab dengan; sudah cukup bapak. Bukan begitu tapi saya ingin mengetahuinya. Lalu aisyah menjawab lagi kekurangannya adalah ketika Rasulullah datang ke pasar setelah sholat dhuha bukan untuk berbelanja akan tetapi untuk bershodaqah dengan sesuap nasi.


Walaupun Rasulullah dihujat sebagai tugas sihir, tukang tipu namun Rasulullah tetap bersabar dan menyuapi makanan pada wanita tua buta tersebut dengan mesra tanpa menyebutkan statusnya sebagai utusan Allah. Padahal si tua buka bukan seorang muslim tapi orang kafir disinilah kita layak meniru akhlak rasulullah saw. Kemudian ketika Rasulullah saw wafat Abu Bakar As-Shiddiq datang kepada wanita tua buta tersebut menyampaikan bahwa lelaki yang selalu menyuapi makanan tersebut adalah Rasulullaah Saw yang selalu dicela sekarang telah wafat. Maka wanita tua buta tersebut menangis karena menyesal dan saat itu pula menyatakan masuk islam. Semoga beberapa kisah ini bisa menjadi teladan bagi kita semua untuk senantiasa menjadikan Uswah hasanah dalam kehidupan ini, amin. (Ansori).

Minggu, 13 Desember 2015

ISTIGHOSAH RUTIN MWCNU GUGAH SEMANGAT KEBANGSAAN

Wonmerto (NU.News) Bertempat di rumah Ust. Mubarok Desa Patalan, hari ini minggu (13/12) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) bersama Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Se Kecamatan Wonomerto melaksanakan Kegiatan Rutin yang dikemas dengan Istighosah Rutin dan Pembacaan Sholawat Simtutduror.

Acara ini selain melaksanakan kegiatan rutin juga dijadikan ajang komonikasi dan bertukar pendapat dalam membahas rencana  dan program kerja Nahdlatul Ulama baik yang sudah terlaksana maupun yang belum terlaksana.

Dalam Sambutannya Katib Syuriah MWCNU Wonomerto (Ansori) menghimbau dan berterima kasih kepada para Jamaah Nahdiyyah atas kekompakannya dalam menjalankan amanah dan kegiatan rutin serta berharap bisa selalu bersinergi antar yang satu dengan yang lain, terus membangun komonikasi antar pengurus PRNU dengan MWCNU serta dengan PCNU Kabupaten Probolinggo. Komonikasi yang inten akan mampu menciptakan roda organisasi yang mapan, berjalan lancar dan menjadi contoh yang mampu mewujudkan keteladaan baik di kalangan NU maupun bagi masyarakat umum.

Ada dua hal yang penting bagi kita umat manusia untuk terus dijaga dan dipelihara sepanjang hidup kita, karena dibalik keduanya kita tidak akan dihinakan oleh Allah Swt. pertama selalu menjaga tali penguat hubungan dengan Allah (Hablun minallah) dan tali pengikat antar sesama manusia (Hablun min annas). Sebagaimana Allah Swt. sampaikan dalam kontek firman-Nya dalam QS. Ali Imron 113).

Berkaitan dengan Maulid Nabi Muhammad Saw. hendaknya kita bisa meneladi sifat-sifat Rasulullah untuk menjadi manusia yang Shiddiq, Amanah, Tablik dan Fathonah untuk senantiasa mengedepankan Akhlaq Al-Karimah dan Moralitas yang tinggi. Dan Dampaknya bagi Organisasi Nahdlatul Ulama bisa menjadi Rohmat bagi semesta alam sebagaimana pernyataan Allah Swt. Rasulullah diutus ke dunia untuk menjadi rahmat bagi semesta. (QS. Al-Anbiya : 107).

Selain itu ada Pekerjaan rumah buat kita Pengurus MWCNU dalam penuntasan piagam Masjid/Musholla Se Kecamatan Wonomerto, penyelesaian AIW yang saat ini menjadi upaya dari PC. LWPNU Probolinggo untuk segera menyelesaian program penting tersebut. Oleh karena itu hendaknya para pengurus MWCNU untuk lebih inten dalam membangun komonikasi dengan KUA dan pihak terkait.

Selain itu Pelaksanaan program PBNU melalui PWNU Jawa Timur sebagaimana telah dibahas dalam pertemuan PCNU pada waktu pelaksanaan Pelatihan Hisab Rukyat yang bertempat di Kantor Disnakertran telah dibahas terkait pelaksanaan pemotretan Kartu Nahdlatul Ulama (Kartanu) harus kita sambut dengan baik, semuan komponen NU harus mendukung hingga program ini bisa berjalan dengan baik.

Secara terpisah Ketua Tanfidziyah MWCNU Wonomerto KH. Muh. Hasan Sidik, mengulas tuntas terkait rencana pelaksanaan kegiatan lanjutan dari apa yang disampaikan oleh Katib Syuriyah MWCNU; terkait Pelaksanaan Pemotretan Karta-NU dengan beberapa ketentuan. Beliau menghimbau para pengurus baik MWCNU maupun PRNU untuk bersama-sama dalam melangkah menyatukan kata dan fakta demi kesuksesan kita semua, menjadi organisasi yang solid dan valid. Pendataan itu sangatlah penting, janganlah kita hanya besar dalam jumlah, namun kecil dan kurang makna dalam istilah, jangalah besar dalam kuantitas namun ternyata sangat kecil dalam kualitas.

Terkait persiapan Safari Maulid Bupati Probolinggo ke Desa Tunggak Cerme tanggal 16 Desember 2015 ini, marilah kita bersama mensukseskan dengan memberikan dukungan doa dan tenaga, karena kecintaan pada membangun daerah tercinta saya yakin bagian dari jihad yang sebenarnya. Atas nama MWCNU Wonomerto saya sampaikan melalui forum ini agar semua pengurus mulai dari jajaran MWCNU, PRNU, Banom, Lembaga dan Lajnah untuk hadir diacara Safari Maulid tersebut.


Dan kepada Pengurus PAG. GP. Ansor Wonomerto untuk hadir dan memberikan pengamanan pada kegiatan ini tentunya dengan berkomonikasi dengan Ketua PC. Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Probolinggo Sdr. Muhlis, M.Pd dan Ketua Satkorcab Sdr. Dimas. Secara resmi nanti kita akan komonikan rencana tersebut dengan Ketua PC. Gerakan Pemuda Ansor Probolinggo. Hanya doa dari para Kiai yang hadir semoga semua rencana dan program kerja termasuk rencana Turba PCNU Probolinggo pada tanggal 3 Januari 2016 bisa berjalan sebagaimana kita harapkan amin. (Ansori).