Random News

INTEGRITAS

MEMBANGUN BANGSA DENGAN CINTA

PROFESIONALITAS

MEMBANGUN BANGSA DENGAN CINTA

INNOVASI

MEMBANGUN BANGSA DENGAN CINTA

TANGGUNGJAWAN

MEMBANGUN BANGSA DENGAN CINTA

KETELADANAN

MEMBANGUN BANGSA DENGAN CINTA

Minggu, 29 November 2015

SEMINAR ASWAJA PERKOKOH KE-NU-AN

Bertempat di Salah satu lembaga Pendidikan di Kecamatan Wonomerto, hari ini, 29 Nopember 2015 PAC Muslimat NU atas restu Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Wonomerto Menggelar “SEMINAR PENINGKATAN ASWAJA DI KALANGAN IBU-IBU MUSLIMAT”. Acara yang diikuti oleh semua PAC. Fatayat NU, PAC. Muslimat NU serta PAC. IPPNU kecamatan Wonomerto ini dipandu langsung oleh Sekretaris MWCNU Wonomerto Sdr. FAthurrozi Amien, M.PdI.

Acara dimulai dengan sambutan Ketua PAC. Muslimat NU Wonomerto seraya mengucapkan terima kasih atas dukungan dari MWCNU Wonomerto, sehingga acara ini bisa terlaksana dengan mendatangkan Tim Asnuter (Aswaja NU Center) Kabupaten Probolinggo. Dan kepada para peserta seminar minta dengan hormat lagi sangat agar bisa mengikuti seminar ini dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat dengan niat belajar dan menambah ilmu pengetahuan. Dan atas nama Ketua PAC Muslimat NU Wonomerto kami memohon kepada Ketua MWCNU Wonomerto untuk membuka acara ini.

Dalam arahannya Ketua MWC.NU Kecamatan Wonomerto KH. Moh. Hasan Sidik menyampaikan bahwa kita para pengurus NU perlu memaksimalkan kegiatan-kegiatan rutin yang berbasis kerakyatan dan sosial keagmaan; seperti menggalakkan giat rutinan seperti yasinan, sarwaan dan juga peru mengadakan kajian-kajian Ilmiyah keagamaan untuk membendung aliran-aliran serta paham-paham yang cenderung merusak paham Ahlussunnah Wal Jamaah. Disinilah kita perlu meningkatkan adanya singkronisasi program kerja dan meningkatkan koordinasi antara NU, Muslimat, Fatayat serta lembaga dan Banom lainnya agar Program-program NU berjalan sesuai keinginan bersama.

Sementara dalam sambutannya Ketua PC Asnuter Probolinggo Mas Teguh MHZ, M.Pd. menyampaikan bahwa dengan adanya kegiatan ini Beliau mengharap kekompakan seluruh komponen Nahdlatul Ulama khususnya di tingkat MWC dan Ranting demi mewujudkan tingkat kebersamaan yang solid. Asnuter siap memfasilitasi kegiatan-kegiatan ke-ASWAJA-an sampai ke tingkat ranting, karena di sinilah kekuatan dan kelemahan NU yang sebenarnya sedang dipertaruhkan.

Asnuter sudah punya tim sosialisasi aswaja di tingkat kecamatan yangg bisa di ajak kerja sama dalam mempersiapkan mulai dari materi ke-Aswaja-an, penyampaian, dan publikasi, ini harus kita sambut baik seperti yang dilakukan MWCNU Wonomerto saat ini. Kita cinta NU tentunya kita akan turut serta membantu dan mengembangkan program-program NU agar bisa mencapai target penyelesaian program-program tersebut dengan baik.

Dengan kegiatan Seminar Peningkatan Aswaja dipandang perlu untuk memberikan tambahan ilmu pengetahuan bagi kaum Nahdliyin baik bagi NU sendiri, fatayat, muslimat, lembaga dan Banom seperti Ansor dan IPNU, IPPNU. Juga tidak kalah pentingnya bagi LP. Ma’arif tingkat kecamatan untuk memprogramkannya bagi siswa dan santri di daerah, agar supaya mereka bias memahami aswaja mulai dari konsep dasar aswaja hingga kemunculan firqoh dalam islam. Dengan maksud dan tujuan kegiatan tersebut bisa memberikan tambahan pemahaman kepada pengurus dan jamaah tentang aswaja dan firqah tersebut. 

Berdasarkan pemahaman Nahdliyin yang masih perlu pembenahan dan pemaparan yang detail dan tuntas, maka Pemateri Bpk Mustofa, S.Ag menyampaikannya dengan gamblang dan menyeluruh mulai awal mula ajaran Islam dibawa oleh Rasulullah Saw. hingga era Sahabat Nabi (Khulafaur Rhosidin) sampai timbulnya firqah-firqah dalam Islam, perkembangan dan problematika umat yang semakin hari semakin komplek.(Ansori).

PCNU PROBOLINGGO TURBA KE MWC LUMBANG SEKALIGUS SANTUNI KORBAN BENCANA ALAM

Kabupaten Probolinggo (NU.News) Putaran yang kesekian kali PCNU Probolinggo Provinsi Jawa Timur, melakukan turba Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kec.amatan Lumbang untuk memperkuat konsolidasi dan meningkatkan komonikasi dengan seluruh komponen Nahdlatul Ulama di Kabupaten Probolinggo. Sebagaimana turba yang dilakukan di MWCNU Kecamatan Tegalsiwalan minggu lalu. (29/11).

Bersama pengurus cabang yang lain Ketua Tanfidziyah KH. Abdul Hadi dengan penuh semangat dan keyakinan yang kokoh berjuang hingga di grassroot untuk mengenal warga Nahdliyin lebih dekat lagi. Acara ini dihadiri sekitar 42 orang terdiri dari pengurus MWCNU dan PRNU se Kecamatan  Lumbang.

Dalam sambutannya Ketua Tanfidziyah PCNU mengharapkan agar semua pengurus MWCNU, PRNU mampu membangun komonikasi dengan baik, bisa bersinergi dan melaksanakan program kerja sebagaimana yang telah diagendakan.

Tahun ini  kita fokus pada beberapa program yang meliputi keagamaan, pendidikan, ekonomi dan kesehatan serta pelayanan hukum, lebih jelasnya bisa kita baca sebagai pedoman buku hasil musker yang sudah diperbanyak oleh PC LTN-NU Kab. Probolinggo.

Selain itu kami hadir disini untuk menyerap, menyingkronkan dan memotivasi kita dalam berkhidmah kepada jam’iyyah, karena tanpa MWC dan Ranting tentu cabang bukanlah siapa-siapa, dan belum tentu mampu berbuat apa, jelasnya.


Hal lain yang dilakukan PCNU memberikan santunan kepada fakir miskin dan al-mustadh’afin juga memberikan bantuan kepada kurban bencana di kecamatan Lumbang, ini hanyalah upaca kami PCNU untuk menggugah MWCNU dan PRNU untuk meniru hal yang sama, baik secara pribadi, lembaga dan bisa membangun komonikasi dengan instansi pemerintah demi peningkatkan perekonomian masyarakat dan Jamaah Nahdlatul Ulama. (Ansori).

SEMINAR ASWAJA PERKOKOH KE-NU-AN

Bertempat di Salah satu lembaga Pendidikan di Kecamatan Wonomerto, hari ini, 29 Nopember 2015 PAC Muslimat NU atas restu Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Wonomerto Menggelar “SEMINAR PENINGKATAN ASWAJA DI KALANGAN IBU-IBU MUSLIMAT”. Acara yang diikuti oleh semua PAC. Fatayat NU, PAC. Muslimat NU serta PAC. IPPNU kecamatan Wonomerto ini dipandu langsung oleh Sekretaris MWCNU Wonomerto Sdr. FAthurrozi Amien, M.PdI.

Acara dimulai dengan sambutan Ketua PAC. Muslimat NU Wonomerto seraya mengucapkan terima kasih atas dukungan dari MWCNU Wonomerto, sehingga acara ini bisa terlaksana dengan mendatangkan Tim Asnuter (Aswaja NU Center) Kabupaten Probolinggo. Dan kepada para peserta seminar minta dengan hormat lagi sangat agar bisa mengikuti seminar ini dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat dengan niat belajar dan menambah ilmu pengetahuan. Dan atas nama Ketua PAC Muslimat NU Wonomerto kami memohon kepada Ketua MWCNU Wonomerto untuk membuka acara ini.

Dalam arahannya Ketua MWC.NU Kecamatan Wonomerto KH. Moh. Hasan Sidik menyampaikan bahwa kita para pengurus NU perlu memaksimalkan kegiatan-kegiatan rutin yang berbasis kerakyatan dan sosial keagmaan; seperti menggalakkan giat rutinan seperti yasinan, sarwaan dan juga peru mengadakan kajian-kajian Ilmiyah keagamaan untuk membendung aliran-aliran serta paham-paham yang cenderung merusak paham Ahlussunnah Wal Jamaah. Disinilah kita perlu meningkatkan adanya singkronisasi program kerja dan meningkatkan koordinasi antara NU, Muslimat, Fatayat serta lembaga dan Banom lainnya agar Program-program NU berjalan sesuai keinginan bersama.

Sementara dalam sambutannya Ketua PC Asnuter Probolinggo Mas Teguh MHZ, M.Pd. menyampaikan bahwa dengan adanya kegiatan ini Beliau mengharap kekompakan seluruh komponen Nahdlatul Ulama khususnya di tingkat MWC dan Ranting demi mewujudkan tingkat kebersamaan yang solid. Asnuter siap memfasilitasi kegiatan-kegiatan ke-ASWAJA-an sampai ke tingkat ranting, karena di sinilah kekuatan dan kelemahan NU yang sebenarnya sedang dipertaruhkan.

Asnuter sudah punya tim sosialisasi aswaja di tingkat kecamatan yangg bisa di ajak kerja sama dalam mempersiapkan mulai dari materi ke-Aswaja-an, penyampaian, dan publikasi, ini harus kita sambut baik seperti yang dilakukan MWCNU Wonomerto saat ini. Kita cinta NU tentunya kita akan turut serta membantu dan mengembangkan program-program NU agar bisa mencapai target penyelesaian program-program tersebut dengan baik.

Dengan kegiatan Seminar Peningkatan Aswaja dipandang perlu untuk memberikan tambahan ilmu pengetahuan bagi kaum Nahdliyin baik bagi NU sendiri, fatayat, muslimat, lembaga dan Banom seperti Ansor dan IPNU, IPPNU. Juga tidak kalah pentingnya bagi LP. Ma’arif tingkat kecamatan untuk memprogramkannya bagi siswa dan santri di daerah, agar supaya mereka bias memahami aswaja mulai dari konsep dasar aswaja hingga kemunculan firqoh dalam islam. Dengan maksud dan tujuan kegiatan tersebut bisa memberikan tambahan pemahaman kepada pengurus dan jamaah tentang aswaja dan firqah tersebut.


Berdasarkan pemahaman Nahdliyin yang masih perlu pembenahan dan pemaparan yang detail dan tuntas, maka Pemateri Bpk Mustofa, S.Ag menyampaikannya dengan gamblang dan menyeluruh mulai awal mula ajaran Islam dibawa oleh Rasulullah Saw. hingga era Sahabat Nabi (Khulafaur Rhosidin) sampai timbulnya firqah-firqah dalam Islam, perkembangan dan problematika umat yang semakin hari semakin komplek.(Ansori).

Minggu, 22 November 2015

PERKUAT KONSOLIDASI DAN JARING ASPIRASI PCNU PROBOLINGGO TURBA KE MWCNU TEGALSIWALAN

PCNU Probolinggo Provinsi Jawa Timur, terus melakukan turba ke sejumlah Majelis Wakil Cabang (MWC NU) masing-masing kecamatan. Dan hari ini Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Probolinggo menggelar turba di MWCNU Kecamatan Tegal Siwalan yang dipusatkan di Musholla Ky. Nawawi.

Acara yang dihadiri sekitar 40 orang ini ini dari pengurus MWCNU dan PRNU se Kecamatan Tegalsiwalan juga dihadiri jajaran pengurus PCNU, jajaran ketua : KH Abdul Hadi, Drs. H. Hadi Prayitno, M.Si, Bambang Lasmono, SE, M.Si. Jajaran sekretaris; Khairul Ishaq, SH. M.Pd. dan H. Santoso, SH, M. Hum (Bendahara).

Sejak pelaksaan Musyawarah Kerja (Musker) PCNU sudah mengagendakan untuk melakukan turba sebagai konsolidasi dan sosialisasi hasil musyawarah kerja cabang demi mensukseskan semua program bisa terealisasi dengan baik.

Dalam sambutannya Ketua Tanfidziyah PCNU (KH. Abdul Hadi) mengharapkan agar pertemuan ini bisa berjalan rutin untuk menyamakan persepsi keumatan dalam menata dan melaksanakan program-program unggulan yang berbasis keagamaan.

Tahun ini  kita fokus pada beberapa program yang meliputi keagamaan, pendidikan, ekonomi dan kesehatan serta pelayanan hukum, lebih jelasnya bisa kita baca sebagai pedoman buku hasil musker yang sudah diperbanyak oleh PC LTN-NU Kab. Probolinggo.

Selain itu kami hadir disini untuk menyerap, menyingkronkan dan memotivasi kita dalam berkhidmah kepada jam’iyyah, karena tanpa MWC dan Ranting tentu cabang bukanlah siapa-siapa, dan belum tentu mampu berbuat apa, jelasnya.


Ada beberapa hal yang sempat mengemuka terkait penyelesaian Badan Hukum Yayasan untuk terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM karena saat ini Probolinggo belum bisa mencairkan Bantuan BOSDA Madin, oleh karena itu Sekjen PCNU Probolinggo Sdr. Khairul Ishaq, SH. M.Pd menawarkan solusi dengan menfasilitasi Madrasah diniyah yang ada di bawah naungan PCNU atau LP Ma’arif NU untuk dibantu pengurusannya. (Ansori).

Sabtu, 14 November 2015

TASYAKKURAN HSN DAN KONSOLIDASI PWNU JATIM

Suasana HSN Di Empire Palace Hotel
Jatim, Tepat 24 hari sejak ditetapkannya tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional (HSN) oleh Presiden RI Bapak Ir. Joko Widodo, hari ini PWNU Provinsi Jawa Timur menggelar acara venomenal dengan tema Tasyakkuran Hari Santri Nasional dan Konsolidasi NU Jawa Timur.

Acara yang dipusatkan di Hotel Empire Palace Surabaya ini mendapatkan sambutan yang sangat meriah dari berbagai kalangan termasuk Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur hingga ke PCNU dan MWCNU Se Jawa Timur, sementara itu dari PBNU hadir Rais Am, Wakil Rais Am, Katib Am dan ketua umum bersama Sekjen PBNU.

Dalam sambutan pengantarnya Ketua Umum PWNU Jawa Timur KH. Mutawakkil Alallah menyampaikan bahwa penetapan Hari Santri Nasional merupakan anugerah Allah SWT kepada kaum santri pada khususnya dan umat Islam Indonesia pada umumnya untuk terus berkhidmat dalam syiar Islam, menerapkan perjuangan dalam mengisi kemerdekaan, jadikanlah jiwa kita melekat dengan ruhul jihad sebagaimana Resolusi Jihad tepatnya yang dilakukan para Pemuda Surabaya pada tanggal 10 november 1945.

Sementara itu KH. Makruf Amin mengajak kita seluruh warga Nahdliyin kiranya bagaimana kita bisa membawa NU kedepan menjadi lebih baik, bisa memiliki bargaining dalam mewujudkan cita-cita yang Rahmatan Lil alamin. Menurut beliau sebagai Rais Am PBNU itu adalah orang yang sudah punya maqam, sementara beliau masih belum memilikinya, dan menjadi (Rais Am Dhorury) karena situasi darurat saja, sebagaimana dalam kelakarnya.

Wakil Gubernur Jawa Timur (Gus Ipul) panggilan akrab H. Saifullah Yusuf mengingatkan agar Pengurus NU mulai Pimpinan Pusat, Wilayah hingga daerah agar bisa menjaga, melaksanakan tugas yang telah diamanatkan hingga 5 tahun kedepan, dengan tetap mempertahankan paham Ahlusunah Wal Jama’ah, mempertahankan NKRI sebagai harga mati, serta mampu mensejahterakan rakyat secara menyeluruh.

Luhut Binsar Panjaitan, menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia mulai membaik, hingga kini dolar sudah berkisar antara 13,000-13.500. Indonesia merupakan negara kaya, kita sudah merencanakan jalan tol hingga 2018. Selain itu kita juga berharap pelaksanaan Pilkada serentak akan berjalan dengan baik. Untuk penguatan Sumber Daya Manusia Warga Nahdliyin kita akan sekolahkan dengan asumsi 0,5 saja dari 80 Juta warga NU untuk disekolahkan hingga ke Perguruan Tinggi.

Sedangkan Ketua Umum Tanfidziyah PBNU KH. Said Aqil Siraj mengulas panjang lebar tentang perang 10 November 1945 dengan Resolusi Jihadnya yang dimotori oleh Hadrotus Syekh KH. Moh. Hasyim Asyari, dan disitulah peranan Pemuda NU amat berjasa dalam sejarah perjuangan mewujudkan Kemerdekaan Indonesia, dengan juga dibantu tokoh-tokoh pemuda dari organisasi lainnya yang masih peduli dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Urgensi tasyakuran ini sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah sekaligus sebagai ajang konsolidasi antar PWNU, PCNU dan MWC NU se-Jawa Timur, semoga bermanfaat bagi Indonesia dan selamat Berkhidmat buat Bangsa dan Negara, amin. (Ansori-LTN-NU Probolinggo).


Sabtu, 07 November 2015

BERTEMPAT DI AULA DISNAKERTRAN PCNU PROBOLINGGO GELAR PELATIHAN HISAB DAN RUKYAT


Kab. Probolinggo (PCNU) – Bertempat di Aula  Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertran) Kab. Probolinggo hari ini Sabtu (7/11) Pengurus Lembaga Falakiyah PCNU Kabupaten Probolinggo (Bpk. H. Wawan Ali Suhudi, M.Hum), menggelar “Pelatihan Hisab dan Rukyat Angkatan 1 Tahun 2015” yang diikuti Seluruh pengurus MWCNU, perwakilan lembaga, lajnah dan Banon serta pengurus PCNU Kab. Probolinggo.
Acara dimulai dengan Sambutan KH. Abdul Hadi Saifullah Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Probolinggo. Atas nama pengurus cabang beliau menyampaikan terima kasih dan sangat bersyukur kepada Allah karena apa yang beliau angankan selama ini telah menjadi kenyataan; bahwa lembaga, lajnah dan banom bisa berjalan baik sebagaimana yang diharapkan, karena NU itu tubuh sedangkan anggota tubuhnya adalah lembaga, lajnah dan banom hingga ke Ranting. Kalau semuanya bisa berfungsi dengan baik maka secara otomatis Nahdlatul Ulama akan mampu menjadi pencerah dalam kehidupan ini.
Selanjutnya Sambutan sekaligus pengarahan dari PWNU Jawa Timur memberikan appresiasi kepada Pengurus PCNU Probolinggo dan jajarannya yang telah mampu membangun kerjasama dan kemitraan dengan baik sehingga segala apa yang diplanning bisa berjalan sesuai harapan. Merujuk pelaksanaan Muktamar ke 33 Jombang, kita ketahui bersama bahwa dalam Muktamar tersebut sistemnya telah berubah, ada perbaikan-perbaikan sistem yang dilakukan mulai dari PPNU, PWNU, PCNU hingga PRNU. Harapannya adalah organisasi kita menjadi sempurna; Kaamilan fi ilmihi, Kaamilan fi’lihi, Kaamilan fi atsarihi; sempurna ilmu, perbuatan dan dampak positif bagi kehidupan.
Sementara itu KH. Ahsanul Haq (PWNU) menjelaskan bahwa dalam saat ini juga akan dilaksanakan Sosialisasi Karta-NU dengan menggandeng PT. Media Promosi  yang nantinya akan dipandu oleh Mas Hakim Maftuh, SE. Santri alumni Pondok Pesantren Salafiyah Safi’iyah Sukorejo Situbondo yang mana daerah tersebut merupakan Basis Nahdlatul Ulama dengan tokohnya yang sangat terkenal KHR. As’ad Syamsul Arifin. Mas Udin juga salah seorang Putra Prof. Dr KH. Syeikhul Hadi Purnomo, SH. M.H Dosen tetap di IAIN Sunan Ampel Surabaya dan Pengasuh PP. Al-Hikam Surabaya.
Dan untuk pengurus PCNU dan MWCNU saya sampaikan bahwa pada tanggal (15/11) nanti diharap hadir di Hotel Impayer Jl. Blauran Surabaya dalam rangka Tasyakkuran Hari Santri Nasional, yang sebelumnya yakni tanggal (9/11) akan digelar kegiatan Bedah Buku Revolusi Pancasila” dan dilanjutkan Konsolidasi PWNU Jawa Timur.
Ketua Lajnah Falakiyah PCNU Probolinggo menyampaikan bahwa kegiatan “Pelatihan Hisab dan Rukyat” ini sebagai untuk menyamakan persepsi, menambah pengetahuan kita dalam upaya menentukan awal bulan Ramadhan yang dimungkinkan adanya perbedaan. Dari dulu sudah sering terjadi perbedaan karena sistem yang digunakan juga berbeda. Dengan kegiatan ini masyarakat dan warga Nahdlatul Ulama bisa memahami adanya perbedaan tersebut sehingga dapat memperkecil adanya problematika konflik di kalangan masyarakat.
Sedangkan sebagai narasumber dalam kegiatan ini terdiri dari dua orang, yakni; Bpk. H. Wawan Ali Suhudi, M.Hum dan Bpk. Imamuddin Nur Fajri, M.PdI menyampaikan materi tentang tata cara pengukuran arah kiblat dan pembuatan Kalender Masehi dan Urfi. Namun dalam pelatihan ini lebih menekankan pada pelatihan metode hisab dengan menggunakan Internet Tekhnologi seperti Win Hisab 2010 sebagai tambahan ilmu yang komperhensip. Dalam penyampaiannya beliau-beliau menjelaskan ada 3 (tiga) hal yang bisa membuat perbedaan dalam menentukan awal bulan Ramadhan tersebut. Pertama adanya perbedaan sistem hisab yang dipakai, kedua perbedaan kriteria penentuan awal bulan Qomariyah dan ketiga perbedaan Matla’. Perbedaan Matla’ yaitu matla’ alam Internasional global yaitu dimanapun kita lihat hilal kita ikut. Matla’ Regional (kedekatan wilayah) misalnya Indonesia bertetangga dengan Malaysia kalau Malaysia sudah kelihatan hilal maka Negara Indonesia juga ikut mempertimbangkan, matla’ nasional dan matla’ daerah. Perbedaan sistem hisab baik urfi maupun hakiki, hisaf urfi merupakan sistem hisab yang didasarkan pada pejalanan rata-rata dari revolusi bulan dan bumi sedangkan sistem hisab hakiki yakni system hisab yang didasarkan pada perjalanan yang sebenarnya dalam revolusi bulan dan bumi.

Sedangkan kriteria penentuan awal bulan berdasarkan wujudul hilal, inkanur rukiyah, rukiyatul hilal bil fi’li dan ijtima’ qoblal fajri’ serta ijtima qobla dzukri. Kalau Kriteria penentuan awal bulan standart menggunakan sistem hisab hakiki kotemporer, berpedoman pada ufuk mar’i dan menggunakan kriteria mabims. Kriteria mabims adalah tinggi hilal minimum 2 derajat, elongasi dari matahari minimal 3 derajat atau umur bulan mulai saat itjima atau mulai saat matahari dan bulan dalam satu bujur astronomis yang sama sampai dengan terbenar matahari minimal 8 jam. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan masyarakat mampu mengambil ibrah utamanya yang hadir dalam pertemuan ini untuk meneruskan kepada masyarakat luas agar jika terjadi perbedaan awal bulan ramadhan tahun ini tidak akan terjadi gejolak dan hal-hal yang kurang kondusif di Kabupaten yang kita cintai. (Ansori)
http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html