Random News

INTEGRITAS

MEMBANGUN BANGSA DENGAN CINTA

PROFESIONALITAS

MEMBANGUN BANGSA DENGAN CINTA

INNOVASI

MEMBANGUN BANGSA DENGAN CINTA

TANGGUNGJAWAN

MEMBANGUN BANGSA DENGAN CINTA

KETELADANAN

MEMBANGUN BANGSA DENGAN CINTA

Rabu, 16 Desember 2015

RIBUAN WARGA WONOMERTO BANJIRI SAFARI MAULID NABI BERSAMA BUPATI PROBOLINGGO

Kab. Probolinggo (Humas) Bertempat di Areal Desa Tunggak Cerme Wonomerto tadi pagi (16/12) Berlangsung acara Safari Maulid Nabi Muhammad SAW. yang dihadiri Bupati Probolinggo (Ibu. Hj. P. Tantriana Sari, SE) bersama Anggota DPR-RI (Bapak Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si), Forkopimda, Forkopimcam Kecamatan Wonomerto, KUA (Penghulu dan Penyuluh Agama Islam), PCNU, MWCNU, Banom, Lajnah dan Lembaga, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta masyarakat sekitar.
Acara yang diawali dengan Pembaan ayat suci Al-Qur’an ini kemudian dilanjutkan dengan sambutan kepala desa Tunggak crème. Yang dalam sambutannya Kepala Desa menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada Pemerintah Daerah yang telah menghadiri acara dimaksud dengan harapan semoga akan mampu memberikan perubahan bagi masyarakat wonomerto dalam penataan kelembagaan dan kegiatan kegamaan bisa meningkatkan taraf kehidupan bermasyarakat yang islami, mandiri dan berperadaban.

Kepala Desa (Bapak Nantu Hermanto juga menjelaskan profil dan potensi Desa Tunggak Cerme, peran serta Forkopimcam, mulai dari Camat dan jajarannya, Puskesmas dan KUA serta Para Kepala Desa bersatu dalam mewujudkan pembangunan karakter Bangsa secara berkesinambungan. Peran-peran tersebut bisa berkembang dengan baik kalau didukung pemerintah daerah untuk mengarahkan, mengawasi roda pemerintahan hingga ke pelosok desa.

Acara juga dimeriahkan dengan Tarian Khas Probolinggo perwakilan siswa SDN Tunggak Cerme sebagai salah satu bentuk penampilan kebudayaan daerah yang sudah lama berkembang dan tetap terpelihara hingga kini. Pembacaan Sholawat Simtutduror yang dilantunkan oleh Santri Pondok Pesantren Albarokah Asuhan KH. Muh. Hasan Sidik Ketua MWCNU Wonomerto juga tidak kalah menariknya ketika suara-suara emas para santri tersebut bergema memenuhi nuansa khalayak yang ikut bersalawat bersama para warga dan jamaah dari berbagai daerah di wonomerto. Namun ada juga yang mengharukan bagi kita saat penyematan dan pemberian penghargaan oleh Anggota DPR-RI (Bapak Drs. Hasan Aminuddin, M.Si) kepada ananda Mustaqim Peraih Juara II Kejuaraan Atlit Tingkat Nasional yang berasal dari Penduduk Desa Tunggak Cerme.

Pemberian santunan kepada fakir miskin dan janda tua oleh Ibu Bupati Probolinggo juga mewarnai gebyar safari maulid ini. Bupati yang jadwal kegiatannya sangat padat pada hari tersebut; mulai dari membuka kegiatan Hari Ibu di Pendopo Kabupaten, menghadiri latihan menembak Jatri TRW 4 Tahun 2015, menghadiri Safari Nabi Muhammad Saw di Desa Tunggak Cerme Wonomerto dan Safari Maulid Nabi Muhammad Saw di desa Karanganyar Bantaran. Namun kegiatan demi kegiatan bisa berjalan dengan lancar dan sukses.

Sedangkan KH.Hasan Adzkiya’ dalam orasi ilmiyahnya menyampaikan bahwa kita yang berkumpul disini tidak ada maksud dan tujuan selain ikut gembira, senang atas kelahiran Nabi Muhammad SAW. Maulid Nabi mau ditaruh dimanapun tetap pantas. Dalam segala kontek dan aspek kehiduan, kita membacakan maulid nabi dan sejarahnya untuk menjadi uswah hasanah bagi kita umat manusia karena Rasulullah saw bukan manusia biasa akan tetapi manusia luar biasa.

Ada hal nyata bagi Rasulullah yang sama sekali berbeda dengan manusia lainnya, kalau nabi tidur hatinya tidak tidur akan tetapi tetap bersambung kepada Allah SWT. Suatu saat Rasulullah tidur dari badannya keluar keringat, oleh istrinya ibnu Tsurain keringatnya dimasukkan botol dan dijadikan pengharum ruangan. Kelanjutan maulid nabi bukan hanya masalah mempersiapkan makanan akan tetapi hikmah dan atsar apa yang kita peroleh tentunya perubahan kebaikan pada diri kita untuk dapat mencontoh Rasulullah saw.

Dan siapa yang dekat dengan Rasulullah saw maka derajatnya akan tambah tinggi dihadapan Allah dan akan dijamin keselamatannya baik di dunia maupun di akhirat kelak. Ada 7 kesunnatan Rasulullah yang selalu beliau lakukan, dan sebisa mungkin kita upayakan untuk meneladaninya. Yaitu ; sholat berjamaah, bershodaqah, memperbanyak baca Qur’an dan Sholawat kepada nabi, Istighfar, Dawaamul wudhu’ dan sholat Malam.

Dalam orasi Ilmiyahnya Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si (Anggota DPR-RI) dan sekaligus Mustasyar PCNU Probolinggo menyimpulkan bahwa manusia yang hidup hari ini lebih cenderung menggunakan logika dalam menyikapi berbagai kejadian di sekitarnya. Begitu juga kita berbicara maulid nabi juga bisa menggunakan logika, namun kita warga NU hendaknya menjadikan Aqidah Ahlussunnah wal Jamaah sebagai naqliyah pemahaman dan pemaknaan. Dalam memperingati hari kelahiran Rasulullah Muhammad Saw. tidak ada larangan bagi kita untuk mengkultuskan Nabi Muhammad Saw. sebagai panutan bagi hidup ini bahkan merupakan anjuran Allah karena Akhlak Rasulullah Saw merupakan Intisari dari Al-Qur’an.

Yang tidak boleh adalah menganggap nabi muhammad sebagai tuhan. Apa yang disampaikan oleh KH. Gus Musthofa Hasan Adzkiya bahwa islam di Indonesia sangat berbeda dengan islam di Cecsnia dan Tunisia, karena islam di Indonesia disampaikan dengan cara yang damai dan santun oleh para Wali Songo melalui budaya yang berkembang di Indonesia saat itu sebagaimana seni tari khas Probolinggo yang ditampilkan Siswa SDN Tunggak Cerme tadi. Seni budaya harus tetap terjaga dan terpelihara, budaya dapat menjadi pelajaran dalam kehidupan.

Namun yang terpenting adalah uswah hasanah bagi umat manusia. Utamanya akhlak dan etika rasulullah tentunya dengan memperbanyak membaca al-Quran yang terdiri dari 6666 ayat tersebut dibiasakan untuk dibacanya dan diamalkan seluruh isinya. Ambillah sebagai teladan semua yang baik dari Rasulullah Saw.

Ada sebuah cerita disaat Rasulullah wafat. Mertunya datang kepada anaknya Siti Aisyah dia bertanya ? apa kekurangan ayahmu terhadap ibadah yang sesuai dengan baginda Rasulullah Saw. Aisyah merasa kesulitan untuk menjawab pertanyaan sang ayah, ia hanya menjawab dengan; sudah cukup bapak. Bukan begitu tapi saya ingin mengetahuinya. Lalu aisyah menjawab lagi kekurangannya adalah ketika Rasulullah datang ke pasar setelah sholat dhuha bukan untuk berbelanja akan tetapi untuk bershodaqah dengan sesuap nasi.


Walaupun Rasulullah dihujat sebagai tugas sihir, tukang tipu namun Rasulullah tetap bersabar dan menyuapi makanan pada wanita tua buta tersebut dengan mesra tanpa menyebutkan statusnya sebagai utusan Allah. Padahal si tua buka bukan seorang muslim tapi orang kafir disinilah kita layak meniru akhlak rasulullah saw. Kemudian ketika Rasulullah saw wafat Abu Bakar As-Shiddiq datang kepada wanita tua buta tersebut menyampaikan bahwa lelaki yang selalu menyuapi makanan tersebut adalah Rasulullaah Saw yang selalu dicela sekarang telah wafat. Maka wanita tua buta tersebut menangis karena menyesal dan saat itu pula menyatakan masuk islam. Semoga beberapa kisah ini bisa menjadi teladan bagi kita semua untuk senantiasa menjadikan Uswah hasanah dalam kehidupan ini, amin. (Ansori).

Minggu, 13 Desember 2015

ISTIGHOSAH RUTIN MWCNU GUGAH SEMANGAT KEBANGSAAN

Wonmerto (NU.News) Bertempat di rumah Ust. Mubarok Desa Patalan, hari ini minggu (13/12) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) bersama Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Se Kecamatan Wonomerto melaksanakan Kegiatan Rutin yang dikemas dengan Istighosah Rutin dan Pembacaan Sholawat Simtutduror.

Acara ini selain melaksanakan kegiatan rutin juga dijadikan ajang komonikasi dan bertukar pendapat dalam membahas rencana  dan program kerja Nahdlatul Ulama baik yang sudah terlaksana maupun yang belum terlaksana.

Dalam Sambutannya Katib Syuriah MWCNU Wonomerto (Ansori) menghimbau dan berterima kasih kepada para Jamaah Nahdiyyah atas kekompakannya dalam menjalankan amanah dan kegiatan rutin serta berharap bisa selalu bersinergi antar yang satu dengan yang lain, terus membangun komonikasi antar pengurus PRNU dengan MWCNU serta dengan PCNU Kabupaten Probolinggo. Komonikasi yang inten akan mampu menciptakan roda organisasi yang mapan, berjalan lancar dan menjadi contoh yang mampu mewujudkan keteladaan baik di kalangan NU maupun bagi masyarakat umum.

Ada dua hal yang penting bagi kita umat manusia untuk terus dijaga dan dipelihara sepanjang hidup kita, karena dibalik keduanya kita tidak akan dihinakan oleh Allah Swt. pertama selalu menjaga tali penguat hubungan dengan Allah (Hablun minallah) dan tali pengikat antar sesama manusia (Hablun min annas). Sebagaimana Allah Swt. sampaikan dalam kontek firman-Nya dalam QS. Ali Imron 113).

Berkaitan dengan Maulid Nabi Muhammad Saw. hendaknya kita bisa meneladi sifat-sifat Rasulullah untuk menjadi manusia yang Shiddiq, Amanah, Tablik dan Fathonah untuk senantiasa mengedepankan Akhlaq Al-Karimah dan Moralitas yang tinggi. Dan Dampaknya bagi Organisasi Nahdlatul Ulama bisa menjadi Rohmat bagi semesta alam sebagaimana pernyataan Allah Swt. Rasulullah diutus ke dunia untuk menjadi rahmat bagi semesta. (QS. Al-Anbiya : 107).

Selain itu ada Pekerjaan rumah buat kita Pengurus MWCNU dalam penuntasan piagam Masjid/Musholla Se Kecamatan Wonomerto, penyelesaian AIW yang saat ini menjadi upaya dari PC. LWPNU Probolinggo untuk segera menyelesaian program penting tersebut. Oleh karena itu hendaknya para pengurus MWCNU untuk lebih inten dalam membangun komonikasi dengan KUA dan pihak terkait.

Selain itu Pelaksanaan program PBNU melalui PWNU Jawa Timur sebagaimana telah dibahas dalam pertemuan PCNU pada waktu pelaksanaan Pelatihan Hisab Rukyat yang bertempat di Kantor Disnakertran telah dibahas terkait pelaksanaan pemotretan Kartu Nahdlatul Ulama (Kartanu) harus kita sambut dengan baik, semuan komponen NU harus mendukung hingga program ini bisa berjalan dengan baik.

Secara terpisah Ketua Tanfidziyah MWCNU Wonomerto KH. Muh. Hasan Sidik, mengulas tuntas terkait rencana pelaksanaan kegiatan lanjutan dari apa yang disampaikan oleh Katib Syuriyah MWCNU; terkait Pelaksanaan Pemotretan Karta-NU dengan beberapa ketentuan. Beliau menghimbau para pengurus baik MWCNU maupun PRNU untuk bersama-sama dalam melangkah menyatukan kata dan fakta demi kesuksesan kita semua, menjadi organisasi yang solid dan valid. Pendataan itu sangatlah penting, janganlah kita hanya besar dalam jumlah, namun kecil dan kurang makna dalam istilah, jangalah besar dalam kuantitas namun ternyata sangat kecil dalam kualitas.

Terkait persiapan Safari Maulid Bupati Probolinggo ke Desa Tunggak Cerme tanggal 16 Desember 2015 ini, marilah kita bersama mensukseskan dengan memberikan dukungan doa dan tenaga, karena kecintaan pada membangun daerah tercinta saya yakin bagian dari jihad yang sebenarnya. Atas nama MWCNU Wonomerto saya sampaikan melalui forum ini agar semua pengurus mulai dari jajaran MWCNU, PRNU, Banom, Lembaga dan Lajnah untuk hadir diacara Safari Maulid tersebut.


Dan kepada Pengurus PAG. GP. Ansor Wonomerto untuk hadir dan memberikan pengamanan pada kegiatan ini tentunya dengan berkomonikasi dengan Ketua PC. Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Probolinggo Sdr. Muhlis, M.Pd dan Ketua Satkorcab Sdr. Dimas. Secara resmi nanti kita akan komonikan rencana tersebut dengan Ketua PC. Gerakan Pemuda Ansor Probolinggo. Hanya doa dari para Kiai yang hadir semoga semua rencana dan program kerja termasuk rencana Turba PCNU Probolinggo pada tanggal 3 Januari 2016 bisa berjalan sebagaimana kita harapkan amin. (Ansori).

Minggu, 29 November 2015

SEMINAR ASWAJA PERKOKOH KE-NU-AN

Bertempat di Salah satu lembaga Pendidikan di Kecamatan Wonomerto, hari ini, 29 Nopember 2015 PAC Muslimat NU atas restu Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Wonomerto Menggelar “SEMINAR PENINGKATAN ASWAJA DI KALANGAN IBU-IBU MUSLIMAT”. Acara yang diikuti oleh semua PAC. Fatayat NU, PAC. Muslimat NU serta PAC. IPPNU kecamatan Wonomerto ini dipandu langsung oleh Sekretaris MWCNU Wonomerto Sdr. FAthurrozi Amien, M.PdI.

Acara dimulai dengan sambutan Ketua PAC. Muslimat NU Wonomerto seraya mengucapkan terima kasih atas dukungan dari MWCNU Wonomerto, sehingga acara ini bisa terlaksana dengan mendatangkan Tim Asnuter (Aswaja NU Center) Kabupaten Probolinggo. Dan kepada para peserta seminar minta dengan hormat lagi sangat agar bisa mengikuti seminar ini dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat dengan niat belajar dan menambah ilmu pengetahuan. Dan atas nama Ketua PAC Muslimat NU Wonomerto kami memohon kepada Ketua MWCNU Wonomerto untuk membuka acara ini.

Dalam arahannya Ketua MWC.NU Kecamatan Wonomerto KH. Moh. Hasan Sidik menyampaikan bahwa kita para pengurus NU perlu memaksimalkan kegiatan-kegiatan rutin yang berbasis kerakyatan dan sosial keagmaan; seperti menggalakkan giat rutinan seperti yasinan, sarwaan dan juga peru mengadakan kajian-kajian Ilmiyah keagamaan untuk membendung aliran-aliran serta paham-paham yang cenderung merusak paham Ahlussunnah Wal Jamaah. Disinilah kita perlu meningkatkan adanya singkronisasi program kerja dan meningkatkan koordinasi antara NU, Muslimat, Fatayat serta lembaga dan Banom lainnya agar Program-program NU berjalan sesuai keinginan bersama.

Sementara dalam sambutannya Ketua PC Asnuter Probolinggo Mas Teguh MHZ, M.Pd. menyampaikan bahwa dengan adanya kegiatan ini Beliau mengharap kekompakan seluruh komponen Nahdlatul Ulama khususnya di tingkat MWC dan Ranting demi mewujudkan tingkat kebersamaan yang solid. Asnuter siap memfasilitasi kegiatan-kegiatan ke-ASWAJA-an sampai ke tingkat ranting, karena di sinilah kekuatan dan kelemahan NU yang sebenarnya sedang dipertaruhkan.

Asnuter sudah punya tim sosialisasi aswaja di tingkat kecamatan yangg bisa di ajak kerja sama dalam mempersiapkan mulai dari materi ke-Aswaja-an, penyampaian, dan publikasi, ini harus kita sambut baik seperti yang dilakukan MWCNU Wonomerto saat ini. Kita cinta NU tentunya kita akan turut serta membantu dan mengembangkan program-program NU agar bisa mencapai target penyelesaian program-program tersebut dengan baik.

Dengan kegiatan Seminar Peningkatan Aswaja dipandang perlu untuk memberikan tambahan ilmu pengetahuan bagi kaum Nahdliyin baik bagi NU sendiri, fatayat, muslimat, lembaga dan Banom seperti Ansor dan IPNU, IPPNU. Juga tidak kalah pentingnya bagi LP. Ma’arif tingkat kecamatan untuk memprogramkannya bagi siswa dan santri di daerah, agar supaya mereka bias memahami aswaja mulai dari konsep dasar aswaja hingga kemunculan firqoh dalam islam. Dengan maksud dan tujuan kegiatan tersebut bisa memberikan tambahan pemahaman kepada pengurus dan jamaah tentang aswaja dan firqah tersebut. 

Berdasarkan pemahaman Nahdliyin yang masih perlu pembenahan dan pemaparan yang detail dan tuntas, maka Pemateri Bpk Mustofa, S.Ag menyampaikannya dengan gamblang dan menyeluruh mulai awal mula ajaran Islam dibawa oleh Rasulullah Saw. hingga era Sahabat Nabi (Khulafaur Rhosidin) sampai timbulnya firqah-firqah dalam Islam, perkembangan dan problematika umat yang semakin hari semakin komplek.(Ansori).

PCNU PROBOLINGGO TURBA KE MWC LUMBANG SEKALIGUS SANTUNI KORBAN BENCANA ALAM

Kabupaten Probolinggo (NU.News) Putaran yang kesekian kali PCNU Probolinggo Provinsi Jawa Timur, melakukan turba Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kec.amatan Lumbang untuk memperkuat konsolidasi dan meningkatkan komonikasi dengan seluruh komponen Nahdlatul Ulama di Kabupaten Probolinggo. Sebagaimana turba yang dilakukan di MWCNU Kecamatan Tegalsiwalan minggu lalu. (29/11).

Bersama pengurus cabang yang lain Ketua Tanfidziyah KH. Abdul Hadi dengan penuh semangat dan keyakinan yang kokoh berjuang hingga di grassroot untuk mengenal warga Nahdliyin lebih dekat lagi. Acara ini dihadiri sekitar 42 orang terdiri dari pengurus MWCNU dan PRNU se Kecamatan  Lumbang.

Dalam sambutannya Ketua Tanfidziyah PCNU mengharapkan agar semua pengurus MWCNU, PRNU mampu membangun komonikasi dengan baik, bisa bersinergi dan melaksanakan program kerja sebagaimana yang telah diagendakan.

Tahun ini  kita fokus pada beberapa program yang meliputi keagamaan, pendidikan, ekonomi dan kesehatan serta pelayanan hukum, lebih jelasnya bisa kita baca sebagai pedoman buku hasil musker yang sudah diperbanyak oleh PC LTN-NU Kab. Probolinggo.

Selain itu kami hadir disini untuk menyerap, menyingkronkan dan memotivasi kita dalam berkhidmah kepada jam’iyyah, karena tanpa MWC dan Ranting tentu cabang bukanlah siapa-siapa, dan belum tentu mampu berbuat apa, jelasnya.


Hal lain yang dilakukan PCNU memberikan santunan kepada fakir miskin dan al-mustadh’afin juga memberikan bantuan kepada kurban bencana di kecamatan Lumbang, ini hanyalah upaca kami PCNU untuk menggugah MWCNU dan PRNU untuk meniru hal yang sama, baik secara pribadi, lembaga dan bisa membangun komonikasi dengan instansi pemerintah demi peningkatkan perekonomian masyarakat dan Jamaah Nahdlatul Ulama. (Ansori).

SEMINAR ASWAJA PERKOKOH KE-NU-AN

Bertempat di Salah satu lembaga Pendidikan di Kecamatan Wonomerto, hari ini, 29 Nopember 2015 PAC Muslimat NU atas restu Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Wonomerto Menggelar “SEMINAR PENINGKATAN ASWAJA DI KALANGAN IBU-IBU MUSLIMAT”. Acara yang diikuti oleh semua PAC. Fatayat NU, PAC. Muslimat NU serta PAC. IPPNU kecamatan Wonomerto ini dipandu langsung oleh Sekretaris MWCNU Wonomerto Sdr. FAthurrozi Amien, M.PdI.

Acara dimulai dengan sambutan Ketua PAC. Muslimat NU Wonomerto seraya mengucapkan terima kasih atas dukungan dari MWCNU Wonomerto, sehingga acara ini bisa terlaksana dengan mendatangkan Tim Asnuter (Aswaja NU Center) Kabupaten Probolinggo. Dan kepada para peserta seminar minta dengan hormat lagi sangat agar bisa mengikuti seminar ini dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat dengan niat belajar dan menambah ilmu pengetahuan. Dan atas nama Ketua PAC Muslimat NU Wonomerto kami memohon kepada Ketua MWCNU Wonomerto untuk membuka acara ini.

Dalam arahannya Ketua MWC.NU Kecamatan Wonomerto KH. Moh. Hasan Sidik menyampaikan bahwa kita para pengurus NU perlu memaksimalkan kegiatan-kegiatan rutin yang berbasis kerakyatan dan sosial keagmaan; seperti menggalakkan giat rutinan seperti yasinan, sarwaan dan juga peru mengadakan kajian-kajian Ilmiyah keagamaan untuk membendung aliran-aliran serta paham-paham yang cenderung merusak paham Ahlussunnah Wal Jamaah. Disinilah kita perlu meningkatkan adanya singkronisasi program kerja dan meningkatkan koordinasi antara NU, Muslimat, Fatayat serta lembaga dan Banom lainnya agar Program-program NU berjalan sesuai keinginan bersama.

Sementara dalam sambutannya Ketua PC Asnuter Probolinggo Mas Teguh MHZ, M.Pd. menyampaikan bahwa dengan adanya kegiatan ini Beliau mengharap kekompakan seluruh komponen Nahdlatul Ulama khususnya di tingkat MWC dan Ranting demi mewujudkan tingkat kebersamaan yang solid. Asnuter siap memfasilitasi kegiatan-kegiatan ke-ASWAJA-an sampai ke tingkat ranting, karena di sinilah kekuatan dan kelemahan NU yang sebenarnya sedang dipertaruhkan.

Asnuter sudah punya tim sosialisasi aswaja di tingkat kecamatan yangg bisa di ajak kerja sama dalam mempersiapkan mulai dari materi ke-Aswaja-an, penyampaian, dan publikasi, ini harus kita sambut baik seperti yang dilakukan MWCNU Wonomerto saat ini. Kita cinta NU tentunya kita akan turut serta membantu dan mengembangkan program-program NU agar bisa mencapai target penyelesaian program-program tersebut dengan baik.

Dengan kegiatan Seminar Peningkatan Aswaja dipandang perlu untuk memberikan tambahan ilmu pengetahuan bagi kaum Nahdliyin baik bagi NU sendiri, fatayat, muslimat, lembaga dan Banom seperti Ansor dan IPNU, IPPNU. Juga tidak kalah pentingnya bagi LP. Ma’arif tingkat kecamatan untuk memprogramkannya bagi siswa dan santri di daerah, agar supaya mereka bias memahami aswaja mulai dari konsep dasar aswaja hingga kemunculan firqoh dalam islam. Dengan maksud dan tujuan kegiatan tersebut bisa memberikan tambahan pemahaman kepada pengurus dan jamaah tentang aswaja dan firqah tersebut.


Berdasarkan pemahaman Nahdliyin yang masih perlu pembenahan dan pemaparan yang detail dan tuntas, maka Pemateri Bpk Mustofa, S.Ag menyampaikannya dengan gamblang dan menyeluruh mulai awal mula ajaran Islam dibawa oleh Rasulullah Saw. hingga era Sahabat Nabi (Khulafaur Rhosidin) sampai timbulnya firqah-firqah dalam Islam, perkembangan dan problematika umat yang semakin hari semakin komplek.(Ansori).

Minggu, 22 November 2015

PERKUAT KONSOLIDASI DAN JARING ASPIRASI PCNU PROBOLINGGO TURBA KE MWCNU TEGALSIWALAN

PCNU Probolinggo Provinsi Jawa Timur, terus melakukan turba ke sejumlah Majelis Wakil Cabang (MWC NU) masing-masing kecamatan. Dan hari ini Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Probolinggo menggelar turba di MWCNU Kecamatan Tegal Siwalan yang dipusatkan di Musholla Ky. Nawawi.

Acara yang dihadiri sekitar 40 orang ini ini dari pengurus MWCNU dan PRNU se Kecamatan Tegalsiwalan juga dihadiri jajaran pengurus PCNU, jajaran ketua : KH Abdul Hadi, Drs. H. Hadi Prayitno, M.Si, Bambang Lasmono, SE, M.Si. Jajaran sekretaris; Khairul Ishaq, SH. M.Pd. dan H. Santoso, SH, M. Hum (Bendahara).

Sejak pelaksaan Musyawarah Kerja (Musker) PCNU sudah mengagendakan untuk melakukan turba sebagai konsolidasi dan sosialisasi hasil musyawarah kerja cabang demi mensukseskan semua program bisa terealisasi dengan baik.

Dalam sambutannya Ketua Tanfidziyah PCNU (KH. Abdul Hadi) mengharapkan agar pertemuan ini bisa berjalan rutin untuk menyamakan persepsi keumatan dalam menata dan melaksanakan program-program unggulan yang berbasis keagamaan.

Tahun ini  kita fokus pada beberapa program yang meliputi keagamaan, pendidikan, ekonomi dan kesehatan serta pelayanan hukum, lebih jelasnya bisa kita baca sebagai pedoman buku hasil musker yang sudah diperbanyak oleh PC LTN-NU Kab. Probolinggo.

Selain itu kami hadir disini untuk menyerap, menyingkronkan dan memotivasi kita dalam berkhidmah kepada jam’iyyah, karena tanpa MWC dan Ranting tentu cabang bukanlah siapa-siapa, dan belum tentu mampu berbuat apa, jelasnya.


Ada beberapa hal yang sempat mengemuka terkait penyelesaian Badan Hukum Yayasan untuk terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM karena saat ini Probolinggo belum bisa mencairkan Bantuan BOSDA Madin, oleh karena itu Sekjen PCNU Probolinggo Sdr. Khairul Ishaq, SH. M.Pd menawarkan solusi dengan menfasilitasi Madrasah diniyah yang ada di bawah naungan PCNU atau LP Ma’arif NU untuk dibantu pengurusannya. (Ansori).

Sabtu, 14 November 2015

TASYAKKURAN HSN DAN KONSOLIDASI PWNU JATIM

Suasana HSN Di Empire Palace Hotel
Jatim, Tepat 24 hari sejak ditetapkannya tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional (HSN) oleh Presiden RI Bapak Ir. Joko Widodo, hari ini PWNU Provinsi Jawa Timur menggelar acara venomenal dengan tema Tasyakkuran Hari Santri Nasional dan Konsolidasi NU Jawa Timur.

Acara yang dipusatkan di Hotel Empire Palace Surabaya ini mendapatkan sambutan yang sangat meriah dari berbagai kalangan termasuk Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur hingga ke PCNU dan MWCNU Se Jawa Timur, sementara itu dari PBNU hadir Rais Am, Wakil Rais Am, Katib Am dan ketua umum bersama Sekjen PBNU.

Dalam sambutan pengantarnya Ketua Umum PWNU Jawa Timur KH. Mutawakkil Alallah menyampaikan bahwa penetapan Hari Santri Nasional merupakan anugerah Allah SWT kepada kaum santri pada khususnya dan umat Islam Indonesia pada umumnya untuk terus berkhidmat dalam syiar Islam, menerapkan perjuangan dalam mengisi kemerdekaan, jadikanlah jiwa kita melekat dengan ruhul jihad sebagaimana Resolusi Jihad tepatnya yang dilakukan para Pemuda Surabaya pada tanggal 10 november 1945.

Sementara itu KH. Makruf Amin mengajak kita seluruh warga Nahdliyin kiranya bagaimana kita bisa membawa NU kedepan menjadi lebih baik, bisa memiliki bargaining dalam mewujudkan cita-cita yang Rahmatan Lil alamin. Menurut beliau sebagai Rais Am PBNU itu adalah orang yang sudah punya maqam, sementara beliau masih belum memilikinya, dan menjadi (Rais Am Dhorury) karena situasi darurat saja, sebagaimana dalam kelakarnya.

Wakil Gubernur Jawa Timur (Gus Ipul) panggilan akrab H. Saifullah Yusuf mengingatkan agar Pengurus NU mulai Pimpinan Pusat, Wilayah hingga daerah agar bisa menjaga, melaksanakan tugas yang telah diamanatkan hingga 5 tahun kedepan, dengan tetap mempertahankan paham Ahlusunah Wal Jama’ah, mempertahankan NKRI sebagai harga mati, serta mampu mensejahterakan rakyat secara menyeluruh.

Luhut Binsar Panjaitan, menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia mulai membaik, hingga kini dolar sudah berkisar antara 13,000-13.500. Indonesia merupakan negara kaya, kita sudah merencanakan jalan tol hingga 2018. Selain itu kita juga berharap pelaksanaan Pilkada serentak akan berjalan dengan baik. Untuk penguatan Sumber Daya Manusia Warga Nahdliyin kita akan sekolahkan dengan asumsi 0,5 saja dari 80 Juta warga NU untuk disekolahkan hingga ke Perguruan Tinggi.

Sedangkan Ketua Umum Tanfidziyah PBNU KH. Said Aqil Siraj mengulas panjang lebar tentang perang 10 November 1945 dengan Resolusi Jihadnya yang dimotori oleh Hadrotus Syekh KH. Moh. Hasyim Asyari, dan disitulah peranan Pemuda NU amat berjasa dalam sejarah perjuangan mewujudkan Kemerdekaan Indonesia, dengan juga dibantu tokoh-tokoh pemuda dari organisasi lainnya yang masih peduli dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Urgensi tasyakuran ini sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah sekaligus sebagai ajang konsolidasi antar PWNU, PCNU dan MWC NU se-Jawa Timur, semoga bermanfaat bagi Indonesia dan selamat Berkhidmat buat Bangsa dan Negara, amin. (Ansori-LTN-NU Probolinggo).


Sabtu, 07 November 2015

BERTEMPAT DI AULA DISNAKERTRAN PCNU PROBOLINGGO GELAR PELATIHAN HISAB DAN RUKYAT


Kab. Probolinggo (PCNU) – Bertempat di Aula  Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertran) Kab. Probolinggo hari ini Sabtu (7/11) Pengurus Lembaga Falakiyah PCNU Kabupaten Probolinggo (Bpk. H. Wawan Ali Suhudi, M.Hum), menggelar “Pelatihan Hisab dan Rukyat Angkatan 1 Tahun 2015” yang diikuti Seluruh pengurus MWCNU, perwakilan lembaga, lajnah dan Banon serta pengurus PCNU Kab. Probolinggo.
Acara dimulai dengan Sambutan KH. Abdul Hadi Saifullah Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Probolinggo. Atas nama pengurus cabang beliau menyampaikan terima kasih dan sangat bersyukur kepada Allah karena apa yang beliau angankan selama ini telah menjadi kenyataan; bahwa lembaga, lajnah dan banom bisa berjalan baik sebagaimana yang diharapkan, karena NU itu tubuh sedangkan anggota tubuhnya adalah lembaga, lajnah dan banom hingga ke Ranting. Kalau semuanya bisa berfungsi dengan baik maka secara otomatis Nahdlatul Ulama akan mampu menjadi pencerah dalam kehidupan ini.
Selanjutnya Sambutan sekaligus pengarahan dari PWNU Jawa Timur memberikan appresiasi kepada Pengurus PCNU Probolinggo dan jajarannya yang telah mampu membangun kerjasama dan kemitraan dengan baik sehingga segala apa yang diplanning bisa berjalan sesuai harapan. Merujuk pelaksanaan Muktamar ke 33 Jombang, kita ketahui bersama bahwa dalam Muktamar tersebut sistemnya telah berubah, ada perbaikan-perbaikan sistem yang dilakukan mulai dari PPNU, PWNU, PCNU hingga PRNU. Harapannya adalah organisasi kita menjadi sempurna; Kaamilan fi ilmihi, Kaamilan fi’lihi, Kaamilan fi atsarihi; sempurna ilmu, perbuatan dan dampak positif bagi kehidupan.
Sementara itu KH. Ahsanul Haq (PWNU) menjelaskan bahwa dalam saat ini juga akan dilaksanakan Sosialisasi Karta-NU dengan menggandeng PT. Media Promosi  yang nantinya akan dipandu oleh Mas Hakim Maftuh, SE. Santri alumni Pondok Pesantren Salafiyah Safi’iyah Sukorejo Situbondo yang mana daerah tersebut merupakan Basis Nahdlatul Ulama dengan tokohnya yang sangat terkenal KHR. As’ad Syamsul Arifin. Mas Udin juga salah seorang Putra Prof. Dr KH. Syeikhul Hadi Purnomo, SH. M.H Dosen tetap di IAIN Sunan Ampel Surabaya dan Pengasuh PP. Al-Hikam Surabaya.
Dan untuk pengurus PCNU dan MWCNU saya sampaikan bahwa pada tanggal (15/11) nanti diharap hadir di Hotel Impayer Jl. Blauran Surabaya dalam rangka Tasyakkuran Hari Santri Nasional, yang sebelumnya yakni tanggal (9/11) akan digelar kegiatan Bedah Buku Revolusi Pancasila” dan dilanjutkan Konsolidasi PWNU Jawa Timur.
Ketua Lajnah Falakiyah PCNU Probolinggo menyampaikan bahwa kegiatan “Pelatihan Hisab dan Rukyat” ini sebagai untuk menyamakan persepsi, menambah pengetahuan kita dalam upaya menentukan awal bulan Ramadhan yang dimungkinkan adanya perbedaan. Dari dulu sudah sering terjadi perbedaan karena sistem yang digunakan juga berbeda. Dengan kegiatan ini masyarakat dan warga Nahdlatul Ulama bisa memahami adanya perbedaan tersebut sehingga dapat memperkecil adanya problematika konflik di kalangan masyarakat.
Sedangkan sebagai narasumber dalam kegiatan ini terdiri dari dua orang, yakni; Bpk. H. Wawan Ali Suhudi, M.Hum dan Bpk. Imamuddin Nur Fajri, M.PdI menyampaikan materi tentang tata cara pengukuran arah kiblat dan pembuatan Kalender Masehi dan Urfi. Namun dalam pelatihan ini lebih menekankan pada pelatihan metode hisab dengan menggunakan Internet Tekhnologi seperti Win Hisab 2010 sebagai tambahan ilmu yang komperhensip. Dalam penyampaiannya beliau-beliau menjelaskan ada 3 (tiga) hal yang bisa membuat perbedaan dalam menentukan awal bulan Ramadhan tersebut. Pertama adanya perbedaan sistem hisab yang dipakai, kedua perbedaan kriteria penentuan awal bulan Qomariyah dan ketiga perbedaan Matla’. Perbedaan Matla’ yaitu matla’ alam Internasional global yaitu dimanapun kita lihat hilal kita ikut. Matla’ Regional (kedekatan wilayah) misalnya Indonesia bertetangga dengan Malaysia kalau Malaysia sudah kelihatan hilal maka Negara Indonesia juga ikut mempertimbangkan, matla’ nasional dan matla’ daerah. Perbedaan sistem hisab baik urfi maupun hakiki, hisaf urfi merupakan sistem hisab yang didasarkan pada pejalanan rata-rata dari revolusi bulan dan bumi sedangkan sistem hisab hakiki yakni system hisab yang didasarkan pada perjalanan yang sebenarnya dalam revolusi bulan dan bumi.

Sedangkan kriteria penentuan awal bulan berdasarkan wujudul hilal, inkanur rukiyah, rukiyatul hilal bil fi’li dan ijtima’ qoblal fajri’ serta ijtima qobla dzukri. Kalau Kriteria penentuan awal bulan standart menggunakan sistem hisab hakiki kotemporer, berpedoman pada ufuk mar’i dan menggunakan kriteria mabims. Kriteria mabims adalah tinggi hilal minimum 2 derajat, elongasi dari matahari minimal 3 derajat atau umur bulan mulai saat itjima atau mulai saat matahari dan bulan dalam satu bujur astronomis yang sama sampai dengan terbenar matahari minimal 8 jam. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan masyarakat mampu mengambil ibrah utamanya yang hadir dalam pertemuan ini untuk meneruskan kepada masyarakat luas agar jika terjadi perbedaan awal bulan ramadhan tahun ini tidak akan terjadi gejolak dan hal-hal yang kurang kondusif di Kabupaten yang kita cintai. (Ansori)

Selasa, 27 Oktober 2015

Selamat Hari Sumpah Pemuda

Ir. Soekarno pernah berkata “Berikan aku satu pemuda akan kuguncang Indonesia dan berikan aku sepuluh pemuda akan kuguncang dunia.” Begitu hebatnya generasi muda bagi suatu bangsa, sampai-sampai Soekarno dalam pidatonya yang selalu berapi-api membakar semangat generasi muda Indonesia.
Pemuda sebagai bagian dari manusia menjadi penting keberadaannya. Pemuda adalah tulang punggung suatu bangsa. Jika tulang itu patah maka hancurlah bangsa itu .Pemuda adalah  aset bangsa yang sangat penting, kepadanya bangsa ini bergantung. Bila pemuda itu berkualitas maka bangsa akan maju, sebaliknya jika pemuda itu tidak berkualitas maka bangsa/negara akan menuju kepada kehancuran.

“Bahwa sesungguhnya di tangan pemuda lah permasalahan masyarakat akan dipecahkan, dan di dalam pengorbanannya lah suatu bangsa akan tetap hidup dan berkembang”.

Senin, 28 September 2015

Kamis, 24 September 2015

Kamis, 10 September 2015

Selasa, 01 September 2015

SOSIALISASI KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK KEMENAG HADIRKAN PIMPRED RADAR BROMO

SOSIALISASI KIP BERSAMA PIMPRED RADAR BROMO

Kamis, 13 Agustus 2015

Jumat, 10 Juli 2015

Kamis, 02 Juli 2015

Minggu, 28 Juni 2015

SEMUA CALON KADES WONOMERTO MENGHADIRI ISTIGHOSAH DAN BUKA BERSAMA MWCNU DAN MUSPIKA


Bertempat di Masjid PP. Al-Barokah Tunggak Cerme Kec. Wonomerto, Sabtu, (27/6) Ketua Majlis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama Kec. Wonomerto Berkoordinasi dengan Muspika Wonomerto, Kepala Desa, BPD dan Ketua Panitia Pilkades untuk mengadakan Istighosah dan Buka Bersama dengan maksud dan tujuan untuk Mensukseskan Pilkades 2015 Kec. Wonomerto. Acara  ini dihadiri sekitar 100 orang lebih terdiri dari jajaran Muspika, Tampak Bpk Camat Wonomerto, Bpk Kapolsek AKP Kusmidi, Kepala KUA yang diwakili Penyuluh Agama Fungsional Ansori, M.PdI. M.Sy sekaligus Katib MWCNU Wonomerto, Perwakilan Kades, Panitia dan Ketua BPD serta Pengurus MWC.NU hingga PRNU.

Sekretaris MWC.NU Sdr. Fathurrozi Amien, M.PdI membuka acara dengan penuh semangat walau tampak lelah terlihat dari suaranya hal ini tiada lain karena memang bulan puasa namun hal itu tidak mengurangi semangat Pengurus MWC.NU untuk terus berkhidmat buat Bangsa dan Negara. Dengan dipimpin KH. Syuhada’ Nasrullah Katib Syuriyah PCNU Kabupaten Probolinggo maka Pelaksanaan Istighosah bisa berjalan dengan baik dan lancer, semoga mengandung barokah buat semuanya.

Sebelum sambutan Bapak Camat Wonomerto semua Calon Pilkades dan Ketua Panitia diminta untuk berdiri membacakan Ikrar Damai Bersama yang diwakili Sdr Nantu Henmanto dari Calon Pilkades Desa Tunggak Cerme dan Bpk Hari Mewakili Panitia Pilkades dari Desa Patalan, dan dilanjutkan sambutan Bpk Camat Wonomerto, Beliau menyampaikan terima kasih yang tidak terhingga kepada Ketua MWC.NU Wonomerto KH. Muhammad Hasan Sidiq dan semua Pengurus yang lain yang telah berupaya memberikan konstribusi kepada Pemerintah dan ini memang yang kita harapkan sinergi antara Umara dan Ulama, antara Pemerintah dan Tokoh Agama, demi terciptanya kebersamaan, saling pengertian, saling menyokong dan mengarahkan masyarakat agar damai, teduh  mudah menerima nasehat baik, mencari solusi keumatan yang maslahah bukan mudhoroh. Harapan kita bersama semoga pelaksanaan Pilkades Kecamatan Wonomerto yang meliputi 7 desa dan 252 desa se Kabupaten Probolinggo bisa berjalan tertib, damai, lancer dan kondusif sebagaimana yang diharapkan, amin.

Selanjutnya KH. Syuhada’ Nasrullah memberikan siraman rohani kepada semua yang hadir utamanya buat Calon Kepala Desa dan Kades yang lain yang saat ini masih menjabat dan tentunya buat kita semua yang hadir, karena masing-masing kita adalah pemimpin yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT. Marilah kita belajar dari ramadhan bahwa sore ini merupakan hari sepuluh yang pertama yang fadhilahnya mengandung rohmah, mengandung kasih sayang, jadi kita harus menyayangi jangan karena tisak sesuai harapan akan menyesal, jangan… inilah demokrasi itu, sepuluh hari kedua maghfirah (ampunan) Tuhan, jadi kita harus saling memaafkan dan memahami satu dengan yang lain, sepuluh yang terakhir Itqun minannar (penyelamat dari api neraka) siapa diantara kita yang menginginkan celaka…? tentunya tidak semuanya ingin sukses, semuanya ingin beruntung, semuanya ingin mencapai cita-cita tapi semua usaha kita ada batasnya dan batas itu adalah Taqdir Allah SWT.

Kata Beliau pernah ada seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw. bagaimana setelah wafatnya nabi bagaimana kami menyimpulkan, Rasul menjawab : Jika para pemimpinmu merupakan pilihanmu sendiri (dipilih secara demokratis), dan orang kayanya (jutawan, millioner) orang-orang yang loman tidak kikir dan urusannya masih dimusyawarahkan, maka Insyaallah pemerintahannya akan baik dan Barokah. Begitu pula sebaliknya maka Perut bumi masih lebih baik dari permukaannya. Dan secara detail beliau menyampaikan namun keburu maghrib sehingga acara diakhiri dengan doa bersama, berbuka dan sholat maghrib berjama’ah, semoga ada hikmah dan makna bagi kehidupan semesta. (Ansori). 

Kamis, 25 Juni 2015

Bupati Probolinggo Gelar Safari Ramadhan 1436 H Di SMP. NU Bantaran

Kab. Probolinggo (MP) Bertempat di Halaman SMP Nahdlatul Ulama Bantaran, rabu (25/6) Rombongan Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo menghadiri Acaar Buka Bersama Rakyat Probolinggo yang dikemas dengan Safari Ramadhan 1436 H. Kali ini di Beliau hadir bersama Drs. KH. Hasan Aminuddin, M.Si (Anggota DPR RI Komisi VIII, Bpk Drs. Timbul Prihanjoko (Wabup), Forpimda,  jajaran SKPD, Muspika, Ketua PCNU, MWCNU, PRNU dan semua elemen masyarakat meliputi kecamatan Bantaran, Kuripan, Wonomerto.
Kegiatan ini merupakan perpaduan antara kegiatan  Pemerintah Kabupaten Probolinggo dan Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (PC. GP) Ansor Kab. Probolinggo, sebagaimana dalam kata sambutannya sekaligus laporan Ketua PC GP Ansor Sahabat Muhlis, S.Pd menyampaikan bahwa ini merupakan upaya nyata dari para kaum muda untuk membangun sinergi dengan Pemerintah Daerah dan Ormas Terbesar Indonesia yakni Nahdlatul Ulama melalui GP Ansor mau membangun komonikasi lintar sektoral dan masyarakat bahwa keberadaan Pemerintah dan NGO benar-benar berkeinginan untuk memberikan konstribusi kepada Bangsa dan negara walaupun kecil, namun ini langkah nyata yang bermakna, kami telah mengumpulkan banyak baju bekas layak pakai untuk diberikan kepada mustad’afin sebagai bansos bagi mereka, kita siap membantu yang lebih besar lagi setiap kali akan digelar kegiatan yang sama yang dimotori oleh Bupati Probolinggo, selain itu kita akan terus berupaya meningkatkan ekonomi masyarakat melalui Gerakan Pemuda Ansor.
Selanjutnya Bupati Probolinggo ditemani Wakil Bupati dan Drs. KH. Hasan Aminuddin, M.Si memberikan santunan kepada masyarakat lemah santunan zakat fitrah dan bantuan  Karpet untuk musholla dan masjid serta bantuan Speker dan bantuan lainnya, yang kemudian dilanjutkan dengan pengarahan Bpk H. Hasan Aminuddin. Dalam arahannya beliau menyampaikan bahwa Bulan Puasa merupakan bulan Allah, yang hanya Allah yang akan mengukur dan memberikan pahala kepada yang berpuasa sesuai dengan nilai puasanya. Dengan ini kita bisa belajar banyak makna puasa yang sebenarnya, kita mampu mengetahui batas kemampuan lapar oarng-orang miskin yang ada di sekitar kita. Saya mengappresiasi langkah yang diambil oleh Ketua PC GP. Ansor Sdr. Muhlis ini bagus untuk ditindak lanjuti misalnya meminta bantuan mainan-mainan yang sudah digudangkan untuk kita ambil dan selanjutnya disumbangkan untuk kepentingan Pendidikan PAUD dan TK agar mainan tersebut bisa dipergunakan untuk alat bermain anak-anak didik di lembaga tersebut.

Terkait dengan pelaksanaan Pilkades yang dilaksanakan pada bulan ini memiliki makna untuk mendidik kita dalam mengurangi terjadinya permainan judi di kalangan masyarakat ketika ada gawe Pemilihan Kepala Desa ataupun pemilihan lain yang cenderung dijadikan ajang perjudian, inilah tujuan kita bersama, Pemerintah Bupati, Wakil Bupati, Kapolres dan Dandim tentunya kita semua berharap pahala yang kelak akan melahirkan kemaslahatan bersama. (Ansori).

Minggu, 24 Mei 2015

Pondok Pesantren Al-Barokah Wonomerto Gelar Haflatul Imtihan & Wisuda TPQ

Kab. Probolinggo (Humas) Haflatul Imtihan merupakan kegiatan rutin tahunan setiap lembaga keagamaan yang lazim dikenal dengan sebutan Pondok Pesantren baik Salafiyah maupun Khalafiyah, seperti malam ini Pondok Pesantren Salafiyah Al-Barokah Desa Tunggak Cerme Kecamatan Wonomerto Menggelar Haflatul Imtihan dan Wisuda TPQ Sekaligus Pengukuhan Pengurus MWCNU Wonomerto Masa Khidmat 2014-2019. Acara yang dihadiri oleh seluruh Santri dan alumni ini juga dihadiri Pengurus PCNU Kab. Probolinggo, MWCNU hingga PRNU serta wali santri dan tokoh agama setempat. Untuk mendapatkan barokah dari Allah Swt. Pengurus MWCNU Wonomerto Ky. Abdullah Mu’thi (Rais Syuriyah) bersama KH. Moh. Hasan Sidik (Ketua), Sdr. Fathurrozi Amien, M.PdI (sekretaris) dan yang lain memulainya dengan pebacaan Istighotsah bersama.
Dalam sambutannya Pengasuh PP. Al-Barokah KH. Moh. Hasan Sidik menyampaikan terima kasihnya kepada para undangan dan pengurus pada acara mulia ini, semoga acara ini bisa berjalan dengan baik dan lancar, amin. Malam Haflatul Imtihan merupakan malam Tahtimud Dirasah dimaksudkan untuk merayakan kelulusan dan kenaikan kelas para siswa-siswi (santri) Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan Madrasah Diniyah yang semuanya berada dibawah naungan Kantor Kementerian Agama Kab. Probolinggo. Beliau menghimbau kepada masyarakat, para guru dan anak-anak didik (santri) agar lebih memiliki ghirah dalam upaya intisyarul ulum demi masa depan mereka kelak tatkala harus kembali ke masyarakat dalam menyongsong era mendatang yang lebih menantang.
Selanjutnya KH. Syuhada’ Nasrullah memberikan siraman rohani kepada jama’ah yang hadir agar malam ini betul-betul dapat diambil hikmah atas penyampaian ceramah KH. Jamaluddin Alhariri yang telah melantik Pengurus MWCNU Wonomerto sebagai salah satu ormas islam keagamaan yang selalu peduli pada perkembangan dan syiar islam di daerah ini. Kehidupan umat harus selalu kita dorong bersama-sama agar kemajemukan bisa dijaga dengan baik untuk saling menghargai dan menghormati antar agama, antar pemeluk agama apalagi antar seagama dan tentunya masyarakat umum di seluruh Indonesia.
Banyak kejadian yang mencuat seperti adanya paham-paham yang berbeda kita harus bisa menyikapinya dengan baik karena perbedaan itu rahmat dari Allah Swt. namun bagaimana cara kita bersikap itu yang akan menentukan dan mampu mendamaikan antar sesama sehingga kondusifitas akan terwujud kalau saja kita mampu membangun komonikasi dengan kelompok-kelompok yang ada. Kita jaga sholat kita, ibadah kita karena itulah yang sebenarnya amanah pertama dan terutama, dan para santri dan alumni Pondok Pesantren ini semoga bisa menjaganya karena kita hidup ini hanya sementara dan kelak akan dimintai pertanggungan jawab atas semuanya.
Sementara KH. A. Malik Sanusi, M.Pd dari Bondowoso mengharapkan para santri mampu mengenang, mengingat dan melaksanakan, serta mengambil hikmah dari pada Peringatan Ulang Tahun Sholat (Isro’ Mi’roj) Rasulullah Saw. dan satu bulan ke depan kita akan memasuki Bulan Suci Ramadhan semoga umur kita masih ada dan mampu menjalankan ibadah puasa tersebut dengan baik dan sempurna sehingga mampu menjadi penoreh kehidupan kita baik di dunia dan beruntung di akhirat kelak, seraya berdo’a ; “Allahumma Baarik lana fi rajaba wa sya’bana wa ballighna Ramadhan”.

Dalam untaian pesannya pula beliau menghimbau para jama’ah mampu mensinergikan ibadah sholat dengan amaliyah yang baik dalam kehidupan, mengedepankan al-akhlaqul karimah bagi kehidupan, menjadi hubungan baik dengan masyarakat, bagi santri tetaplah bersilaturrahim dengan Sang Kiai agar manfaat ilmunya, barakah hidupnya berguna amaliyahnya bagi kehisupan semesta. Beliau juga menghimbau untuk membiasakan diri beristiqamah tidak turun dari tempat ibadah (bainal isyaaini) diantara sholat maghrib dan isya’ karena diantara kedua waktu tersebut ada satu titik hikmah yang amat agung yang mampu menorehkan manfaat dan hikmat besar dalam tatanan kehidupan nantinya, sebagaimana pesan Hadrotus Syaikh KH. Hasan Abdul Wafi salah seorang Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo, yang juga merukan adat budaya yang terjaga bagi kiai-kiai sepanjang hidupnya. Orang tua hendaknya mengoptimalkan doanya dalam setiap malam seraya mencurahkan fikiran dan hati buat anak-anak mereka agar kelak menjadi anak yang sholih-sholihah, berilmu dan beramal, kuat fikir dan dzikir. (Ansori).
http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html