AJAKLAH MEREKA KE JALAN TUHANMU DENGAN HIKMAH DAN PENUH KASIH SAYANG

Sabtu, 06 Mei 2017

Peringati Hardiknas, Lembaga Pendidikan Ma’arif Gelar Lomba Mewarnai

Probolinggo (LP. Ma’arif) Sekitar 400 siswa Raudlatul Athfal (RA) Kecamatan Leces turut meramaikan lomba mewarnai yang digelar oleh Pimpinan Cabang Lembaga Pendidikan (PC. LP. Ma’arif) Kabupaten Probolinggo bertempat di Gedung PCNU, Sabtu (6/5/2017).

Lomba yang digelar dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) 2017 ini dibuka secara resmi oleh Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH. Jamaluddin Alhariri. Hadir pula Pengurus PC. Lembaga Pendidikan Ma’arif, Pengawas RA/Madrasah Kecamatan Leces, Kepala dan Guru RA untuk mendampingi siswa-siswinya. Bahkan para wali murid juga hadir untuk memberikan dukungan moril kepada anak-anak mereka.

Dalam sambutannya KH. Jamaluddin mengapresiasi PC LP. Ma’arif yang mampu membangun kerjasama dengan lembaga pendidikan Islam walau sekelas Raudlatul Athfal semoga kedepannya bisa bekerjasama dengan madrasah dan lembaga di atasnya yang tujuannya tiada lain untuk meningkatkan kreatifitas siswa dalam mengembangkan bakat anak. Tanpa dikembangkan maka bakat dan kreatifitas anak didik kita akan stagnan, sangat disayangkan kalau generasi keemasan mereka tidak kita kembangkan, ungkap Rais Syuriah.

“Anak-anak harus kita pupuk sejak dini agar potensi yang dimilikinya berkembang sesuai fitrahnya”. Merekalah generasi bangsa  era mendatang yang harus siap dan matang.”

Hal senada disampaikan Pengawas RA/Madrasah Salma, “melalui kegiatan ini kita asah bakat dan minat anak sejak usia dini, melalui pendidikan mereka akan mampu mewujudkan bakat, minat sesuai potensi dan kreatif mereka”. Hal ini bukan tanpa alasan sebagaimana Pidato Mendikbud tanggal 2 Mei 2017 kemaren, dengan tema Hardiknas : “Percepat pendidikan yang merata dan berkwalitas”, pungkasnya.


Sementara Ketua Panitia Yuli menyampaikan terima kasih kepada Pengurus PCNU dan semua panitia. Kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik berkat kerjasama dan dukungan dari semua pihak. PCNU telah memberikan dukungannya terhadap Pimpinan Cabang LP. Ma'arif baik moril maupun materiil semoga kedepan kita bisa melaksanakan kegiatan yang lebih baik lagi, harapnya. (Mp).

Kamis, 27 April 2017

Pada Puncak Harlah Ke-67, Fatayat NU Probolinggo Hadirkan KH. Badrus Shodiq Sebagai Pembicara Ilmiyah

Probolinggo, Kamis, 27/4 (KMP) Bertempat di Gedung Joyolelono Kabupaten Probolinggo, Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (PC. Fatayat NU) Kabupaten Probolinggo melaksanakan kegiatan puncak harlah Fatayat yang ke 67 sekaligus memperingati Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW.
Acara ini dihadiri sekitar 700 undangan terdiri dari pengurus PC Fatayat NU Kabupaten, pengurus PAC dan Ranting Fatayat NU Se Wilker PCNU Kabupaten Probolinggo. Hadir pula Ketua Tanfidziyah PCNU Probolinggo, beberapa perwakilan Lembaga dan Banom dan MWCNU. Undangan kehormatan Bupati Probolinggo diwakili Kepala Dinas Sosial.
Sebagai pembuka lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh sahabat Holila dilanjutkan dengan pembacaan Sholawat Nahdiyyah dan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Fatayat serta Ya Ahlal Wathon. Lantunannya mampu membuat khidmat para undangan bahkan ada sebagian diantara mereka yang meneteskan air mata.
Dalam sambutannya Ketua  Fatayat NU Kabupaten Probolinggo Elysa Chanda menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini untuk menjalin silaturrahim seluruh pengurus PC, PAC hingga Ranting fatayat bisa bersambung dengan baik. Karena hanya dengan sambungan itulah kemaslahatan ukhuwah bisa bermakna, jelas Lisa.
Lisa berharap melalui kegiatan-kegiatan fatayat mampu membentuk  Pemimpin perempuan cerdas yang bisa mengaplikasikan Islam Nusantara dalam kehidupan bermasyarakat dengan tetap berpegang pada ajaran Aswaja. Peningkatan ekonomi produktif melalui pelatihan-pelatihan kita bersinergi dengan Satker terkait yang harapannya dapat memberdayakan sahabat muda Fatayat NU berkreativitas dan mandiri berdaya saing SEHAT disegala sektor. Pembangunan.
Sementara Ketua PCNU Probolinggo KH. Abdul Hadi Saifullah menyatakan fatayat NU sebagai organisasi basis pemudi NU harus bisa maju dan berkembang dalam membentengi kaum mudi dari arus perkembangan zaman dan aliran-aliran radikal yang marak beredar akhir-akhir ini.
Abdul Hadi mengappresiasi PC Fatayat NU Probolinggo dengan melaksanakan harlah fatayat yang sekaligus memperingati Isro’ Mi’roj Rasulullah SAW sebagai hari ulang tahun sholat lima waktu, In Sya Allah ada hikmah yang besar dibalik keduanya.
Kalau bisa PC Fatayat NU melakukan turba ke PAC dan ranting secara bergiliran dengan tempat yang telah ditentukan namun harus diplanning dengan baik. Selain itu sebagai ajang belajar bersama untuk memperkuat keislaman dengan ngaji bareng penceramah, ulasnya. Di saat yang sama juga diserahkan hadiah pemenang lomba oleh Ibu Retno Kepala Dinas Sosial Pemkab yang selanjutnya membacakan sambutan Bupati probolinggo.
Terakhir Mauidhotul Hasanah disampaikan KH. Badrus Shodiq dari Jember Jawa Timur sekaligus ditutup dengan doa. Semoga melalui kegiatan ini akan membangkitkan ghiroh para fatayat NU untuk selalu berkiprah dalam khazanah ilmiyah, islamiyah dan membangun peradaban. (Ansori).

Sabtu, 22 April 2017

Semarak KSM 2017 Diappresiasi Kasi PendMa Kemenag

Kab. Probolinggo (PendMa) Berdasarkan Surat dari Kanwil Kemenag Jatim Nomor : B-1483/Kw.13.2/4/PP.00.6/03/2017 tanggal 13 Maret 2017 dan SK Dirjen Pendis 391 tahun 2017 tentang petunjuk teknis KSM 2017
dengan Tema : “ Sehat Unggul dan Berdaya Saing Global” yang bertujuan untuk menyediakan wahana menyangkut bakat minat di bidang Sains, memotivasi budaya kompetitif dan mengapresiasi siswa berprestasi. (22/4).

Seksi PendMa sejak Jum’at, 7 April 2017 lalu telah membuka pendaftaran kegiatan ini dengan bagi Juara 1 dan 2 KSM seleksi tingkat KKM yang dibuktikan dengan surat keterangan/piagam dan Copy raport yang dilegalisir. Peserta maksimal kelas 5 MI, kelas 8 MTs, kelas 11 MA. Berkas yang telah diterima Seksi PendMa masih akan diverifikasi sebelum dilakukan penetapan sebagai calon peserta Seleksi KSM Tingkat Kabupaten.

Dalam sambutannya Kasi PendMa memberikan appresiasi kepada Panitia dan Jajaran Pokjawas serta KKM yang telah bersinergi dalam mensukseskan acara seleksi Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat kabupaten, semoga melalui ajang ini akan mampu mengembangkan minat bakat para anak didik baik dari MI, MTs maupun MA, sehingga harapannya kelak mereka akan menjadi generasi yang sehat, unggul dan memiliki daya saing, ungkap H. Taufik.


Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dari semua tingkatan baik untuk MI, MTs dan MA dilaksanakan satu hari penuh bertempat di Aula Al-Ikhlas Kemenag. Tingkat MI dilaksanakan pada dari Pukul 08.00 s.d. 11.00 Wib sedangkan tingkat MTs dan MA dilaksanakan dari Pukul 12.30 s.d. 15.30 Wib. Dan pada waktu yang sama juga akan diumumkan para Pemenang tepatnya pada Pukul 16.00 Wib. Dan yang telah dinyatakan menang dalam seleksi KSM hari ini 10 Mei 2017 datanya akan dikirimkan ke Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur untuk mengikuti seleksi tingkat Provinsi. (Mp).

Kamis, 20 April 2017

H. Moh. Nurhasan : Selain Mencegah Perbuatan Keji dan Mungkar Sholat Juga Berfungsi Bagi Kesehatan

Probolinggo (KMP) Bimbingan Rohani Islam di lingkungan kementerian agama kabupaten Probolinggo telah berjalan dua kali sejak diprogramkan oleh Kasubag TU Bapak H. Fausi. Yang bertujuan untuk membiasakan ASN kemenag untuk senantiasa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Swt. Dan mampu mensinergikan amaliyah bathiniyah dengan amaliyah yaumiyah. (20/4).
Dalam kesempatan tersebut H. Moh. Nurhasan selaku Kasi PD. Pontren mengangkat tema : Sholat dalam perspektif sosial dan kesehatan. Beliau membacakan : Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Ankabut: 45)
Ayat diatas, Allah memerintahkan manusia untuk membaca kitabNya (al-Quran) dan juga memerintahkan manusia untuk mendirikan shalat. Kemudian disebutkan bahwa shalat mampu mencegah manusia dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar. Dan juga disebutkan bahwa shalat memiliki keutamaan-keutamaan tersendiri dibandingkan dengan ibadah lainnya.
Shalat ternyata tidak hanya menjadi amalan utama di akhirat nanti, tetapi gerakan-gerakan shalat paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Bahkan dari sudut medis, shalat adalah gudang obat dari berbagai jenis penyakit. ibadah shalat merupakan ibadah yang paling tepat untuk metabolisme dan tekstur tubuh manusia. Gerakan-gerakan di dalam shalat pun mempunyai manfaat masing-masing.
Takbiratul Ihram, yaitu berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah. Gerakan ini bermanfaat untuk melancarkan aliran darah, getah bening (limfe), dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.
Ruku’, ruku’ yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang. Gerakan ini bermanfaat untuk menjaga kesempurnaan posisi serta fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat saraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi untuk merelaksasikan otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah sarana latihan bagi kemih sehingga gangguan prostate dapat dicegah.
I’tidal merupakan variasi dari postur setelah ruku’ dan sebelum sujud. Gerakan ini bermanfaat sebagai latihan yang baik bagi organ-organ pencernaan. Pada saat I’tidal dilakukan, organ-organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Tentu memberi efek melancarkan pencernaan.
Posisi sujud berguna untuk memompa getah bening ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Oleh karena itu, sebaiknya lakukan sujud dengan tuma’ninah, tidak tergesa-gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Posisi seperti ini menghindarkan seseorang dari gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik ruku’ maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.
Duduk setelah sujud terdiri dari dua macam yaitu iftirosy (tahiyat awal) dan tawarru’ (tahiyat akhir). Perbedaannya terletak pada posisi telapak kaki. Pada saat iftirosy, tubuh bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan saraf nervus Ischiadius. Posisi ini mampu menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarru’ sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (uretra), kelenjar kelamin pria (prostate) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan dengan benar, posisi seperti ini mampu mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iftirosy dan tawarru’ menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.
Salam, yaitu gerakan memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal. Salam bermanfaat untuk bermanfaat untuk merelaksasikan otot sekitar leher dan kepala, menyempurnakan aliran darah di kepala sehingga mencegah sakit kepala serta menjaga kekencangan kulit wajah.
Dalam menjalankan kehidupan sosial dan hubungan dengan orang lain, manusia membutuhkan serangkaian etika yang sangat penting demi menjaga pergaulan dengan orang lain. Lebih dari itu, kondisi juga harus dipertimbangkan dalam mengambil langkah karena hal itu juga menentukan dalam menggapai kesuksesan.
Ajaran-ajaran agama memperhatikan etika dalam seluruh perilaku, dan mendorong manusia supaya menjaga nilai-nilai dalam berperilaku. Shalat adalah salah satu di antara pekerjaan yang mempunyai etika khusus. Untuk itu, manusia sepatutnya memperhatikan hal-hal tersebut.

Untuk mencapai hakikat shalat dan menggapai nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam ibadah ini, seseorang sudah sepatutnya menjaga kondisi shalat dengan baik. Sangatlah jelas bahwa shalat mempunyai efek-efek konstruktif dan berharga yang dapat mendorong manusia ke arah kedewasaan dan kesempurnaan seutuhnya. Sebaliknya, manusia akan mengalami dekadensi dan kehilangan rahmat Allah Swt saat tidak memperhatikan kondisi shalat, ulas Nurhasan. (Mp).