Random News

INTEGRITAS

MEMBANGUN BANGSA DENGAN CINTA

PROFESIONALITAS

MEMBANGUN BANGSA DENGAN CINTA

INNOVASI

MEMBANGUN BANGSA DENGAN CINTA

TANGGUNGJAWAN

MEMBANGUN BANGSA DENGAN CINTA

KETELADANAN

MEMBANGUN BANGSA DENGAN CINTA

Rabu, 06 September 2017

Menyentuh hati dengan deraian air mata, Sepasang pengantin di Paiton langsungkan Aqunnikah di Rumah sakit

Kab. Probolinggo (KUA) Islam merupakan agama yang sangat sempurna dalam menata kehidupan umat manusia, mulai masalah rumah tangga hingga ke ranah bela negara. Mulai dari urusan cinta menjaga keturunan demi keberlangsungan hidup umat manusia hingga cinta tanah air dan bangsa.
Kaum muda sering mengatakan “Cinta tak dapat dikatakan sejati hanya dengan terjadinya sebuah pernikahan, namun seberapa kuat pertahanan cinta mereka dalam ikatan pernikahan dengan menjaga kasih sayang, pengertian sampai akhir hayat mereka”, makna cukup dalam jika kita kaitkan dengan dengan Undang-Undang Perkawinan No. 1 Tahun 1974 dimana pasal 1 berbunyi; Pernikahan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan ketuhanan yang maha Esa.
Namun, terkadang dalam perjalannya untuk menuju ke jenjang acara yang cukup sakral tersebut sebagian dari kita mendapati kendala dan ujian di tengah jalan seperti pasangan mempelai Muhammad Hasan bin Sukris dengan Halimatus Sakdiyah binti Hatib Randutatah Kecamatan Paiton ini. Mereka berdua harus melangsungkan Aqdun nikahnya di Rumah Sakit Rizani Paiton karena Walinya Bapak Hatib dalam kondisi sakit parah dan pada saat pernikahan putrinya masih terbaring di sakit tersebut. (Selasa, 5/9/2017).
Kepala KUA Paiton H. Badri, selaku PPN harus ikhlas menyambangi dan melaksanakan pernikahannya di rumah sakit dengan dua orang saksi;  Arto  (Modin)  dan Saiful Ulum, sementara keluarga yang lain tampak berderai air mata menyaksikan prosesi Aqdun Nikahnya.

Sebagai penutup, doa; “Baarakallahu lak, wabaaraka alaik, wajama’a bainakumaa fi khoir” Semoga Allah memberi berkah kepadamu dan atasmu serta mengumpulkan kamu berdua dalam kebaikan”, diucapkan Sang penghulu dengan mata berkunang seakan meteskan airmata seperti yang lain. Terharu dan sangat menyentuh hati, kenang Badri. (Ansori).

Selasa, 05 September 2017

Pakuniran hadirkan Puskesmas dan Penyuluh Bina Catin dan Pengenalan pentingnya kesehatan reproduksi

Kab. Probolinggo (KUA) Pernikahan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan ketuhanan yang maha Esa (UUP pasal 1). Amat penting untuk dipahami. Dan untuk mewujudkannya Calon pengantin harus memahami hal-hal berikut; tujuan pernikahan, sahnya pernikahan, hak dan kewajiban suami-istri, larangan pernikahan (KHI Pasal 39:1), putusan pernikahan (KHI Pasal 113 dan Pasal 116), dan akibat putusnya pernikahan (KHI Pasal 153)..
Karena dengan memahaminya calon pengantin diharapkan bisa mengetahui dengan utuh ketentuan dan peraturan perundangan sehingga cita-cita membangun rumah tangga yang “Sakinah, Mawaddah, Warahmah” bisa terwujud. Selain itu mereka juga diperkenalkan pentingnya memilih usia produktif untuk melangsungkan pernikahan dan usia ideal untuk menikah, sebagaimana disampaikan Ibu Nur Hayati salah seorang penyuluh agama fungsional Kemenag. Sementara Kepala KUA Pakuniran saat ini masih menjadi petugas haji (TPIHI) baru akan datang tanggal 23 September nanti bersama sama dengan Jama’ah haji Probolinggo Kloter 51 dan 52.
Beberapa pasang calon pengantin dengan hidmatmengikuti jalannya pembinaan ini, yang di Kantor Urusan Agama (KUA) dikenal dengan istilah Kursus Calon Pengantin (Suscatin) namun dalam dunia penyuluh agama yang saat ini dihadiri Ibu Nur Hayati menyebutnya dengan memberikan pembinaan, bimbingan dan penyuluhan. Istilah penyebutan nama tidaklah penting, yang terpenting mereka bisa memahami isi materi yang disampaikan dengan baik, sehingga mereka bisa mengarungi bahtera rumah tangganya dengan baik.

Yang tidak kalah pentingnya penyampaian dari Puskesmas setempat terkait pengenalan pentingnya kesehatan reproduksi, kesehatan ibu dan anak tidak luput dari kupasn bidan muda tersebut. Kesehatan ibu cikal bakal sehatnya anak yang akan lahir dari kedua pasangan suami istri, yang tentunya sangat berpengaruh pada mental generasi selanjutnya. (Ansori).

H. Santoso : Jadilah Uswah Yang Aspiratif

Kab. Probolinggo, 5/9/2017 (Pokjaluh) Bertempat di Aula Lt. II Al-Ikhlas, Selasa, 5 September 2017 Seksi Bimais Kankemenag Kabupaten Probolinggo mengumpulkan para penyuluh agama fungsional dan koordinator penyuluh agama non PNS dalam acara “Sosialisasi Juknis Baru Pelaporan PAI Non PNS dan Sosialisasi data Simpenais 2017”.
Selain dihadiri pengurus Pokjaluh kabupaten dan Kasi Bimais, pertemuan kali ini juga dihadiri Kepala Kankemenag Bapak H. Santoso. Kehadiran beliau diminta Ketua Pokjaluh untuk memberikan pembinaan kepada para penyuluh agama. Dalam arahannya Kepala Kankemenag mengajak para JFT Penyuluh untuk senantiasa mensyukuri apa yang ada, dengan senantiasa menjalankan amanah yang diembannya, pandai-pandailah menjalankan kewajibannya agara bisa berdampak positif bagi semua.
Penyuluh teruslah berinovasi jangan biarkan kondisi stagnan diri yang hanya menunggu dan menanti tetapi berbuatlah yang prospectif demi menjunjung keutuhan NKRI. Tata dan kemas kebangkitan moral generasi islami menuju kehidupan yang daman nyaman nan membumi. Khusus kepada para penyuluh non PNS ikutilah diklat-diklat yang telah digagas oleh Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya baik yang dilaksanakan di BDK sendiri maupun dalam bentuk DDTK. Kemudian ditularkan kepada sahabatnya yang lain agar keilmuannya mengalir serta aplikatif konstruktif, urainya.
Penyuluh harusnya terus meluruskan gerak langkah dalam menyerap dan berkontribusi ilmiyah, mengikuti perkembangan zaman, ikhlas dalam bekerja, mengarahkan masyarakat binaan pada jalan yang benar, harapnya.
Bangunlah image Kementerian Agama dengan wajah baru. Menjelang tahun baru hijriyah marilah kita tunjukkan semangat baru, wajah dan penampilan baru yang tentunya diwujudkan dengan semangat dan etos kerja yang baru pula. Bijaknya, tugas-tugas kita rencanakan dengan baik, laksanakan dengan penuh tanggungjawab, evaluasi dengan seksama serta dibuktikan dengan pelaporan kegiatan bimbingan dalam bentuk data sebagai bukti fisik sesuai dengan ketentuan yang ada Intinya pekerjaan kita antara planning program berimbang dengan pelaksanaan dan pelaporan.
Kita harus tertantang untuk lebih baik dan menjadi contoh uswah bagi kehidupan. Karena berhasil tidaknya dalam menjalankan tugas sangat ditentukan sejauh mana kita bisa berkolaborasi dengan penyuluh non PNS dalam mengarahkan umat dan masyarakat binaan. Untuk para penyuluh yang sudah sekian tahun belum mengajukan KP secepatnya untuk segera mengurus koordinasi dengan pengurus Pokjaluh dan Bimas Islam agar pekerjaan kita tidak terhambat oleh hal yang seharusnya sudah dipersiapkan dengan baik. Pahami semua kebijakan dan ketentuan peraturan perundangan terkait sehingga kita bekerja tidak menyalahi ketentuan yang semestinya.

Berikan pelayanan prima  kepada siapapun, kita jangan sampai kalah dalam segi pelayanan teruslah berbenah, walau berada dalam kesederhanaan dengan prinsip jadikan kemenag dan satker/unit dibawahnya sebagai “Surga di gubuk bambu”. Jadi walaupun mungkin kita berada dibawah namun pelayanan kita tetap merujuk kepada Akhlak yang baik, tutupnya. Hal senada disampaikan oleh Kasi Bimais H. A. Wafi dengan ulasan detailnya terkait 5 Budaya Kerja Kementerian Agama. (Ansori).

Senin, 04 September 2017

Rakor Ruislag Tanah Wakaf dan Tol Dibahas

Kab. Probolinggo, 4/9/2017 (Inmas) Bertempat di ruang Kepala Kankemenag Kabupaten Probolinggo, Senin 4 September 2017 digelar Rakor Ruislag tanah wakaf yang dihadiri PPK Jalan Tol Pasuruan Probolinggo (Pas-Pro) Bapak Agus dan Joko, Kesra Siswoyo, Badan Pertanahan Nasioanl (BPN), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Wakaf Indonesia (BWI) Basar, SH, Perwakilan Kecamatan, KUA H. Wawan AS, Bimas Islam Kemenag H. A. Wafi, serta beberapa pihak terkait seperti Nadzir A. Fauzan dan saksi. Pertemuan ini membahas ruislag tanah wakaf di kecamatan Wonomerto; yakni tanah lembaga pendidikan di Yayasan Nurul Iman Sumberkare dan Tanah Masjid di desa Kedungsupit.
Rakor hari ini sebagai tindaklanjut terbitnya SK Bupati Probolinggo nomor : 220/694/426.32/2017 tertanggal 5 Juli 2017 tentang  “Pembentukan Tim penilai keseimbangan tukar menukar harta benda wakaf pada kecamatan Wonomerto. Yang diantara isinya Tim Ruislah bertugas; melakukan penilaian terhadap keseimbangan tukar menukar harta benda wakaf pada kecamatan Wonomerto kabupaten Probolinggo, melakukan koordinasi dengan Instansi terkait, melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Bupati.
Langkah -langkah yang harus dipersiapkan sesuai dengan  Undang-Undang perwakafan ditambah dengan PMA kemudian disesuaikan dengan ketentuan undang undang tol dan diyakini  tidak bertentangan dengan syariat, penjelasan Kepala Kankemenag, H. Santoso.
Selain dari pada itu wakaf tanah telah diatur oleh Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1977 tentang Perwakafan Tanah Milik dan Peraturan Menteri Agama Nomor 1 Tahun 1978 tentang Peraturan Pelaksanaannya. Dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria, secara tidak langsung wakaf tanah disebut dalam satu bagian tentang hak-hak tanah untuk keperluan suci dan sosial, meskipun tidak secara detail. Kemudian, sejak tahun 2004, peraturan perundang-undangan wakaf disempurnakan lagi melalui Undang-undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang wakaf dan peraturan perundangan turunannya.
Paparan di atas menunjukkan, betapa wakaf tanah telah mendapat perhatian serius dalam sistem perwakafan dalam Islam, dan hukum positif negeri ini. Hal ini dapat dipahami karena jenis wakaf tanah tergolong fix asset yang memiliki nilai strategis dalam kehidupan umat manusia yang memiliki sandaran teologis dalam sistem keyakinan Islam.
Sementara PPK Jalan Tol Agus menjelaskan bahwa program jalan Tol merupakan program nasional sesuai Inpres 1/2015. Dan tim ini terbentuk sebagai prosedur dalam mengambil kebijakan terkait agar tidak merugikan salah satu pihak. Semoga akan berjalan lancar dan kalau sukses kita diminta berbicara di tingkat nasional memberikan penjelasan terkait upaya komonikasi dengan masyarakat.
Kita akan menyesuaikan dengan nilai pasar dan harga daerah karena kita mmasih akan dinilai oleh lembaga independen, seperti KJPP dari kementerian atr dan Menteri Keuangan. Kerugian non fisik, nilai kekerabatan, jarak, aturan luas minimal sama atau lebih luas sudah diperhitungkan dengan baik ditambah lagi bidang keagamaan, pendidikan dan masjid. Yang jelas bangunannya akan lebih bagus dan lebih representatif asalkan dipergunakan dengan baik. Pihak Tol bisa melakukan pergantian dengan uang atau bangunan, dan segala biaya menjadi tanggungjawab kementerian PU

Wiryawan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) menambahkan, ini tidak hanya masalah  target akan tetapi masalah suksesnya program, harus dilakukan pengkajian secara komperhensip, kalau bisa lebih cepat maka lebih baik. Tanah pengganti mestinya harus diperjelas disampaikan sekarang juga karena yang kita akan lakukan telaah dokumen, sehingga dokumen tanah calon pengganti berupa apa, harga apreselnya berapa dan tempatnya di mana ini yang harus jelas, agar supaya BPN melakukan pemblokiran pada tanah yang akan ditukar guling tersebut, ditambah semua nadzir harus hadir dan kita secara bersama sama akan turun ke lapangan pasca telaah administrasi kali ini,  urainya. (Ansori).

Sabtu, 06 Mei 2017

Peringati Hardiknas, Lembaga Pendidikan Ma’arif Gelar Lomba Mewarnai

Probolinggo (LP. Ma’arif) Sekitar 400 siswa Raudlatul Athfal (RA) Kecamatan Leces turut meramaikan lomba mewarnai yang digelar oleh Pimpinan Cabang Lembaga Pendidikan (PC. LP. Ma’arif) Kabupaten Probolinggo bertempat di Gedung PCNU, Sabtu (6/5/2017).

Lomba yang digelar dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) 2017 ini dibuka secara resmi oleh Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH. Jamaluddin Alhariri. Hadir pula Pengurus PC. Lembaga Pendidikan Ma’arif, Pengawas RA/Madrasah Kecamatan Leces, Kepala dan Guru RA untuk mendampingi siswa-siswinya. Bahkan para wali murid juga hadir untuk memberikan dukungan moril kepada anak-anak mereka.

Dalam sambutannya KH. Jamaluddin mengapresiasi PC LP. Ma’arif yang mampu membangun kerjasama dengan lembaga pendidikan Islam walau sekelas Raudlatul Athfal semoga kedepannya bisa bekerjasama dengan madrasah dan lembaga di atasnya yang tujuannya tiada lain untuk meningkatkan kreatifitas siswa dalam mengembangkan bakat anak. Tanpa dikembangkan maka bakat dan kreatifitas anak didik kita akan stagnan, sangat disayangkan kalau generasi keemasan mereka tidak kita kembangkan, ungkap Rais Syuriah.

“Anak-anak harus kita pupuk sejak dini agar potensi yang dimilikinya berkembang sesuai fitrahnya”. Merekalah generasi bangsa  era mendatang yang harus siap dan matang.”

Hal senada disampaikan Pengawas RA/Madrasah Salma, “melalui kegiatan ini kita asah bakat dan minat anak sejak usia dini, melalui pendidikan mereka akan mampu mewujudkan bakat, minat sesuai potensi dan kreatif mereka”. Hal ini bukan tanpa alasan sebagaimana Pidato Mendikbud tanggal 2 Mei 2017 kemaren, dengan tema Hardiknas : “Percepat pendidikan yang merata dan berkwalitas”, pungkasnya.


Sementara Ketua Panitia Yuli menyampaikan terima kasih kepada Pengurus PCNU dan semua panitia. Kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik berkat kerjasama dan dukungan dari semua pihak. PCNU telah memberikan dukungannya terhadap Pimpinan Cabang LP. Ma'arif baik moril maupun materiil semoga kedepan kita bisa melaksanakan kegiatan yang lebih baik lagi, harapnya. (Mp).
http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html